Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menghadapi Quarter Life Crisis dengan Stoisisme

Kompas.com, 26 November 2025, 12:00 WIB
Buku Filosofi Teras Sumber Gambar: Filosofi Teras Buku Filosofi Teras
Rujukan artikel ini:
Filosofi Teras
Pengarang: Henry Manampiring
Penulis Irma Aulia
|
Editor Novia Putri Anindhita

Usia berkisar 18-35 tahun merupakan umur yang paling rentan merasakan khawatir dan kebingungan.

Hal tersebut dinamai dengan “quarter life crisis” atau krisis seperempat abad, yang terjadi pada rentang usia tersebut.

Fase ini biasanya diawali ketika ada masalah “orang dewasa” yang muncul pertama kali pada hidup seorang dewasa muda.

Fase “quarter life crisis” dapat terasa berat karena adanya kebebasan dan keinginan untuk mengontrol segalanya meliputi masalah relasi, percintaan, karier, dan kehidupan sosial.

Selain itu, tekanan dari lingkungan sosial, seperti ekspektasi keluarga, masyarakat, dan teman-teman dapat menambah beban signifikan.

Akibatnya, perasaan kewalahan, khawatir akan tertinggal, dan tertekan muncul.

Seseorang akan mempertanyakan tujuan hidupnya, merasa ragu akan ketidakpastian kehidupan di masa mendatang, bahkan membandingkan diri dengan pencapaian orang lain terutama melalui media sosial.

Ada sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk membangun kembali semangat dan memulihkan diri setelah menghadapi fase krisis.

Di antaranya adalah dengan konsep stoisisme.

Pengertian Stoisisme

Stoisisme adalah memusatkan pikiran pada hal yang bisa dikendalikan dan melepaskan hal-hal yang tidak dapat dikontrol.

Dengan mempelajari stoisisme, akan lebih mudah untuk menghadapi situasi meskipun sulit.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Stoisisme atau juga biasa disebut stoa adalah ilmu filsafat dari zaman Yunani Kuno.

Dalam filosofi ini, semua hal dalam hidup bersifat netral, yang menjadikan baik atau buruknya suatu hal adalah interpretasi masing-masing diri terhadap hal tersebut.

Contoh Stoisisme dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam kehidupan masa kini, sering kali kita mendapat komentar masyarakat di sosial media, baik itu komentar positif maupun negatif.

Hal tersebut sulit dihindari karena pendapat orang lain tidak dapat kita kendalikan.

Akan tetapi, sebagai manusia, sebenarnya kita dapat mengontrol reaksi pribadi terhadap komentar yang tidak sesuai dengan harapan kita.

Contoh situasi lainnya adalah kemacetan lalu lintas, yang sepenuhnya di luar kendali individu.

Meskipun hal ini mengganggu, reaksi terhadapnya masih bisa dikelola.

Daripada marah-marah karena macet yang tidak bisa kita kendalikan, mungkin kita bisa menunggu macet sambil mendengarkan podcast untuk membuat momen tersebut lebih dapat ditoleransi.

Rekomendasi Ebook Filosofi Teras

Menumbuhkan dan menjaga pola pikir stoisisme ini memerlukan proses yang berkelanjutan.

Buku Filosofi Teras mengulas pendekatan tersebut dengan cara ringan dan mudah dipahami, menggunakan situasi sehari-hari untuk menjelaskannya.

Bagi yang belum memiliki kesempatan untuk mendapatkan edisi cetaknya, dapat mulai membaca versi digital di Gramedia Digital.

Ebook Filosofi Teras kini sudah tersedia di Gramedia Digital dalam versi EPUB.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau