Rekomendasi Novel Terjemahan Korea Berbagai Genre untuk Menemanimu di Akhir Pekan

Kompas.com - 24/11/2021, 12:45 WIB
Sumber Foto : Freepik.com
Rujukan artikel ini:
Kim Ji-Yeong Lahir Tahun 1982
Pengarang: Cho Nam-Joo
Penulis Okky Olivia
|
Editor Ratih Widiastuty

Ada banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu senggang sambil bersantai di akhir pekan, salah satunya adalah membaca.

Membaca sebuah buku bisa membantu kita untuk memperkaya wawasan dan pengalaman, sekaligus sebagai sarana untuk memperluas sudut pandang kita mengenai berbagai hal.

Saat ini sudah banyak sekali penulis-penulis dari luar negeri yang karyanya diterjemahkan ke bahasa Indonesia, dan berhasil menjadi best seller di berbagai toko buku, salah satu yang terkenal adalah buku-buku terjemahan asal Korea Selatan.

Tidak hanya terkenal dengan industri musik dan dramanya saja, saat ini Korea Selatan juga mulai menjadi pusat perhatian dalam dunia sastra dan kepenulisan, banyak penulis yang karyanya sudah menjadi favorit para pecinta buku.

Berikut adalah beberapa novel terjemahan Korea Selatan yang menarik dan bisa kamu jadikan pilihan untuk menemanimu di akhir pekan.

Rekomendasi Novel Terjemahan Korea Selatan

1. Kim Ji Yeong: Lahir Tahun 1982 – Cho Nam Joo

Jalan cerita dalam buku ini berfokus pada kesetaraan gender dan emansipasi wanita.

Tujuan yang ingin dicapai oleh penulis dalam buku ini adalah untuk membuka mata orang-orang supaya lebih memahami bahwa diskriminasi terhadap perempuan sudah ada sejak beberapa puluh tahun lalu, bahkan sampai hari ini.

Kim Ji Yeong yang terlahir sebagai anak tengah dari 3 bersaudara, sering diperlakukan berbeda dalam keluarganya hanya karena ia seorang anak perempuan, sementara adik laki-lakinya mendapatkan banyak fasilitas yang tidak pernah Ji Yeong dapatkan sebelumnya.

Setelah beranjak dewasa, Kim Ji Yeong bahkan mendapat kesulitan saat ingin melamar pekerjaan, hal ini karena peraturan di negara Korea yang hanya menerima 29 - 30 persen pegawai wanita saja, sementara sisanya menjadi milik pegawai laki-laki.

Tapi Kim Ji Yeong tidak menyerah dan tetap ingin berusaha melepaskan stigma “perempuan lebih rendah dari laki-laki”, ia akhirnya diterima bekerja di perusahaan IT dan bertemu Jeong Dae Hyeon, seseorang yang bisa menghargai dan memahami perasaannya.

Memiliki pasangan yang bisa menghargai posisinya sebagai seorang wanita menjadi kebahagiaan tersendiri untuk Ji Yeong, walaupun ternyata, budaya diskriminasi itu masih tumbuh dalam keluarga besar suaminya, ia selalu saja dituntut untuk memiliki anak laki-laki.

Semakin lama, tekanan yang dirasakan Kim Ji Yeong ini semakin kuat dan membuatnya mengalami depresi.

Buku ini juga akan menyadarkan kita bahwa perlakuan tidak adil dan diskriminasi sebenarnya tidak hanya datang dari dunia luar, tapi juga datang dari lingkup terkecil seperti keluarga.

2. Ibu Tercinta (Please Look After Mom) – Kyung Sook Shin

Buku yang berhasil terjual sebanyak 1,5 juta copy ini menceritakan tentang sepasang suami istri yang berangkat ke kota untuk mengunjungi anak-anaknya.

Suaminya yang selalu jalan di depan mendahului istrinya, lebih dulu naik ke atas kereta dan mengira bahwa istrinya sudah mengikutinya dari belakang, tapi ia baru menyadari bahwa istrinya tidak ada disampingnya saat kereta mulai pergi meninggalkan stasiun.

Istrinya tertinggal di stasiun kereta bawah tanah Seoul, dan tidak kunjung ditemukan karena ia menderita gejala kepikunan dan membuatnya sulit mengingat hal-hal yang ada di sekelilingnya.

Anak-anak dan suaminya dipenuhi rasa bersalah dan trauma yang mendalam, satu persatu dari mereka akhirnya menyadari betapa pentingnya peran seorang istri dan ibu dalam kehidupan.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Saat ingin membuat pamflet berita kehilangan, tidak ada satupun yang menyimpan foto terbaru sang ibu, hal ini membuat mereka semakin menyesal karena tidak pernah mengenal dekat wanita yang mereka panggil “ibu”.

Novel yang fokus pada permasalahan keluarga ini bisa membuatmu menyadari bahwa kehadiran dan peran seorang ibu memang sangat krusial dalam kehidupan.

3. Bone – Mijin Jung

"Kalau kau tidak datang sambil membawa uang 500 juta won sampai tanggal 2 Juni pukul 4 pagi, maka akan sulit bagimu untuk melihatnya hidup-hidup".

Sebuah paket berisi surat ancaman itu datang kerumah Jungwon, seorang pria yang sudah lama patah hati karena ditinggal kekasihnya, Ha Jin.

Tapi datangnya surat ancaman yang memintanya menebus Ha Jin dalam kurun waktu 24 jam ini membuatnya dilema, Jungwon bertanya-tanya apa yang sebenarnya dialami Ha Jin dan dimana keberadaannya setelah hampir 2 tahun menghilang.

Novel ini sangat menarik karena berhasil menggabungkan genre romance, thriller, dan misteri, yang membuat para pembaca serasa diajak mengarungi perasaan bingung, sedih, dan kecewa yang dirasakan oleh Jungwon.

Buku ini juga menyelipkan berbagai ilustrasi foto karya Oh Sunhye, yang akan membantumu untuk memvisualisasikan sosok Jungwon dan Ha Jin dengan sangat detail.

4. I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki – Baek Se Hee

Buku ini juga pernah menjadi buku best seller yang banyak diincar para pecinta buku, karena mengisahkan kehidupan asli si penulis, Baek Se Hee, yang menderita Distimia dan membuatnya mengalami depresi yang berkepanjangan.

Setelah banyak mengunjungi berbagai psikiater, Baek Se Hee menemukan sebuah tempat psikiater yang cocok untuk menjalani pengobatannya.

Selama masa pengobatan jiwanya selalu merasa sedih, bahkan sempat terlintas pikiran untuk mengakhiri hidup, tapi di sisi lain ia masih ingin hidup untuk makan tteokpokki, yang menjadi makanan kesukaannya.

Di dalam buku ini juga ada banyak sekali hal-hal baru mengenai gejala Distimia yang diderita oleh Baek Se Hee, yang bisa membantu menambah wawasan para pembaca.

Baek Se Hee menceritakan bagaimana proses penyembuhannya dengan sangat detail, menggunakan kalimat yang bisa dipahami oleh semua kalangan, diksi yang digunakan penerjemah dalam buku ini juga sangat nyaman untuk dibaca.

Buku ini sangat cocok dijadikan pilihan bacaan untuk meringankan beban pikiran yang menumpuk setelah berhari-hari melakukan banyak aktivitas di luar rumah.

Setelah puas dengan jilid satu, buku ini juga berlanjut ke jilid kedua dengan judul yang sama, dan masih membahas mengenai konflik batin yang sering dialami Baek Se Hee setelah sembuh dari Distimia.

Bagi kamu yang masih bingung memilih buku apa yang akan kamu baca untuk mengisi waktu luang di akhir pekan, keempat buku ini bisa menjadi alternatif bacaan sesuai dengan genre yang kamu sukai.

Kamu bisa menemukan dan membeli buku ini melalui online di Gramedia.com, dan untuk versi e-booknya melalui Gramedia Digital.


Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.