Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Cara Menolak Pacaran Secara Halus dan Sopan, Tanpa Bikin Sakit Hati 

Kompas.com, 17 November 2022, 12:00 WIB
Cara Menolak Pacaran Sumber Gambar: Freepik.com Cara Menolak Pacaran
Rujukan artikel ini:
Dibaca
Pengarang: aesteuticc
Penulis Okky Olivia
|
Editor Ratih Widiastuty

Penolakan kadang terasa menyakitkan bagi sebagian orang, terutama penolakan pekerjaan dan penolakan cinta.

Penolakan cinta yang ditolak secara mentah-mentah tentunya akan menyakiti hati seseorang dan kadang membuatnya sampai menyimpan dendam.

Jika kamu pernah mendapatkan pernyataan cinta dari seseorang tapi kamu tidak menyukainya, kamu harus menolaknya secara baik-baik untuk meminimalisir terjadinya konflik.

Sayangnya, tidak semua orang tahu bagaimana caranya menolak pernyataan cinta dari seseorang karena takut menyakiti atau justru takut disangka memberikan harapan lebih.

Untuk itu, berikut adalah beberapa cara ampuh untuk menolak perasaan cinta dari seseorang tanpa menyakiti hati si dia.

6 Cara Menolak Ajakan Pacaran Secara Sopan

1. Tetap Tenang dan Hadapi dengan Berani

Jangan pernah takut atau bahkan terus menerus menghindari orang yang ingin kamu tolak perasaannya.

Cobalah tenang dan siapkan mental untuk memilih kata-kata atau kalimat yang tepat untuk menolak cintanya.

Terlalu lama menunda jawaban akan membuatmu merasa terbebani, dan pastinya membuat si dia juga bertanya-tanya.

Menghadapinya dengan berani dan memberikannya kepastian jauh lebih baik daripada kamu harus menggantungkan perasaannya dalam status yang tidak jelas.

2. Berikan Apresiasi Kepadanya

Meski tidak bisa menerima cintanya, kamu mungkin bisa sedikit memberikan apresiasi terhadap perasaannya.

Saat memberikan jawaban penolakan, ucapkan terima kasih dan katakan kalau kamu sangat menghargai perasaan atau keberaniannya dalam menyatakan cinta.

Cara yang satu ini akan membuatnya merasa dihargai, tapi kalau dia masih memaksa, kamu bisa langsung bersikap tegas dan tinggalkan dia saat itu juga.

3. Terima Kenyataan Kalau Kamu Memang Akan Menyakiti Hatinya

Dia mungkin merasa marah dan tidak peduli pada apapun yang akan kamu ucapkan setelah penolakan cinta tersebut.

Tapi tidak perlu takut atau merasa bersalah, hal ini sangat wajar terjadi karena mereka mungkin membutuhkan penyesuaian baru.

Kamu juga harus sadar kalau kalimat penolakan pada akhirnya akan tetap melukai hatinya, walaupun kamu menolak dengan kalimat sehalus apapun.

4. Jangan Memberi Harapan Palsu

Jika kamu tidak menyukainya, hindari memberinya harapan palsu karena si dia akan terus mengharapkan cinta darimu.

Menggantungkan perasaan seseorang dalam waktu yang lama juga akan membuatnya susah untuk move on.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Jadi, katakan apapun yang kamu rasakan tentangnya tanpa perlu menunggu waktu lama, sebab sekali ia merasa dipermainkan, ia akan terus menyimpan rasa sakit hati untuk waktu yang lama.

5. Tetap Berteman

Jika ia bisa memahami keputusanmu, maka tidak ada salahnya kalau kalian tetap berteman baik.

Sangat wajar saat ia merasa kecewa, jadi cobalah untuk memberikan ruang terlebih dahulu untuk bisa memulihkan perasaannya.

Kamu bisa katakan kalau kamu dan dia tetap bisa berteman baik, cara ini dipercaya ampuh untuk mengobati rasa kecewanya sedikit demi sedikit.

6. Tidak Perlu Minta Maaf

Saat menolak perasaan cinta dari seseorang, kamu sebenarnya tidak perlu meminta maaf atau merasa bersalah.

Tidak ada yang salah jika kamu tidak memiliki perasaan yang sama kepadanya, karena hati dan perasaan manusia pada dasarnya tidak bisa dipaksakan.

Meski tidak mudah, cobalah untuk tetap memiliki kata-kata penolakan yang sopan dan tidak memancing keributan.

Itulah beberapa cara terbaik untuk menolak perasaan cinta dari seseorang secara halus dan sopan, sehingga bisa meminimalisir rasa sakit hatinya.

Hal ini juga akan membuatmu merasa bebas dan tidak terbebani, di satu sisi, kamu juga masih bisa berteman baik dengannya.

Urusan hati dan perasaan memang sering menjadi masalah yang rumit bagi para anak muda bahkan orang dewasa.

Perasaan cinta, patah hati, kecewa, adalah hal-hal yang biasa terjadi dalam kehidupan, untuk mengatasinya kamu bisa coba membaca buku Dibaca karya Aesteuticc.

Penulis yang populer setelah menulis buku pertamanya Tentang Semua yang Ada di Bumi ini kembali hadir dengan buku terbarunya yang tidak kalah menarik.

Buku ini berisi kumpulan cerita dan quotes yang cocok dibaca oleh orang-orang yang sedang patah hati, merasa kecewa, sedih, rapuh, dan perasaan menyakitkan lainnya.

Meski kita sebenarnya tidak boleh terlalu lama bersedih, buku ini justru akan mengajak kita untuk diam sejenak dan merayakan peristiwa yang membuat kita sedih.

Dengan begitu, kita akan tahu apa yang sebenarnya kita rasakan, dan kita tahu bagaimana cara untuk menyembuhkan perasaan sakit tersebut.

Kalau penasaran, kamu bisa beli buku ini melalui Gramedia.com.

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

Promo Diskon Promo Diskon

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Puncak Festival Literasi Anak Rimba Kata Resmi Dimulai, Hari Pertama Disambut Antusias

Puncak Festival Literasi Anak Rimba Kata Resmi Dimulai, Hari Pertama Disambut Antusias

buku
Semesta Buku Anak Meriahkan Festival Literasi Anak Rimba Kata di Bintaro Xchange

Semesta Buku Anak Meriahkan Festival Literasi Anak Rimba Kata di Bintaro Xchange

buku
Buku Anak Jadi Jembatan, Watiek Ideo dan Yanne TW Dorong Pendidikan Seksual Sejak Dini

Buku Anak Jadi Jembatan, Watiek Ideo dan Yanne TW Dorong Pendidikan Seksual Sejak Dini

buku
Puncak Festival Literasi Anak Rimba Kata Resmi Dimulai, Soroti Perkembangan Dunia Buku Anak Indonesia

Puncak Festival Literasi Anak Rimba Kata Resmi Dimulai, Soroti Perkembangan Dunia Buku Anak Indonesia

buku
7 Keutamaan Membaca Surah Maryam Setiap Hari untuk Mentalitas Pejuang

7 Keutamaan Membaca Surah Maryam Setiap Hari untuk Mentalitas Pejuang

buku
Berapa Biaya Hidup di Nagoya Jepang per Bulan? Ini Estimasi yang Perlu Disiapkan

Berapa Biaya Hidup di Nagoya Jepang per Bulan? Ini Estimasi yang Perlu Disiapkan

buku
Kenapa Penolakan Justru Bisa Jadi Jalan Menuju Kesuksesan?

Kenapa Penolakan Justru Bisa Jadi Jalan Menuju Kesuksesan?

buku
Bagaimana Cara Kerja Sistem Peringatan Dini Lahar? Berikut Penjelasannya

Bagaimana Cara Kerja Sistem Peringatan Dini Lahar? Berikut Penjelasannya

buku
Bisnis Tanpa Kepercayaan Pasti Tumbang! Ini Cara Menjaganya

Bisnis Tanpa Kepercayaan Pasti Tumbang! Ini Cara Menjaganya

buku
Influencer Dian Widayanti Bongkar Mitos Halal Lewat Buku “Ini Halal Gak?”

Influencer Dian Widayanti Bongkar Mitos Halal Lewat Buku “Ini Halal Gak?”

buku
Kenapa Wajah Orang Jawa Beragam? Ini Penjelasannya

Kenapa Wajah Orang Jawa Beragam? Ini Penjelasannya

buku
Berapa Biaya Hidup di Fukuoka Jepang per Bulan? Yuk, Cari Tahu!

Berapa Biaya Hidup di Fukuoka Jepang per Bulan? Yuk, Cari Tahu!

buku
Fungsi Utama Garis Lintang dan Bujur dalam Pelayaran

Fungsi Utama Garis Lintang dan Bujur dalam Pelayaran

buku
7 Perlengkapan Esensial untuk Tas Siaga Bencana yang Perlu Disiapkan

7 Perlengkapan Esensial untuk Tas Siaga Bencana yang Perlu Disiapkan

buku
Tradisi Tenun Mana yang Paling Populer di Indonesia?

Tradisi Tenun Mana yang Paling Populer di Indonesia?

buku
7 Tempat Wisata Warisan Budaya yang Populer di Indonesia

7 Tempat Wisata Warisan Budaya yang Populer di Indonesia

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau