Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jinbe Akhirnya Bertempur Bersama Kru Topi Jerami dalam One Piece 97!

Kompas.com, 22 Desember 2021, 14:25 WIB
Sumber Gambar: Dok. Elex Media Komputindo
Rujukan artikel ini:
One Piece 97
Pengarang: Eiichiro Oda
Penulis Vonny
|
Editor Almira Rahma Natasya

Kali ini sampul One Piece jilid 97 tampil dengan warna dominan merah menyala yang seolah menggambarkan kemeriahan pembukaan perang Wano.

Tidak hanya menampilkan tiga kapten bajak laut dari Generasi Terburuk yang menjadi figur sentral dalam perang Wano ini, tapi juga ada Tobiroppo, enam tokoh bawahan Bajak Laut Kaido yang namanya sudah banyak disebutkan di jilid-jilid sebelumnya.

Mereka bersama para Ookanban diprediksi akan menyulitkan pergerakan kubu Kin’emon dan Luffy ke depannya.

Awal Cerita One Piece Jilid 97

Cerita dibuka dengan terungkapnya pengkhianatan Kanjuro yang ternyata masih termasuk klan Kurozumi, musuh bebuyutan klan Kozuki sejak generasi terdahulu.

Bahkan Kanjuro berhasil menculik Momonosuke untuk dibawa ke hadapan Orochi di pulau Onigashima.

Kemampuan Kanjuro menepis jurus Kawamatsu dan melarikan diri dari kejaran kubu Kin’emon dengan berbagai jurus buah iblisnya sangat mencengangkan Kin’emon dan kawan-kawan, karena selama ini Kanjuro tampak payah memakai jurusnya.

Di tengah gempuran kapal bawahan Kaido, tiba-tiba muncul Kyoshiro, dedengkot yakuza dari ibu kota Bunga yang menjadi bawahan setia Orochi.

Tanpa disangka kedua belah pihak, Kyoshiro malah menebas kapal bawahan Kaido dan mengikrarkan diri akan membantu Kubu Kin’emon menyerbu Onigashima.

Belum habis keterkejutan mereka, Kyoshiro membuka jati dirinya yang sesungguhnya yang ternyata adalah Denjiro, salah seorang dari Sembilan Pria Bersarung Pedang Merah, samurai pengikut Kozuki Oden yang selama ini menghilang.

Pertempuran dalam One Piece Jilid 97

Denjiro tidak sendirian, dia membawa serta seribu samurai yang sempat ditahan di rumah tahanan Rasetsu sehingga menambah daya tempur kubu Kin’emon menjadi 5.200 prajurit, masih amat jauh dari gabungan pasukan Kaido dan Orochi yang berjumlah tiga puluh ribu personel.

Meski begitu, ini menjadi penambah semangat tempur kubu Kin’emon yang sempat terpuruk.

Di tengah kegembiraan sesaat itu, kapal musuh yang dilengkapi dengan persenjataan canggih kemudian menyerang dan menenggelamkan beberapa kapal dari armada kapal kubu Kin’emon.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Pada saat kritis tersebut, sebuah tombak dari ombak menembus kapal musuh.

Di tengah-tengah puing kapal musuh yang tenggelam, Jinbe Sang Ksatria Laut berdiri gagah menyatakan diri sebagai kru Bajak Laut Topi Jerami yang siap tempur bersama sang kapten dalam pertempuran Wano.

Gayanya saat memperkenalkan diri yang ala yakuza dengan telapak tangan menghadap atas untuk menunjukkan diri tidak bersenjata, mencerminkan sifatnya yang menjunjung tata krama dan sopan santun.

Siapa Itu Jinbe?

Jinbe adalah manusia ikan hiu paus yang berasal dari Kerajaan Ryugu, Pulau Manusia Ikan, Grand Line.

Usianya 46 tahun yang membuatnya jadi kru Topi Jerami tertua kedua setelah Brook.

Tinggi badannya 301 sentimeter sehingga dia menjadi kru Topi Jerami tertinggi.

Sebelumnya, dia sempat menjadi kapten Bajak Laut Taiyo setelah kaptennya yang bernama Fisher Tiger meninggal.

Namanya disebutkan oleh Yosaku pertama kali dalam babak Arlong Park dalam jilid delapan.

Sosoknya baru ditampilkan Oda dalam babak Impel Down dalam One Piece Jilid 54.

Luffy sempat memintanya jadi kru Topi Jerami dalam One Piece Jilid 66 yang komiknya terbit pada tahun 2011, namun Jinbe menolak karena sedang berafiliasi dengan Bajak Laut Big Mom dan merasa masih punya tanggung jawab atas krunya di Bajak Laut Taiyo.

Akhirnya dalam One Piece Jilid 90 yang di Jepang terbit pada tahun 2018, Jinbe bersedia menjadi kru Topi Jerami dan setelah satu dekade sejak diundang Luffy dan dua dekade setelah namanya disebutkan pertama kali di East Blue, pembaca akhirnya bisa menyimak aksi Jinbe yang bertarung sebagai salah satu kru Topi Jerami.

Seperti apa jalannya pertempuran di Wano yang konon menjadi yang terbesar setelah Perang Puncak?

Simak keseruannya dalam One Piece jilid 97 yang sudah bisa kamu dapatkan sejak 3 November 2021 lalu di Gramedia.com!

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Cash Stuffing vs Budgeting Digital: Mana yang Lebih Ampuh?

Cash Stuffing vs Budgeting Digital: Mana yang Lebih Ampuh?

buku
Weton Tulang Wangi dalam Hubungan Asmara: Daya Pikat dan Tantangannya

Weton Tulang Wangi dalam Hubungan Asmara: Daya Pikat dan Tantangannya

buku
7 Cara Berhenti Belanja Impulsif: Panduan Psikologi dan Finansial

7 Cara Berhenti Belanja Impulsif: Panduan Psikologi dan Finansial

buku
Apa Itu Cash Stuffing? Berikut Panduan Dasar, Contoh Kategori, dan Trik Suksesnya

Apa Itu Cash Stuffing? Berikut Panduan Dasar, Contoh Kategori, dan Trik Suksesnya

buku
Yuk, Bertualang Bersama Para Pangeran yang Penuh Inspirasi Melalui Seri The Prince!

Yuk, Bertualang Bersama Para Pangeran yang Penuh Inspirasi Melalui Seri The Prince!

buku
Panduan Lengkap Declutter Google Drive untuk Bersihkan Memori 

Panduan Lengkap Declutter Google Drive untuk Bersihkan Memori 

buku
7 Cara Mengurangi Screen Time untuk Meningkatkan Produktivitas

7 Cara Mengurangi Screen Time untuk Meningkatkan Produktivitas

buku
Gacha Artinya Apa? Simak Istilah, Sejarah, dan Sistemnya dalam Game

Gacha Artinya Apa? Simak Istilah, Sejarah, dan Sistemnya dalam Game

buku
PeopleMath Tawarkan Perspektif Baru tentang Produktivitas Kerja

PeopleMath Tawarkan Perspektif Baru tentang Produktivitas Kerja

buku
Apa itu Gharar? Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Transaksi Digital

Apa itu Gharar? Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Transaksi Digital

buku
Kenapa Plushies Populer? Ini Alasannya Digemari Berbagai Kalangan

Kenapa Plushies Populer? Ini Alasannya Digemari Berbagai Kalangan

buku
Plushies Artinya Apa? Kenali Pengertian dan Perbedaannya dengan Boneka

Plushies Artinya Apa? Kenali Pengertian dan Perbedaannya dengan Boneka

buku
Weton Tulang Wangi dalam Kehidupan Sosial

Weton Tulang Wangi dalam Kehidupan Sosial

buku
Karakter Weton Tulang Wangi: Sifat Positif dan Sisi Gelap

Karakter Weton Tulang Wangi: Sifat Positif dan Sisi Gelap

buku
5 Keistimewaan Weton Tulang Wangi: Rahasia Rezeki dan Kejayaan Masa Depan

5 Keistimewaan Weton Tulang Wangi: Rahasia Rezeki dan Kejayaan Masa Depan

buku
7 Ciri Weton Tulang Wangi yang Paling Akurat Menurut Primbon Jawa

7 Ciri Weton Tulang Wangi yang Paling Akurat Menurut Primbon Jawa

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau