Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Tugas dan Fungsi TNI AL dalam Operasi Diplomasi (Naval Diplomacy)

Kompas.com, 7 Mei 2024, 18:16 WIB
Buku Diplomasi Sang Hiu Kencana: Sang Hiu Kencana sebagai Aktor Naval Diplomacy Sumber Gambar: Dok. Elex Media Komputindo Buku Diplomasi Sang Hiu Kencana: Sang Hiu Kencana sebagai Aktor Naval Diplomacy
Rujukan artikel ini:
Diplomasi Sang Hiu Kencana: Sang…
Pengarang: Laksamana TNI Dr. Muhammad…
|
Editor Ratih Widiastuty

TNI AL sebagai komponen paling utama pertahanan negara pada wilayah laut Indonesia, memiliki salah satu tugas pokok, yaitu melaksanakan tugas diplomasi angkatan laut.

Diplomasi angkatan laut dilaksanakan dalam rangka mendukung kebijakan politik luar negeri yang ditetapkan oleh pemerintah.

Tugas diplomasi ini sangat vital untuk menjaga stabilitas pertahanan wilayah kelautan negara dengan negara lainnya.

Operasi diplomasi TNI AL adalah aktivitas pembinaan dan penggunaan kekuatan TNI AL yang ditujukan untuk melaksanakan tugas diplomasi angkatan laut (naval diplomacy).

Operasi ini melibatkan aktivitas berupa MTF (Military Treatment Facility), Patkor (patroli terkoordinasi) muhibah, latihan bersama dengan negara sahabat, dan kegiatan terkait lainnya.

Operasi diplomasi angkatan laut dilaksanakan juga dalam menanggulangi permasalahan yang kerap kali mengganggu wilayah perairan laut Indonesia.

Permasalahan tersebut di antaranya adalah gerakan separatis bersenjata, kejahatan siber, terorisme, drug trafficking, perompakan, penyelundupan, bencana alam, atau pandemi.

Pelaksanaan diplomasi angkatan laut diharapkan dapat mengatasi masalah-masalah tersebut demi terwujudnya perlindungan kepentingan nasional.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Tugas Operasi Diplomasi TNI AL

Operasi diplomasi TNI AL bertujuan untuk melindungi kepentingan nasional sekaligus mendukung kebijakan politik luar negeri pemerintah RI.

Adapun tugas operasi diplomasi TNI meliputi:

  1. Membangun kepercayaan dan persahabatan (confidence building measure).
  2. Melaksanakan upaya diplomasi pencegahan konflik (preventive diplomacy).
  3. Meningkatkan kemampuan militer dan pertahanan (military and defense capacity).
  4. Melaksanakan misi damai dengan pemeliharaan perdamaian dunia (peace keeping operations).
  5. Meningkatkan keamanan kawasan bersama (regional security enhancement) dan keamanan maritim (military security)

Fungsi Operasi Diplomasi TNI AL

Operasi diplomasi TNI AL sebagai upaya menjaga stabilitas pertahanan negara memiliki beberapa fungsi yaitu:

  1. Penangkal: Operasi diplomasi TNI AL dilakukan untuk mengurungkan niat atau mencegah upaya lawan yang berpotensi membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI, dan keselamatan bangsa.
  2. Penindak: Operasi diplomasi TNI AL dilakukan untuk menindaklanjuti konflik supaya tidak menyebar luas, atau jika memungkinkan konflik tersebut berhasil diredam dan diselesaikan.
  3. Pemulih: Operasi diplomasi TNI AL dilaksanakan guna memulihkan kondisi antar negara yang bersitegang (karena konflik atau permasalahan politik) dan mendorong hubungan antar negara tersebut kembali harmonis.

Itulah tadi penjelasan mengenai tugas dan fungsi dari pelaksanaan operasi diplomasi TNI AL.

Operasi diplomasi TNI AL memang memiliki peranan penting dalam upaya pertahanan negara Indonesia.

Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai aktivitas diplomasi TNI AL secara lebih terperinci, Anda bisa mengikuti kisah perjalanan Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam buku Diplomasi Sang Hiu Kencana: Sang Hiu Kencana sebagai Aktor Naval Diplomacy.

Buku ini berisi catatan kiprah beliau dalam melakukan berbagai aktivitas Naval Diplomacy seperti menjalin kerja sama multilateral, latihan bersama (Latma), patroli terkoordinasi (Patkor), dan aktivitas lainnya dalam lingkup antar negara.

Buku Diplomasi Sang Hiu Kencana: Sang Hiu Kencana sebagai Aktor Naval Diplomacy bisa Anda dapatkan di Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau