Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Alasan Putus yang Masuk Akal Agar Tidak Banyak Menimbulkan Konflik

Kompas.com, 26 Oktober 2022, 12:00 WIB
Alasan Putus yang Masuk Akal Sumber Gambar: Freepik.com Alasan Putus yang Masuk Akal
Rujukan artikel ini:
Toxic Relationship Free: Ketika Hubungan…
Pengarang: Christy MS
|
Editor Ratih Widiastuty

Di saat hubungan sudah tidak berjalan dengan baik, alasan putus yang masuk akal diperlukan sebagai jalan keluar untuk segera mengakhiri komitmen asmara yang memang tak bisa dilanjutkan lagi.

Jika sepasang kekasih sudah merasa tidak bahagia dan hanya memunculkan prahara yang menguras energi, baik secara fisik maupun mental, maka putus atau mengakhiri hubungan sudah mutlak harus dilakukan.

Tidak bisa dipungkiri, dalam menjalin sebuah hubungan memang bisa dibilang tidak mudah karena harus menyatukan dua pemikiran dalam sebuah perasaan yang tentunya tak selalu berjalan beriringan.

Masalah akan selalu menjadi teman setia yang mendampingi sebuah komitmen asmara, di mana ego biasanya yang menjadi pemicu perpisahan dalam jalinan hubungan cinta.

Terdapat banyak alasan yang menyertai mengapa sebuah hubungan harus putus dan berakhir, mulai dari diselingkuhi, pacar yang terlalu posesif, atau pemikiran yang sudah tidak sejalan lagi.

Semua alasan tadi tidak akan mampu membawa dua sejoli ke dalam kebahagiaan karena jika dipaksakan hanya akan menimbulkan luka dan kebencian semata.

Maka dari itu, diperlukan alasan putus yang terdengar masuk akal agar dapat diterima oleh satu sama lain, sehingga memperkecil timbulnya konflik yang berkepanjangan.

Alasan ini pula bisa dijadikan motivasi yang memperkuat kamu untuk segera mengambil keputusan yang mungkin terasa berat, tapi memang inilah yang harus dilakukan demi kebaikan bersama.

Apa saja alasan putus yang masuk akal untuk meredam konflik berkepanjangan? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

5 Alasan Putus yang Masuk Akal

1. Tidak Bisa Menjaga Perasaan

Jika pacar kerap menyakiti dengan ucapan, perilaku, hingga perlakuannya terhadap kamu, maka ini sudah bisa menjadi alasan yang tepat untuk segera putus.

Ketika pasangan sudah tidak bisa menjaga perasaan kamu sebagai kekasihnya, untuk apalagi melanjutkan hubungan yang mengarah ke toxic relationship.

Ungkapkan alasan ingin putus karena selama ini pacar kamu tidak peka terhadap perasaanmu yang sering disakiti melalui hal-hal yang dilakukannya.

Jangan membiarkan diri kamu menjadi hancur secara emosi hanya demi mempertahankan pacar yang tidak mampu menghargai kamu sebagai individu yang memiliki perasaan.

2. Jarang Berkomunikasi

Hubungan tanpa komunikasi yang lancar bukanlah sebuah hubungan yang patut untuk dipertahankan karena hanya akan menimbulkan kesalahpahaman yang tidak berkesudahan.

Jadikan ini sebagai alasan yang kuat untuk segera putus dengan pacar supaya masing-masing dari kalian dapat introspeksi diri.

Seperti yang kita tahu selama ini, komunikasi merupakan dasar dan kunci yang akan memperkuat sebuah hubungan.

Jika komunikasi saja jarang dilakukan, bagaimana mungkin sebuah hubungan bisa bertahan dan langgeng untuk dilanjutkan.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

3. Sudah Tidak Sejalan

Saat tujuan dalam menjalin sebuah hubungan sudah tidak sejalan lagi, maka ini bisa dijadikan alasan yang masuk akal untuk putus dengan pacar.

Hubungan tanpa tujuan yang sama tidak akan menghasilkan komitmen yang membawa kebahagiaan.

Konflik dan cekcok yang berkelanjutan justru malah akan menghiasi hubungan kamu dengan pacar saat tujuan dalam komitmen tersebut sudah bertolak belakang.

Utarakan alasan ini agar berakhirnya hubungan kamu dengan pacar bisa sedikit meredam konflik.

4. Kerap Berselisih

Selisih paham dalam pacaran bisa dibilang wajar sebagai bumbu yang menguatkan hubungan, tapi jika kondisi ini terjadi secara terus menerus, maka harus mulai dipertanyakan.

Pacaran yang hanya diisi dengan pertengkaran dan perselisihan sudah dipastikan bukanlah hubungan yang sehat.

Mengakhiri hubungan dengan alasan sering berselisih bisa dijadikan dasar yang kuat untuk putus dengan pacar.

Menjalin hubungan tentunya bertujuan untuk mendatangkan kebahagiaan, bukanlah pertengkaran.

5. Tak Mendapatkan Persetujuan Orangtua

Sebaik-baiknya hubungan ialah hubungan yang mendapatkan restu orangtua agar komitmen yang kamu bangun bersama pacar bisa langgeng dan berbahagia.

Ketika orangtua tidak memberikan persetujuan bagi hubungan yang tengah kamu jalani, ini bisa dijadikan alasan untuk putus.

Pacar yang mendengar alasan ini tentunya akan memahami mengapa kamu mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan. Restu orangtua merupakan salah satu hal paling krusial dalam menjalin hubungan asmara.

Toxic relationship pun bisa menjadi alasan yang kuat bagi kamu untuk segera mengakhiri hubungan karena hanya akan membawa petaka dan derita.

Agar kamu dapat lebih memahami tentang hal ini, yuk, baca buku Toxic Relationship Free yang akan membahas hubungan yang bebas dari racun di dalamnya.

Banyak pertanyaan seputar toxic relationship yang akan terjawab di dalam buku ini, salah satunya seperti apa penyebab seseorang menjadi toxic dan bagaimana cara keluar dari situasi ini.

Semua hal yang dibahas tidak hanya melalui perspektif penulis, tapi juga dari kisah nyata dari 30 toxic relationship survivors yang ikut berkontribusi mengirimkan cerita mereka.

Tunggu apa lagi, segera miliki dan order bukunya di Gramedia.com atau dapatkan secara digital melalui aplikasi Gramedia Digital.

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

Promo Diskon Promo Diskon

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

7 Tips Bikin Rumah Jadi Minimalis dan Modern 

7 Tips Bikin Rumah Jadi Minimalis dan Modern 

buku
Panduan Mitigasi Bencana Tsunami: Kenali Tanda Alam dan Jalur Evakuasi

Panduan Mitigasi Bencana Tsunami: Kenali Tanda Alam dan Jalur Evakuasi

buku
Apa Arti dari Proses Bulking? Yuk, Cari Tahu Artinya di Sini

Apa Arti dari Proses Bulking? Yuk, Cari Tahu Artinya di Sini

buku
Panduan Mengatasi Hewan Kecil di Tembok Lembab agar Rumah Sehat

Panduan Mengatasi Hewan Kecil di Tembok Lembab agar Rumah Sehat

buku
4 Alasan Pentingnya Melakukan Sugar Cutting Diet untuk Kesehatan

4 Alasan Pentingnya Melakukan Sugar Cutting Diet untuk Kesehatan

buku
Panduan Mitigasi Bencana Gempa Bumi: Pra, Saat, dan Pasca Kejadian

Panduan Mitigasi Bencana Gempa Bumi: Pra, Saat, dan Pasca Kejadian

buku
Mengenal Apa Itu Inner Child dan Panduan Langkah Pemulihannya

Mengenal Apa Itu Inner Child dan Panduan Langkah Pemulihannya

buku
Kenali Hukum dan Syarat-Syarat Wakaf yang Sah dalam Islam

Kenali Hukum dan Syarat-Syarat Wakaf yang Sah dalam Islam

buku
Makanan yang Mengandung Vitamin D untuk Tulang Kuat dan Daya Tahan Tubuh

Makanan yang Mengandung Vitamin D untuk Tulang Kuat dan Daya Tahan Tubuh

buku
Urutan Siklus Manajemen Bencana yang Benar dan Wajib Dipahami

Urutan Siklus Manajemen Bencana yang Benar dan Wajib Dipahami

buku
Mengajarkan Spiritualitas kepada Generasi Alpha: Lebih dari Sekadar Hafalan

Mengajarkan Spiritualitas kepada Generasi Alpha: Lebih dari Sekadar Hafalan

buku
Mitigasi Bencana Banjir: Langkah Penting Mengurangi Risiko dan Dampaknya

Mitigasi Bencana Banjir: Langkah Penting Mengurangi Risiko dan Dampaknya

buku
Daftar Makanan yang Mengandung Vitamin A dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Daftar Makanan yang Mengandung Vitamin A dan Manfaatnya untuk Kesehatan

buku
Wakaf Al-Qur’an adalah Amal Jariah untuk Investasi Akhirat, Berikut Penjelasannya

Wakaf Al-Qur’an adalah Amal Jariah untuk Investasi Akhirat, Berikut Penjelasannya

buku
Mengenal Inner Child yang Terluka dan Pengaruhnya pada Kesehatan Mental

Mengenal Inner Child yang Terluka dan Pengaruhnya pada Kesehatan Mental

buku
6 Manfaat Air Mawar untuk Kecantikan Kulit, Apa Saja?

6 Manfaat Air Mawar untuk Kecantikan Kulit, Apa Saja?

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau