Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

9 Rekomendasi Film Korea Sedih tentang Keluarga, Ada Silenced hingga Hope!

Kompas.com, 22 Maret 2023, 12:00 WIB
Film Korea Sedih tentang Keluarga Sumber Gambar: Justwatch.com Film Korea Sedih tentang Keluarga
Rujukan artikel ini:
Kimbab Family: (Bukan) Kisah Drama…
Pengarang: Kimbab Family
|
Editor Ratih Widiastuty

Budaya K-Pop yang semakin menjamur saat ini membuat popularitas film Korea juga turut meningkat.

Ada berbagai macam kisah dalam film Korea yang dapat ditonton, salah satunya tentang keluarga.

Film Korea sedih tentang keluarga dapat menjadi salah satu pilihan tontonan dalam mengisi waktu luang.

Selain itu, film Korea sedih tentang keluarga juga umumnya memiliki banyak pelajaran yang dapat menginspirasi kehidupan.

Ada berbagai pesan mendalam yang disampaikan dalam film Korea tentang keluarga, salah satunya dalam berbagi kasih sayang antara anak dan orang tua atau sebaliknya serta kasih sayang kakek-nenek dengan cucunya.

Tertarik menonton film Korea sedih tentang keluarga? Berikut 9 rekomendasinya.

Rekomendasi Film Korea Sedih tentang Keluarga

1. Always (2011)

Film ini mengisahkan tentang seorang mantan petinju yang berjuang untuk mengambil kembali hidupnya dan seorang wanita tunanetra.

Keduanya bertemu secara kebetulan dan menghabiskan kebiasaan bersama hingga hubungan mereka semakin dekat.

Setelah saling mengenal satu sama lain, ternyata mereka memiliki keterkaitan di masa lalu ketika harus berjuang dalam memenuhi kehidupan keluarganya masing-masing.

2. Silenced (2011)

Film ini diadaptasi dari kisah nyata dan menceritakan tentang seorang guru yang datang ke sekolah untuk anak-anak tuna rungu dan tunanetra.

Setelah mulai mengajar, ia kemudian menemukan fakta bahwa sejumlah anak di telah menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual di tangan staf sekolah tersebut.

3. A Werewolf Boy (2012)

Film ini mengisahkan seorang gadis remaja yang baru saja pindah ke sebuah desa dan bertemu dengan seorang anak laki-laki yang memiliki kemampuan seperti serigala.

Keduanya tumbuh dekat dan membangun hubungan yang indah, namun rahasia di balik keberadaan anak laki-laki tersebut mengancam untuk memisahkan mereka.

4. Miracle in Cell No. 7 (2013)

Film ini menceritakan tentang seorang ayah dengan keterbelakangan mental yang dituduh melakukan kejahatan yang tidak dilakukannya dan kemudian dipenjara.

Dalam penjara, ia berjuang untuk mempertahankan hubungan dengan putrinya, yang sangat ia cintai.

5. Hope (2013)

Film ini menceritakan tentang keluarga yang terusir dari rumah mereka dan pindah ke daerah yang baru.

Saat berada di lingkungan baru, putri mereka menjadi korban kekerasan seksual dan mereka berusaha berjuang untuk pulih sekaligus membawa pelaku agar mendapatkan hukuman maksimal.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

6. The Attorney (2013)

Film ini terinspirasi oleh kisah nyata seorang pengacara Korea Selatan yang berjuang melawan pemerintah otoriter pada tahun 1980-an.

Ketika putranya ditangkap oleh pemerintah karena terlibat dalam gerakan demokrasi, ia berjuang untuk membebaskannya dan melindungi keluarganya.

7. My Brilliant Life (2014)

Film ini mengisahkan tentang seorang remaja yang lahir dengan kondisi genetik langka yang membuatnya menua lebih cepat daripada orang biasa.

Meski begitu, ia tumbuh dengan kedua orang tua yang mencintainya serta berusaha membuatnya tetap berjuang diri.

Melihat semangat orang tuanya, ia pun berjuang untuk memahami arti hidupnya dan mencintai keluarganya, terutama ketika ayahnya menghadapi tantangan kesehatan sendiri.

8. Ode to My Father (2014)

Film ini menceritakan tentang perjalanan hidup seorang pria Korea Selatan dari masa kecilnya di masa Perang Korea hingga menjadi seorang kakek.

Selama perjalanan hidupnya, ia mengalami banyak kesulitan dan kehilangan, tetapi keluarganya selalu menjadi pusat kehidupannya.

9. The Long Way Home (2016)

Film ini menceritakan tentang seorang tentara Korea Selatan dan Korea Utara dalam sebuah perang.

Keduanya tanpa sengaja bertemu dan terlibat dalam perjalanan tidak terduga bersama selama 3 hari.

Dalam perjalanan tersebut, keduanya saling menceritakan tentang keluarga yang dirindukannya satu sama lain.

Hal itu kemudian membuat mereka tidak lagi memikirkan gerilya perang, tetapi berusaha untuk pulang dan hidup damai bertemu keluarga.

Itulah 9 rekomendasi film Korea sedih tentang keluarga yang dapat kamu pilih untuk menjadi referensi tontonan yang memberikan pembelajaran.

Nah, sebuah film tidak hanya menjadi media dalam menyampaikan pesan, tetapi juga untuk memperkenalkan sebuah kebudayaan.

Selain menonton film Korea sedih tentang keluarga, kamu juga dapat mengenali kebudayaan Korea dengan membaca buku Kimbab Family: (Bukan) Kisah Drama Korea.

Buku ini tidak hanya memperkenalkan pembaca tentang kebudayaan Korea, tetapi juga romantisme keluarga pasangan Korea Selatan dan Indonesia, yaitu Jay dan Gina.

Keduanya menjalankan rumah tangga dengan ketiga anak dan dikenal sebagai keluarga Kimbab Family.

Lewat kisah mereka yang dituliskan dalam buku ini, pembaca akan diberikan kesadaran tentang hidup yang tak melulu mulus seperti dalam drama Korea.

Meski begitu, buku ini juga dapat menjadi inspirasi bagi pembaca terutama dalam menjaga pernikahan berbeda budaya sekaligus mendidik anak-anak mereka.

Untuk kamu yang tertarik dengan buku Kimbab Family: (Bukan) Kisah Drama Korea, bisa langsung membelinya di toko buku Gramedia atau secara online melalui Gramedia.com!

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau