Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Buku Anak Jadi Jembatan, Watiek Ideo dan Yanne TW Dorong Pendidikan Seksual Sejak Dini

Kompas.com, 2 Mei 2026, 18:00 WIB
Festival Literasi Anak Rimba Kata Sumber Gambar: Dok. KPG Festival Literasi Anak Rimba Kata
Rujukan artikel ini:
Aku Bisa Melindungi Diriku -…
Pengarang: Yanne TW
|
Editor Novia Putri Anindhita

Panggung Saga Rimba Kata menjadi ruang perbincangan yang hangat pada Jumat (1/5/2026) siang.

Dua penulis buku anak, Watiek Ideo dan Yanne TW, hadir dalam sesi bertajuk Jago Jaga Diri untuk membahas bagaimana seharusnya orang tua melindungi anak dari ancaman kekerasan seksual terhadap anak yang marak terjadi belakangan ini.

Dipandu oleh Tuty Setiawaty, acara ini berlangsung dengan interaktif.

Di awal sesi, Watiek Ideo, penulis Aku Anak yang Berani, Bisa Melindungi Diri Sendiri dan Yanne TW, penulis buku Aku Bisa Melindungi Diriku, sama-sama berangkat dari keresahan akan maraknya kasus-kasus kekerasan seksual.

Namun, Watiek Ideo menyatakan bahwa banyak orang tua belum tahu cara yang tepat untuk mengajarkan anak untuk melindungi diri sendiri dari kekerasan seksual karena topik ini masih terasa tabu dan tidak ada panduan yang terasa "aman" untuk memulainya.

Watiek melanjutkan dengan satu tantangan nyata yang sering dihadapi orang tua: tetap tenang ketika anak menanyakan hal-hal yang terkesan tabu.

Watiek menekankan pentingnya orang tua untuk tidak langsung panik.

Sebaliknya, perjelas terlebih dahulu maksud pertanyaan anak, konfirmasikan pemahamannya, dan pastikan persepsi orang tua dan anak selaras sebelum memberikan penjelasan.

Cara ini membantu orang tua menjawab dengan tepat sasaran.

Membekali anak pendidikan seksual sejak dini dengan pemahaman yang benar sangat penting sehingga anak sudah memiliki pondasi yang kokoh sebelum berinteraksi dengan dunia luar.

Hal ini diperkuat dengan kenyataan bahwa orang tua dan guru tidak mungkin dapat selalu membersamai anak, terutama di era digital seperti sekarang.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Salah satu media yang dianggap efektif untuk menyampaikan pesan ini adalah buku anak.

Lewat buku, pesan perlindungan diri bisa dikemas dalam narasi yang dekat dengan dunia anak sehingga anak tidak merasa malu dan takut.

Menurut Yanne, buku bertema pendidikan seksual dapat menjadi pemantik diskusi antara orang tua dan anak.

Selain buku, ada pula alternatif media lain, seperti lagu, video animasi, dan lain sebagainya.

Pendidikan seksual untuk anak bisa diawali dengan mengenalkan anggota-anggota tubuh kepada anak sekaligus fungsinya.

Jika anak sudah paham, orang tua bisa menjelaskan bagaimana cara menjaga anggota-anggota tubuh tersebut.

Dalam buku anak, penjelasan ini disampaikan dalam bentuk visual.

Menurut Yanne, visualisasi akan mempermudah anak dalam mencerna maksud dan pesan yang disampaikan.

Menjelang akhir sesi, kedua pembicara menegaskan bahwa pendidikan seksual pada anak menuntut orang tua harus selalu belajar dan berpikiran terbuka.

Sesi Jago Jaga Diri berlangsung satu jam penuh dengan antusiasme tinggi dari para peserta.

Informasi lengkap tentang acara-acara lain dalam Festival Literasi Anak Rimba Kata dapat diakses melalui akun Instagram @rimbakata.id.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau