Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Cara Public Speaking yang Efektif Mengatasi Grogi

Kompas.com, 1 Januari 2022, 09:00 WIB
Sumber Foto : Canva Pro
Rujukan artikel ini:
Cepat dan Mudah Lancar Public…
Pengarang: Aba Mehmed Agha
Penulis Renny Novita
|
Editor Ratih Widiastuty

Di dalam kehidupan sehari-hari, public speaking pasti harus kamu lakukan walaupun mungkin itu di luar keinginanmu.

Perasaan tidak nyaman mungkin datang menghampiri sesaat setelah kakimu melangkah ke depan podium.

Ketika semua yang menjadi audiens mulai mengarahkan pandangannya ke arahmu, kamu mulai menerka apakah presentasi kamu berhasil atau tidak.

Keberhasilan ini dapat memengaruhi bagaimana sudut pandang orang lain menilai kita.

Itulah yang menyebabkan mengapa public speaking dapat menimbulkan kecemasan, sehingga pada prosesnya kamu menjadi grogi.

Dengan mengetahui cara public speaking dan persiapan yang matang, suatu saat kamu bisa menjadi pembicara yang selama ini kamu kagumi.

Komponen Utama dalam Public Speaking

Sebelum kamu mengetahui caranya, ada baiknya kamu mengetahui apa itu public speaking.

Public speaking bukan hanya sekadar berbicara di depan orang banyak.

Lebih dari itu, public speaking mengedepankan teknik berkomunikasi yang efektif agar pesan yang kita sampaikan dapat dimengerti dan diterima oleh target audiens.

Ada tiga komponen utama di dalamnya yaitu verbal atau pemilihan diksi, vokal atau teknik penyampaian termasuk intonasi suara, dan visual atau bahasa tubuh untuk mendukung pesan yang akan kamu sampaikan.

Setelah kamu mengetahui komponen utamanya, sekarang waktunya kamu mengetahui cara efektif untuk meraih perhatian audiens.

4 Cara Public Speaking yang Efektif Mengatasi Grogi

Ketiga komponen dari verbal, vokal, dan visual tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.

Kamu harus memperhatikan ketiganya ketika belajar mempraktikannya.

1. Mempersiapkan Materi

Kamu harus mengetahui apa tujuanmu dan siapa target audiens yang akan kamu capai.

Pemilihan kata-kata yang akan kamu sampaikan harus sesuai dengan audiens agar pesan dapat diterima dengan baik.

Menguasai materi tentunya sangat penting, agar kamu dapat mengembangkan kalimat dengan kata-kata kunci yang sudah kamu siapkan.

Jika kamu harus membuat slide presentasi, usahakan tidak membuat terlalu banyak slide.

Kamu juga bisa menggunakan gambar atau diagram sebagai pengganti kata-kata.

Selain agar perhatian audiens tertuju kepadamu dibandingkan sibuk membaca kata-kata yang ada di slide, hal ini juga mencegah kamu menatap layar presentasi terlalu lama.

Target kamu bukanlah slide presentasi, melainkan orang yang ada di hadapanmu.

2. Perhatikan Vokal

Komponen kedua yang penting untuk menyampaikan kata-kata yang sudah kamu pilih adalah vokal.

Kamu harus bisa mengukur seberapa keras suaramu dapat mencapai semua audiens.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Tidak disarankan suara yang terlalu pelan, karena membuat audiens sulit menangkap kata-kata yang kamu sampaikan.

Begitu juga dengan pengucapan, usahakan lugas dan berilah penekanan untuk kata-kata kunci yang kamu sudah siapkan.

3. Kuasai Bahasa Tubuh

Selain kata dan vokal, bahasa tubuh mempunyai peran yang besar dalam kesuksesan public speaking.

Seperti yang disampaikan pada poin pertama, bahwa yang menjadi sasaran utama bukanlah diri kamu, melainkan audiens yang berada di depanmu.

Usahakan untuk melakukan interaksi dua arah seperti menatap audiens.

Pilih spot untuk kamu berdiri dimana audiens dapat melihatmu dengan jelas dan jangan berpindah tempat terlalu sering.

Kurangi bahasa tubuh yang tidak perlu, seperti contohnya kaki yang bergoyang-goyang, kepala kamu yang terlalu sering bergerak, tatapan kamu yang terlalu sering berpindah dari satu audiens ke audiens lain, tangan yang memainkan pulpen, dan semacamnya.

Cobalah fokus kepada gerakan tangan agar seirama dengan apa yang kamu coba sampaikan, tapi tidak eksesif menggunakannya.

4. Berlatih

Semakin sering kamu berlatih, secara mental kamu semakin siap untuk berbicara secara efektif di hadapan audiens.

Kesiapan mental ini yang membangun kepercayaan diri, sehingga kamu dapat mengurangi bahkan menghilangkan rasa grogi.

Usahakan kamu mempunyai waktu yang cukup untuk mempersiapkan materi sebelum kamu tampil.

Kamu juga bisa membaca buku public speaking untuk menambah pengetahuan mengenai teknik membawakan yang sukses.

Salah satu rekomendasi buku yang kamu bisa baca adalah Cepat dan Mudah Lancar Public Speaking yang ditulis oleh Aba Mehmed Agha, yang bisa kamu beli di Gramedia.com.

Buku dengan tebal 158 halaman ini memberikan pemahaman mendalam dari mulai sejarah sampai mengatasi ketakutan public speaking.

Dikemas dalam bahasa ringan yang mudah dimengerti, kamu akan mudah menerapkan poin-poin penting di dalam buku ini agar bisa menjadi seorang public speaker yang sukses menguasai audiens.

Sekarang saatnya kamu tampil dan fokuskan perhatian kepada audiens yang menjadi target.

Berhenti memikirkan tentang rasa takut, grogi, dan perasaan perasaan lain yang menghampiri.

Perasaan terintimidasi melihat banyaknya orang yang ada di depan kita itu wajar, jadi cobalah untuk mencari wajah yang kita kenal di bangku audiens.

Berbicaralah seperti kamu berbicara secara personal kepada orang yang kamu kenal.

Berlatih dan lakukan terus menerus sampai kamu merasa nyaman.

Selamat mencoba!

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Apa Itu Satelit Buatan dan Mengapa Penting bagi Kehidupan Sehari-hari?

Apa Itu Satelit Buatan dan Mengapa Penting bagi Kehidupan Sehari-hari?

buku
Karakteristik Planet Bumi: Ciri, Keunikan, dan Alasan Menjadi Tempat Kehidupan

Karakteristik Planet Bumi: Ciri, Keunikan, dan Alasan Menjadi Tempat Kehidupan

buku
Kreatifafa Penerbit Juz Amma for Little Ones Hadiri Istanbul Publishing Fellowship, Bawa Karya Anak Indonesia ke Panggung Dunia

Kreatifafa Penerbit Juz Amma for Little Ones Hadiri Istanbul Publishing Fellowship, Bawa Karya Anak Indonesia ke Panggung Dunia

buku
Bukti Peninggalan Kerajaan Kutai: Jejak Sejarah Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

Bukti Peninggalan Kerajaan Kutai: Jejak Sejarah Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

buku
Masa Kejayaan Kerajaan Kutai sebagai Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

Masa Kejayaan Kerajaan Kutai sebagai Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

buku
Deretan Nama Raja Kerajaan Pajang dan Peran Mereka dalam Sejarah Jawa

Deretan Nama Raja Kerajaan Pajang dan Peran Mereka dalam Sejarah Jawa

buku
8 Fungsi Peroksisom pada Sel Tumbuhan dan Hewan

8 Fungsi Peroksisom pada Sel Tumbuhan dan Hewan

buku
Apa Itu Stoikisme: Mengenal Kedamaian dari Filsafat

Apa Itu Stoikisme: Mengenal Kedamaian dari Filsafat

buku
Letak Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Peralihan Kekuasaan di Tanah Jawa

Letak Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Peralihan Kekuasaan di Tanah Jawa

buku
Masa Kejayaan Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Sejarah Jawa

Masa Kejayaan Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Sejarah Jawa

buku
Cara Menggunakan Logika daripada Perasaan: Panduan Kendali Diri

Cara Menggunakan Logika daripada Perasaan: Panduan Kendali Diri

buku
Nama Raja Kerajaan Banten dan Jejak Kekuasaan yang Membentuk Sejarahnya

Nama Raja Kerajaan Banten dan Jejak Kekuasaan yang Membentuk Sejarahnya

buku
Detective These Days: Ketika Mantan Genius Kalah Lawan Usia dan Tagihan Sewa

Detective These Days: Ketika Mantan Genius Kalah Lawan Usia dan Tagihan Sewa

buku
Siapa Pencetus Filsafat Stoikisme? Mengenal Zeno dari Citium dan Sejarahnya

Siapa Pencetus Filsafat Stoikisme? Mengenal Zeno dari Citium dan Sejarahnya

buku
Sejarah dan Letak Kerajaan Samudera Pasai: Kerajaan Islam Pertama di Indonesia

Sejarah dan Letak Kerajaan Samudera Pasai: Kerajaan Islam Pertama di Indonesia

buku
Merayakan Valentine Lewat Manga: Dari Gengsi Hingga Keajaiban Waktu

Merayakan Valentine Lewat Manga: Dari Gengsi Hingga Keajaiban Waktu

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau