Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kiprah Seorang Pengamat Militer Wanita Pertama Indonesia ke Kongo

Kompas.com, 16 Mei 2024, 12:00 WIB
Buku Setahun di Kongo: Kisah Penugasan Wanita TNI AD Pertama dalam Misi Perdamaian Dunia PBB Sumber Gambar: Dok. Elex Media Komputindo Buku Setahun di Kongo: Kisah Penugasan Wanita TNI AD Pertama dalam Misi Perdamaian Dunia PBB
Rujukan artikel ini:
Setahun di Kongo: Kisah Penugasan…
Pengarang: KOLONEL CAJ (K) PURN…
|
Editor Ratih Widiastuty

Mayor CAJ. (K) Nita Siahaan adalah salah satu tentara wanita kebanggan Indonesia.

Nita Siahaan merupakan seorang Kowad (Korps Wanita Angkatan Darat) TNI AD pertama yang ditugaskan sebagai pengamat militer perwakilan dari Indonesia ke Kongo.

Selaku prajurit, Nita Siahaan pastinya punya harapan untuk diterjunkan langsung ke medan tempur demi membuktikan patriotismenya.

Maka, ketika beliau mendapat Surat Perintah Panglima TNI untuk bertugas sebagai Milobs (military observer) PBB atau pengamat militer di negara berkonflik, Kongo, beliau senang sekali karena harapannya berhasil terwujud.

Kongo berada di wilayah tengah Afrika.

Sebagai Milobs, Nita Siahaan ditugaskan mengikuti MONUC (Mission de l’Organisation des Nations Unies en République Démocratique du Congo) di Kongo.

Pada tanggal 18 Januari 2008, Nita Siahaan diberangkatkan menggunakan maskapai penerbangan Thai Airlines dengan rute Jakarta - Bangkok - Adissababa - Kinshasa.

Setelah sempat transit di Bangkok, akhirnya beliau sampai di Kongo pada keesokan harinya, tanggal 19 Januari 2008.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Awalnya di Kongo, Nita Siahaan sempat mengalami culture shock dikarenakan beliau berhadapan dengan budaya, orang-orang, iklim, dan lingkungan yang berbeda dengan negaranya sendiri.

Tapi lambat laun, beliau bisa beradaptasi dan mulai terbiasa untuk tinggal di sana.

Nita Siahaan menjalani misinya di Kongo selama kurang lebih setahun.

Dalam misinya di Kongo, Nita Siahaan melakukan beberapa tugas yang berkaitan dengan perannya sebagai Milobs.

Tugas tersebut meliputi pelaksanaan patroli di daerah setempat, melakukan verifikasi dan monitoring di daerah yang terdapat kasus pelanggaran atau kriminalitas, mengajar personel militer dari anggota kontingen lain, menangani proyek bantuan kemanusiaan di bidang pendidikan dan kesehatan, serta membuat laporan dan publikasi kegiatan misi di Kongo.

Bagi yang ingin mengikuti kisah perjalanan Nita Siahaan selama setahun di Kongo, Anda bisa membaca buku Setahun di Kongo: Kisah Penugasan Wanita TNI AD Pertama dalam Misi Perdamaian Dunia PBB.

Anda bisa membaca secara detail mengenai kisah pengalaman beliau dalam menjalankan misi di Kongo dalam buku tersebut.

Buku Setahun di Kongo bisa Anda dapatkan di Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau