Review Buku Laut Bercerita, Buku Fiksi Sejarah yang Penuh Kegelapan Tahun 1998

Kompas.com - 24/11/2021, 10:06 WIB
Sumber Foto : Pixabay
Rujukan artikel ini:
Laut Bercerita
Pengarang: Leila S. Chudori
|
Editor Ratih Widiastuty

Novel ini berlatar waktu di tahun 90-an dan 2000, terutama latar peristiwa 1998 dimana masa reformasi membara di negeri ini.

Kisah dalam novel ini dapat menghipnotis para pembacanya untuk kembali ke lorong masa lalu dan kembali menerawah peristiwa kelam di masa lalu.

Dalam menggarap novel ini, Leila S. Chudori memerlukan penyelidikan mendalam terkait karakter dari tokoh-tokoh, tempat serta peristiwa yang sudah berlalu.

Leila ingin membangkitkan ingatan pembaca atau memberi pengingat agar tak melupakan sejarah dengan membuat polt ceritanta seakan hidup saat dibaca.

Ia menghabiskan waktu 5 tahun untuk menyusunnya berdasarkan fakta-fakta yang ia serap dari para saksi sejarah yang menjadi infromannya.

Selain itu, buku ini juga sudah dialihwahanakan ke dalam bentuk film pendek yang berdurasi 30 menit dan disutradarai oleh sutradara kawakan Pritagita Arianegara.

Laut Bercerita menceritakan terkait perilaku kekejaman dan kekejian yang dirasakan oleh kelompok aktivis mahasiswa di masa Orde Baru.

Tak hanya sampai situ, novel ini pun akan mengajal Anda untuk merenungkan kembali hilangnya 13 aktivis yang sampai saat ini tak ada kejelasan tentang nasibnya.

Alur Cerita


Pengisahan dalam novel Laut Bercerita terbagi menjadi dua bagian dengan jarak waktu yang jauh berbeda.

Bagian pertama diceritakan melalui sudut pandang tokoh utamanya yang bernama Biru Laut beserta para kawan sesama aktivisnya yang sama-sama berjuang bergerilya untuk mewujudkan visi atau tujuan mereka.

Lalu pada bagian kedua di dalam novel ini kisahnya diceritakan dari sudut pandang Asmara Jati, adik kadung dari Biru Laut yang mempunyai prinspi yang berlawanan dengan Laut.

Leila S. Chudori menulis alur ceritanya begitu mengalir, jelas, dan membuat pembaca serasa ikut masuk ke dalam kisah Biru Laut dan kawan-kawannya.

Detail-detail dari setiap bagian ceritanya membuat pembaca dapat mengimajinasikannya dengan mudah.

Keistimewaan Novel Laut Bercerita


Keunggulan dalam novel ini adalah rasa yang ‘tidak biasa’ di mata para pembaca, buku ini terasa special karena kedalam riset yang membuatnya terasa sangat hidup.

Visualisasi karakter dan suasana dalam novel ini tampak lebih nyata dan tak membosankan sama sekali.

Terlebih lagi deskripsi di bagian di mana Biru Laut beserta teman-temannya disiksa dengan berbagai cara dan diperlakukan tidak manusiawi.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Mungkin Anda perlu mempersiapkan diri secara mental dalam membaca bagian ini karena adegannya bisa sangat sensitive dan membuat ngeri.

Lalu, hal yang paling menonjol dari novel sejarah ini adalah ceritanya berdasarkan kisah nyata pengalaman dari para aktivis yang sempat hilang dan diculik pada Maret tahun 1998.

Para aktivis tersebut ada yang berhasi selamat dan juga tetap hilamg, 9 orang berhasil kembali dan 13 orang lainnya dinyatakan hilang.

Buku ini juga mengajarkan pada pembaca tentang pergerakan dan perjuangan dalam menegakkan keadilan sosial, dan asas demokrasi.

Secara tak langsung, novel ini menjadi kritik pedas pada negeri kitab awa masih ada dosa besar sejarah yang sama sekali belum diselesaikan.

Di balik kisah nyatanya, para aktivis yang dihilangkan beserta keluarga yang ditinggalkan layak untuk mendapatkan kejelasan dan keadilan serta permintaan maaf dari negara.

Dengan membacanya, Anda ikut sadar bahwa sejarah di masa lalu memiliki kegelapan yang tak terperi.

Pilihan kata dan penggunaan gaya bahasa termasuk mudah dicerna dan dipahamu sebab tak adanya istilah yang rumit, ditambah lagi dengan pengisahan yang sangat mengalir.

Adapun bagian Epilog yang akan sangat mengaduk emosi Anda dan mungkin membuat Anda menangis karena kesedihan yang dipancarkan oleh ceritanya.

Penasaran ceritanya sepReview Buku Laut Bercerita, Buku Fiksi Sejarah yang Penuh Kegelapan Tahun 1998

Membaca buku dapat juga menjadi hobi yang menghibur pikiran disaat jenuh, mandek, kehabisan ide, atau tak dapat berpikir jernih.

Kegiatan membaca buku tak serta merta harus diisi buku-buku yang ilmiah dan terkesan berbobot seperti buku non-fiksi atau self-development.

Penting juga untuk membaca buku fiksi atau novel karena dengan membaca novel, kita bisa mendapatkan motivasi atau inspirasi baru, yang datangnya dari cerita novel tersebut.

Salah satu buku novel fiksi sejarah yang tak boleh Anda lupakan adalah Laut Bercerita karya Laela S. Chudori.

Latar Cerita


Laut Bercerita, novel terbaru Leila S. Chudori, bertutur tentang kisah keluarga yang kehilangan, pencarian, perjuangan, dan sekumpulan sahabat yang merasakan kekosongan di dada mereka.

Seperti apa? Ayo dapatkan segera buku Laut Bercerita hanya di Gramedia.com!


Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.