Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa itu Burnout: Pengertian, Tanda-Tanda, dan Cara Mengatasinya  

Kompas.com, 6 Maret 2024, 12:00 WIB
Buku Managing Employee Burnout Sumber Gambar: Gramedia.com Buku Managing Employee Burnout
Rujukan artikel ini:
Managing Employee Burnout
Pengarang: Shauna Moran
|
Editor Ratih Widiastuty

Bagi sebagian orang pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah burnout.

Istilah ini biasa dipakai dalam dunia kerja, baik kerja di kantor ataupun kerja di rumah (Work from Home/WFH).

Lantas, apa itu burnout? Simak pengertian, tanda-tanda, hingga cara mengatasi burnout melalui uraian berikut.

Pengertian Burnout

Burnout adalah kondisi diri di mana kita merasa lelah secara ekstrem, baik secara fisik maupun emosional.

Burnout awalnya dikategorikan sebagai sindrom stres umum.

Akan tetapi, World Health Organization (WHO) memperbarui terminologi burnout tersebut.

Menurut WHO, burnout merupakan sindrom yang dikonseptualisasikan sebagai akibat dari stres kronis yang belum berhasil terkelola saat di tempat kerja (WHO, 2019).

WHO saat ini mengklasifikasikan burnout sebagai ‘fenomena pekerjaan’, dalam artian sebagai sesuatu yang disebabkan oleh kondisi kerja.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Burnout kerap kali memengaruhi dan menghambat kemampuan kita untuk memberikan performa kerja terbaik.

Untuk itu, kita harus mengenal tanda-tanda dan cara mengatasi burnout agar pekerjaan yang kita lakukan tetap aman dan terkendali.

Tanda-Tanda Burnout

Burnout adalah hasil dari beberapa faktor di lingkungan kerja yang disebabkan oleh stres.

Akibat stres ketika tuntutan pekerjaan yang dihadapi lebih banyak daripada sumber daya dan kapasitas yang dimiliki, maka seseorang bisa menjadi burnout.

Lalu, apa saja tanda-tanda seseorang mengalami burnout? Inilah beberapa tanda dan gejalanya.

  • Merasa kecewa dan benci dengan pekerjaannya
  • Merasa energinya habis dan kelelahan
  • Menjadi sinis atau banyak mengkritik di tempat kerja
  • Terus memaksakan diri sendiri untuk bekerja dan mengalami kesulitan untuk memulai
  • Kesulitan untuk berhenti setelah bekerja dalam waktu lama
  • Menjadi mudah tersinggung dan tidak sabar dengan rekan kerja, klien, atau pelanggan
  • Kekurangan tenaga untuk menjadi produktif secara konsisten
  • Sulit untuk berkonsentrasi
  • Kurang puas dengan pencapaian yang diraih
  • Menggunakan obat-obatan atau alkohol untuk merasa lebih baik
  • Terganggu oleh keluhan fisik seperti sakit kepala, masalah lambung atau usus, dan keluhan lainnya

Cara Mengatasi Burnout

Supaya terhindar atau bisa kembali pulih dari burnout, kita bisa melakukan beberapa cara berikut.

  • Telusuri tingkat stres Anda setiap hari. Identifikasi pemicu, kebiasaan, atau perilaku yang membantu dan tidak membantu.
  • Bangun support system melalui pasangan, teman, keluarga, atau rekan kerja.
  • Membiasakan tidur, makan, dan melakukan aktivitas dengan pola yang lebih sehat
  • Lakukan hobi atau kegiatan lainnya yang Anda suka

Nah, itulah tadi penjelasan mengenai apa itu burnout, tanda-tanda, hingga cara mengatasinya.

Apabila Anda ingin mendapat informasi lebih lanjut seputar burnout, Anda bisa membacanya melalui buku Managing Employee Burnout karya Shauna Moran.

Anda bisa membeli buku ini di Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau