Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anatomi Fisiologis Sistem Pencernaan dan Mekanisme Kerjanya

Kompas.com, 5 Februari 2026, 15:00 WIB
Anatomi Fisiologis Sistem Pencernaan  Sumber Gambar: Freepik.com Anatomi Fisiologis Sistem Pencernaan 
Rujukan artikel ini:
Ensiklopedia: Sistem Pencernaan Manusia
Pengarang: Rizky Utami
Penulis Adnan
|
Editor Novia Putri Anindhita

Sistem pencernaan merupakan jaringan organ yang bekerja secara sistematis untuk mengolah seluruh asupan nutrisi tubuh kamu.

Setiap zat gizi yang kamu konsumsi akan melewati berbagai tahapan biologis yang sangat teratur dan sistematis.

Memahami mekanisme ini membantu kamu untuk lebih menghargai setiap proses hebat yang terjadi dalam diri.

Pengetahuan mengenai fisiologi ini akan sangat berguna saat kamu harus menghadapi ujian atau menyusun tugas sekolah.

Para tenaga medis juga menggunakan pemahaman dasar ini sebagai fondasi dalam memberikan edukasi kesehatan kepada pasien.

Mari kita pelajari bersama bagaimana tubuhmu memproses setiap asupan makanan yang masuk ke dalam perutmu harian.

6 Tahap Proses Pencernaan Manusia

Kamu perlu mengenali urutan kerja metabolisme tubuh agar dapat memahami cara kerja seluruh organ pencernaan ini.

1. Ingesti

Tahap awal ini dimulai saat kamu memasukkan makanan atau minuman segar ke dalam rongga mulut secara sadar.

Langkah pertama ini melibatkan koordinasi saraf serta otot rahang untuk memulai proses penghancuran makanan dalam mulut.

Keberhasilan tahap ingesti sangat bergantung pada kemampuanmu dalam memilih asupan yang sehat bagi kesehatan tubuh kamu.

Makanan yang kamu pilih akan menentukan seberapa besar energi yang akan didapatkan oleh sistem metabolisme tubuh.

2. Propulsi

Setelah makanan masuk, tubuh akan menggerakkan makanan tersebut ke sepanjang saluran pencernaan melalui mekanisme dorongan kuat.

Proses ini melibatkan gerakan menelan secara sadar serta gerakan peristaltik yang terjadi secara otomatis dalam saluran cerna.

Otot halus pada dinding saluran akan berkontraksi secara ritmis untuk memastikan makanan terus bergerak menuju ke lambung.

Tanpa mekanisme propulsi ini, asupan nutrisi tidak akan pernah sampai ke organ pengolahan lebih lanjut bagi tubuh.

Gerakan peristaltik bekerja seperti gelombang yang mendorong gumpalan makanan agar tetap berada pada jalur pencernaan yang benar.

Seluruh proses propulsi ini berjalan secara sinkron tanpa perlu kamu perintahkan secara sadar setiap saat oleh otak.

3. Digesti Mekanik

Proses ini mencakup pengunyahan di mulut serta pengadukan makanan yang terjadi secara intens di dalam kantung lambung.

Penghancuran fisik ini bertujuan untuk memperluas permukaan makanan yang akan terpapar oleh berbagai enzim pencernaan tubuh kamu.

Kamu akan merasakan perut bekerja keras saat proses pengadukan ini terjadi setelah menyantap makanan dalam porsi besar.

Proses mekanis ini memastikan tekstur makanan menjadi cukup halus untuk melewati saluran usus yang sangat sempit sekali.

Setiap gerakan otot dalam lambung membantu memecah struktur makanan menjadi butiran yang sangat lembut bagi proses kimiawi.

4. Digesti Kimiawi

Pada tahap ini, molekul besar seperti karbohidrat serta protein diurai menjadi senyawa organik yang jauh lebih sederhana.

Proses tersebut melibatkan berbagai sekresi asam lambung serta cairan empedu yang dihasilkan oleh organ hati dalam tubuh.

Tanpa bantuan enzim, tubuhmu akan kesulitan mendapatkan energi dari makanan yang telah kamu konsumsi sebelumnya secara rutin.

Enzim amilase, protease, dan lipase bekerja secara spesifik untuk memecah zat gizi sesuai dengan jenis molekul dasarnya.

Cairan kimia dalam tubuhmu bertugas merombak struktur kimia makanan agar menjadi partikel yang mudah diserap oleh sel.

5. Absorpsi

Penyerapan nutrisi merupakan tahap yang terjadi di dalam bagian usus halus yang memiliki saluran sangat panjang.

Nutrisi yang telah hancur akan menembus lapisan mukosa usus untuk segera diedarkan ke seluruh jaringan tubuh kamu.

Air serta mineral juga diserap kembali oleh usus besar agar keseimbangan cairan internal tubuh tetap terjaga baik.

Proses absorpsi inilah yang memberikan kamu kekuatan fisik untuk beraktivitas serta menjalankan fungsi organ tubuh setiap hari.

Dinding usus halus memiliki jonjot kecil yang berfungsi untuk memperluas area penyerapan zat gizi makanan secara maksimal.

Zat gizi yang terserap akan masuk ke aliran darah untuk dibawa menuju sel-sel yang sangat membutuhkan asupan.

6. Defekasi

Tahap akhir ini melibatkan proses pengeluaran sisa makanan yang tidak dapat lagi dicerna oleh sistem pencernaan tubuh.

Zat sisa tersebut akan dikumpulkan di usus besar sebelum akhirnya dikeluarkan melalui anus secara teratur dan berkala.

Proses pembuangan ini menjaga tubuhmu agar tetap bersih dari tumpukan limbah metabolisme yang sudah tidak berguna lagi.

Defekasi yang lancar merupakan salah satu indikator bahwa kesehatan sistem pencernaanmu sedang berada dalam kondisi sangat baik.

Tubuhmu akan merasa jauh lebih ringan setelah berhasil membuang seluruh sisa metabolisme yang tidak terpakai oleh sel.

Pastikan kamu mengonsumsi cukup serat untuk mempermudah proses pengeluaran zat sisa dari dalam saluran usus besar kamu.

Organ Sistem Pencernaan

1. Rongga Mulut

Rongga mulut merupakan tempat pertama terjadinya proses penghancuran makanan secara mekanis menggunakan bantuan gigi dan lidah kamu.

Gigi seri bertugas memotong makanan menjadi bagian kecil agar lebih mudah diolah oleh organ pencernaan pada tahap selanjutnya.

2. Kelenjar Saliva

Kelenjar Saliva menghasilkan air liur yang mengandung enzim pencernaan untuk memulai pemecahan zat tepung secara kimiawi awal.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Kehadiran air liur juga berfungsi untuk melunakkan tekstur makanan agar tidak melukai dinding kerongkongan saat kamu menelannya nanti.

3. Lidah

Lidah membantu mengatur posisi makanan saat dikunyah serta mendorong bolus makanan menuju ke arah tenggorokan secara sadar.

Organ ini juga memiliki bintil pengecap yang membantu kamu dalam merasakan kelezatan serta kualitas makanan yang sedang dikonsumsi.

4. Faring

Faring merupakan saluran pendek yang bertugas mengarahkan gumpalan makanan menuju ke bagian dalam saluran kerongkongan dalam tubuh kamu.

Pada bagian ini terdapat epiglotis yang akan menutup saluran pernapasan secara otomatis saat kamu melakukan gerakan menelan makanan.

5. Esofagus

Esofagus melakukan gerakan otot peristaltik untuk mendorong makanan masuk ke dalam lambung secara perlahan namun sangat pasti sekali.

Lapisan mukosa pada esofagus menghasilkan lendir yang berfungsi untuk memperlancar perjalanan bolus makanan menuju ke arah perut bawah.

6. Lambung

Lambung mengeluarkan asam klorida yang sangat kuat untuk membunuh kuman serta memulai proses pencernaan protein secara efektif sekali.

Dinding lambung yang sangat elastis memungkinkan organ ini untuk menyimpan makanan dalam jumlah yang cukup banyak saat makan.

7. Otot Sfingter Esofagus Bagian Bawah

Otot sfingter esofagus bagian bawah berfungsi sebagai katup yang mencegah isi lambung agar tidak kembali naik ke kerongkongan.

Gangguan pada katup ini dapat menyebabkan rasa perih di dada akibat paparan asam lambung yang keluar dari tempatnya.

8. Usus Halus

Usus halus terdiri dari duodenum, jejunum, serta ileum yang menjadi lokasi paling intens untuk proses penyerapan nutrisi tubuh.

Panjang usus halus yang mencapai beberapa meter memastikan setiap molekul makanan memiliki waktu cukup untuk diproses secara maksimal.

9. Hati

Hati memproduksi cairan empedu yang disimpan di kantung empedu sebelum digunakan untuk membantu proses emulsi lemak dalam usus.

Organ ini juga bertugas menyaring zat kimia berbahaya yang masuk ke dalam aliran darah setelah proses penyerapan nutrisi.

10. Kantung Empedu

Kantung empedu melepaskan cairan pekat ke dalam usus dua belas jari saat makanan berlemak mulai masuk ke saluran.

Cairan empedu ini sangat diperlukan agar enzim lipase dapat bekerja dengan lebih efisien dalam memecah molekul lemak makanan.

11. Pankreas

Pankreas menghasilkan berbagai jenis enzim pencernaan serta hormon insulin untuk mengatur kadar gula dalam aliran darah tubuh kamu.

Enzim dari pankreas akan dialirkan menuju usus halus untuk menyempurnakan proses pemecahan zat gizi menjadi molekul sangat sederhana.

12. Usus Besar

Usus besar menyerap sisa air secara maksimal sehingga limbah makanan berubah menjadi bentuk feses yang lebih padat sekali.

Proses penyerapan air ini sangat penting untuk menjaga agar tubuh kamu tidak kehilangan terlalu banyak cairan selama pencernaan.

13. Bakteri Baik di Usus Besar

Bakteri baik di usus besar besar membantu membusukkan sisa makanan serta memproduksi vitamin yang berguna bagi kesehatan sistem saraf.

Keseimbangan mikroflora di dalam usus besar sangat bergantung pada pola makan sehat yang kamu jalankan setiap harinya tersebut.

14. Rektum

Rektum berfungsi sebagai area penyimpanan sementara sebelum tubuhmu merasa siap untuk melakukan proses pembuangan limbah sisa metabolisme tubuh.

Saraf di dinding rektum akan memberikan informasi kepada otak saat volume feses sudah mulai memenuhi ruang penyimpanan tersebut.

15. Anus

Anus merupakan pintu keluar terakhir yang dikendalikan oleh otot sfingter untuk mengatur waktu pengeluaran sisa makanan dari tubuh.

Otot ini bekerja secara koordinatif agar kamu dapat mengontrol proses pembuangan zat sisa dengan cara yang sangat nyaman.

Cara Menjaga Sistem Pencernaan

Menjaga keutuhan fungsi organ pencernaan memerlukan tindakan nyata yang bisa kamu lakukan dalam kehidupan sehari-hari secara disiplin.

Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan.

1. Mengonsumsi Serat secara Teratur

Kamu perlu mengonsumsi sayuran serta buah-buahan segar untuk menjaga agar gerakan usus tetap lancar setiap pagi hari.

Serat bekerja seperti alat pembersih yang menyapu sisa makanan di dinding usus agar tidak mengendap menjadi racun berbahaya.

2. Mencukupi Kebutuhan Cairan Tubuh

Minum air putih yang cukup sangat membantu proses pelarutan zat gizi di dalam saluran usus halus kamu tersebut.

Cairan juga memastikan tekstur feses tetap lunak sehingga proses pengeluaran zat sisa menjadi jauh lebih mudah bagi anus.

3. Mengunyah Makanan Secara Perlahan

Tindakan ini memberikan kesempatan bagi enzim di mulut untuk bekerja maksimal sebelum makanan masuk ke dalam kantung lambung.

Mengunyah dengan baik juga mencegah lambung bekerja terlalu berat dalam menghancurkan gumpalan makanan yang masih kasar dan keras.

4. Rutin Melakukan Aktivitas Fisik

Olahraga ringan akan merangsang kontraksi otot usus sehingga perjalanan sisa makanan menuju saluran pembuangan menjadi jauh lebih lancar.

Aktivitas ini juga membantu menjaga berat badan tetap ideal agar tekanan pada organ pencernaan tetap berada batas normal.

Memahami setiap mekanisme kerja tubuh merupakan langkah pertama yang sangat penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang bagi kamu.

Penjelasan mendalam mengenai anatomi ini memang membutuhkan konsentrasi tinggi agar seluruh informasi dapat terserap dengan sangat baik sekali.

Kamu dapat terus menggali informasi mengenai sistem organ manusia melalui berbagai referensi literasi yang sangat terpercaya dan akurat.

Membaca buku ensiklopedia akan membantumu memahami kerumitan fungsi biologis dengan bantuan visualisasi yang sangat menarik untuk kamu pelajari.

Salah satu buku yang sangat direkomendasikan adalah buku yang berjudul Ensiklopedia: Sistem Pencernaan Manusia karya Rizky Utami.

Buku ini menyajikan fakta ilmiah mengenai sistem pencernaan dengan ilustrasi yang sangat memudahkan para pelajar dalam memahami materi.

Segera lengkapi koleksi bacaan berkualitas kamu dengan memesan buku ini di Gramedia Digital.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau