Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Hidup Bahagia dengan Bersikap Bodo Amat

Kompas.com, 2 Juni 2023, 12:49 WIB
Tips Hidup Bahagia Sumber Gambar: Freepik.com Tips Hidup Bahagia
|
Editor Ratih Widiastuty

Kehidupan akan selalu memberikan dinamika yang sudah pasti akan diwarnai dengan kebahagiaan dan kesedihan yang datangnya tak pernah diduga-duga sebelumnya.

Apalagi mungkin banyak dari kita yang selalu merasa jika hidup seperti ingin menguji diri kita dengan berbagai ujian dan masalah yang seakan datang tanpa henti.

Sebetulnya kebahagiaan sendiri tidak sulit untuk didapatkan apabila kita mampu melihatnya dengan perspektif yang cukup sederhana tanpa memikirkan standar-standar yang diciptakan oleh masyarakat.

Pasalnya, kebahagiaan terasa mulai menjauh tatkala kita mulai menuruti tuntutan dan tekanan masyarakat akan standar kebahagiaan yang justru malah menimbulkan rasa tidak nyaman.

Memang sulit sekali rasanya untuk mampu bersikap bodo amat dengan pendapat dan standar yang diberikan masyarakat tentang kebahagiaan yang mesti diraih, karena kita takut dikucilkan dan dianggap melenceng oleh komunitas.

Namun, di zaman digital yang sudah semakin maju ini, opini atau standar kebahagiaan yang ada sudah tidak relevan lagi sehingga dibutuhkan keberanian untuk bodo amat dalam menanggapi penilaian orang-orang akan makna bahagia dari diri kita sendiri.

Meskipun terasa seperti acuh tak acuh, tapi sikap bodo amat yang dimaksud di sini adalah bukan tidak mendengarkan sama sekali semua opini, tapi lebih ke menyaring hal-hal apa saja yang layak mendapatkan perhatian kita.

Berikut beberapa tips bahagia yang bisa kita coba dalam kehidupan sehari-hari.

Tips Hidup Bahagia

1. Bersikap Bodo Amat

Bersikap “bodo amat” yang dimaksud di sini bukanlah apatis terhadap lingkungan sekitar, tapi bodo amat yang dimaksud adalah dengan memilah dan memilih hal mana yang layak kita pedulikan dan mana yang tidak.

Satu hal yang perlu diingat tentang kehidupan adalah waktu yang kita miliki di dunia ini sangatlah singkat sehingga memedulikan hal-hal tidak penting, seperti omongan buruk tetangga hanyalah membuang-buang waktu belaka.

Dengan menanggapi hal-hal yang lebih penting dan bermakna, maka hidup pun akan terasa jauh lebih bahagia untuk dijalani.

2. Jangan Menghindari Masalah

Kebahagiaan tidak akan datang secara tiba-tiba karena merupakan hasil dari sesuatu yang mampu kita selesaikan.

Sederhananya, masalah adalah sesuatu yang justru mampu menciptakan rasa bahagia di tengah kehidupan kita.

Maka dari itu, ketika masalah datang menghampiri, jangan menyangkal atau menghindarinya karena justru malah akan menambah bobot dari masalah itu sendiri.

Cobalah untuk menghadapi dan mengurai jalan keluar agar masalah tersebut bisa terselesaikan supaya kebahagiaan datang setelahnya.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

3. Jangan Melupakan Tujuan Akhir dari Perjuanganmu

Untuk mencapai atau mendapatkan sesuatu, maka selalu ada harga yang harus dibayar selama prosesnya.

Hal ini memang benar adanya karena setiap tujuan yang ingin kita capai tentunya memerlukan usaha dan perjuangan yang tidak mudah.

Apabila kita mulai merasa lelah akan setiap usaha yang kita lakukan, maka selalu ingat apa tujuan akhir yang ingin kamu capai dalam perjuangan tersebut.

Jika tujuan tersebut memiliki makna yang mendalam, bukan sesuatu yang mustahil untuk bertahan melaluinya demi kebahagiaan yang semakin dekat di depan mata.

4. Merangkul Ketidakpastian

Banyak dari kita selalu mencari kepastian dalam hidup untuk merasa lebih aman dan sejahtera.

Faktanya, kepastian itu hanya bersifat fana sehingga malah menimbulkan penderitaan dan kekhawatiran yang tidak berujung dalam kehidupan.

Merangkul ketidakpastian justru malah menjadi kunci dalam menciptakan kebahagiaan di kehidupan ini.

Dengan menyadari dan memahami jika hidup ini penuh dengan ketidakpastian, maka kebahagiaan justru akan lebih mudah untuk dirasakan.

5. Jangan Takut Berkata Tidak

Kebanyakan masyarakat Indonesia tentunya sulit untuk menolak permintaan orang lain karena takut dianggap tidak sopan dan menyinggung orang lain.

Namun, ternyata hal ini sangat keliru karena kita justru malah mengabaikan kebahagiaan diri sendiri.

Satu hal yang mesti ingat, hidup kita adalah untuk diri sendiri, bukan untuk menyenangkan atau memenuhi ekspektasi orang lain.

Maka dengan menolak atau berkata tidak pada permintaan orang lain yang tidak sesuai dengan hati kita bukanlah sebuah kesalahan, tapi justru adalah kunci kebahagiaan.

Seluruh tips hidup bahagia ini bisa kamu temukan secara lebih lengkap dan terperinci lagi melalui prinsip-prinsip yang akan dijabarkan dalam buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat yang ditulis oleh Mark Manson.

Buku yang menjadi best seller versi New York Times dan Globe and Mail ini akan menjadi pendekatan yang waras dalam menjalani hidup yang lebih bahagia.

Pesan dan beli bukunya sekarang juga di Gramedia.com.


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau