Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bentuk Apresiasi pada Guru, Ini 5 Contoh Puisi tentang Guru yang Menyentuh Hati

Kompas.com, 12 Desember 2022, 12:00 WIB
Contoh Puisi Guru  Sumber Gambar: Freepik.com Contoh Puisi Guru 
Rujukan artikel ini:
Selamat Datang, Bulan *Puisi
Pengarang: Theoresia Rumthe
Penulis Okky Olivia
|
Editor Ratih Widiastuty

Semua orang pasti setuju kalau guru bisa disebut sebagai sosok pahlawan tanpa tanda jasa.

Bukan tanpa alasan, guru memiliki peran yang penting dalam kehidupan, layaknya pahlawan yang berjuang keras demi menjaga persatuan dan keutuhan negara ini.

Meski ada beberapa guru yang suka melanggar peraturan dan melakukan tindakan yang tidak patut ditiru, masih ada banyak guru lain yang dengan tulus memberikan bekal ilmu bagi para anak didiknya.

Bagi para siswa, ada banyak sekali cara yang dapat dilakukan untuk mengungkapkan rasa cinta dan hormatnya pada guru.

Salah satu caranya bisa dengan memperhatikan mereka saat kegiatan pembelajaran, menyapa mereka saat bertemu di jalan, sampai membuatkannya sebuah puisi.

Selain menjadi karya sastra, puisi bisa dijadikan sebagai bentuk ungkapan spesial kepada para guru yang telah mendidik kita.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa contoh puisi tentang guru yang telah berjasa mendidik kita semua.

Contoh Puisi tentang Guru

1. Puisi “Terima Kasih Guru” - Chairil Anwar

Terima kasih guru

Untuk teladan yang telah kau berikan

Aku selalu mempertimbangkan semua yang telah kau ajarkan

Dan merefleksikan itu semua pada karakter pribadiku

Aku mau menjadi seperti dirimu

Pintar, menarik, dan gemesin

Positif, percaya diri, dan protektif

Aku mau menjadi seperti dirimu

Berpengetahuan dan punya pemahaman yang mendalam

Berpikir dengan hati dan juga kepala

Memberikan kami yang terbaik

Dengan sensitif dan penuh perhatian

Aku mau menjadi seperti dirimu

Memberikan waktu, energi, dan juga bakatmu

Untuk meyakinkan masa depan yang cerah

Pada kita semua

Terima kasih guru

Kau telah membimbing kamu

Aku sungguh ingin menjadi sepertimu

2. Puisi “Guru” - Kahlil Gibran

Barang siapa mau menjadi guru

Biarlah ia memulai mengajar dirinya sendiri

Sebelum mengajarkan orang lain

Biarkan pula ia mengajar dengan teladan

Sebelum mengajar dengan kata-kata

Sebab mereka yang mampu mengajar dirinya sendiri

Dengan membenarkan perbuatan-perbuatannya sendiri

Lebih berhak atas penghormatan dan kemuliaan

3. Puisi “Guruku Nomor Satu” - Chairil Anwar

Dengan namamu yang pengasih dan penyayang

Aku bahagia karena kamu adalah guruku

Aku menikmati setiap pembelajaran yang kamu berikan

Sebagai teladan, kamu memberikanku inspirasi

Untuk bermimpi, untuk bekerja, untuk berani menggapai

Dengan kebaikanmu, aku memperhatikanmu

Tiap hati kamu menanamkan benih-benih

Dengan motivasi dan pengalaman hidupmu

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Agar aku tahu, agar aku tumbuh, agar aku sukses

Kamu menolongku dan mengembangkan potensiku

Aku berterima kasih untuk semua jasa-jasamu

Aku selalu berdoa untukmu setiap hari, dan aku ingin berkata

Sebagai seorang guru, kamu adalah nomor satu di hatiku

4. Puisi “Guruku”

Kau adalah pembimbingku

Pengajar dalam kehidupanku

Kau bagaikan penerang dalam hidupku

Tanpa kehadiranmu, apalah jadinya aku?

Oh, guruku

Bagiku kau adalah pahlawan

Telah banyak ilmu yang kau ajarkan

Demi masa depanku yang lebih terang

Tak kenal lelah kau mengajariku

Sampaiku mengetahui ini dan itu

Dengan sabar kau ajariku

Sungguh besar jasamu wahai guru

5. Puisi “If I Could Teach You, Teacher” - Joanna Fuchs

If I could teach you, teacher

I’d teach you how much more

You have accomplished

Then you think you have

I’d show you the seeds

You planted years ago

That is now coming into bloom

I’d reveal to you the young minds

That has expanded under your care

The hearts that are serving others

They had you as a role model

If I could teach you

I’d show you the positive effect

You have had an impact on me, and my life

Your homework is

to know your value to the world

to acknowledge it, to believe it

Thank you, teacher

Nah, itulah beberapa contoh puisi tentang guru yang menyentuh hati dan bisa kamu berikan pada mereka di hari yang spesial, misalnya pada hari guru.

Puisi pada dasarnya memang merupakan sebuah karya yang fleksibel karena bisa ditujukkan kepada siapa saja, bahkan kepada diri sendiri.

Buat kamu yang membutuhkan buku referensi puisi, kamu bisa membaca buku Selamat Datang, Bulan karya Theoresia Rumthe.

Buku ini akan menghadirkan sekumpulan puisi yang variatif, yang ternyata ikut merangkap isu-isu penting mengenai kehidupan dan cakupan individual lain yang ada di dalamnya.

Penulis juga menuangkan pemikirannya mengenai berbagai fenomena kehidupan yang kerap terjadi di masyarakat, buku ini diharapkan bisa memberikan pengaruh yang baik bagi para pembaca.

Jika tertarik, kamu bisa temukan buku ini di Gramedia.com.

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

Promo Diskon Promo Diskon

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau