Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Mengikhlaskan Seseorang untuk Lekas Move On!

Kompas.com, 23 Agustus 2022, 10:23 WIB
Cara Mengikhlaskan Seseorang Sumber Gambar: Shutterstock/theshots.co Cara Mengikhlaskan Seseorang
Rujukan artikel ini:
Shut Up, Move On (Edisi…
Pengarang: Paul Mcgee
Penulis Hana Sjafei
|
Editor Almira Rahma Natasya

Bagi anak muda, mungkin saja menjadi hal yang berat untuk mengikhlaskan seseorang yang disayang, terlebih ketika mengikhlaskan seseorang itu karena putus cinta.

Seringkali dibutuhkan waktu yang lama saat kamu harus mengikhlaskannya.

Tak peduli seberapa sayang dan cintanya kamu kepada mantan, situasi ini bisa menjadi sulit bagi kamu.

Apalagi jika kamu harus tetap masuk kantor dan melewati emosi ini seorang diri, tak terbayang seberapa beratnya.

Apabila kamu telah sepenuhnya menerima perpisahan, namun masih tidak bisa mengikhlaskannya, maka kamu mencoba beberapa langkah berikut ini.

Berikut kami rangkum beberapa cara mengikhlaskan seseorang.

8 Cara Mengikhlaskan Seseorang

1. Terima Kenyataan

Sebaiknya kamu mulai menerima kenyataan jika hubunganmu telah berakhir dan berhentilah terus-menerus memohon kembali, hal ini lantaran bisa melukai dirimu sendiri.

Langkah terbaik menerima apa yang terjadi adalah dengan menulis perasaanmu.

Kamu bisa menuliskan segala hal yang dirasakan.

Bayangkan kamu telah menulisnya, perasaan sakit hati ini akan kamu biarkan menempel di kertas.

Langkah berikutnya, kamu sebaiknya merelakannya.

Walaupun bukanlah hal yang mudah, merelakan menjadi fase krusial dan tersulit dalam suatu hubungan.

Kepergian seseorang ini bisa menjadi pelajaran bagi kamu untuk menghormati dan menghargai diri lebih dari siapapun.

Sebaiknya tidak bergantung pada seseorang yang tidak menghargaimu apalagi membuatmu sakit dan belajarlah untuk merelakannya.

2. Jangan Stalking Media Sosial Dia

Kamu sebaiknya putuskan semua hubungan dengan si dia.

Meski rasa ingin tahu pasti ada, apalagi penasaran, apakah dia baik-baik saja tanpa kita, lebih baik berhenti juga untuk stalking media sosial si dia, karena hal tersebut bukan urusan kamu lagi.

Tugas kamu saat ini adalah fokus setiap harinya bagaimana cara kamu bisa mendapat semangat hidup kembali dan bercerialah.

3. Olahraga

Kamu bisa mengalihkan perhatianmu dan rasa kesalmu dengan melakukan olahraga.

Melakukan olahraga rutin bisa melepaskan hormon endorfin dan meningkatkan level energi, lho.

Apabila kamu tidak siap untuk melakukan ini pada tahap awal, itu bisa dimengerti.

Meski demikian, saat kamu tengah sedikit lebih baik, sebaiknya dorong diri untuk beraktivitas.

4. Hindari Mendengarkan Lagu-Lagu Sedih

Sebaiknya kamu menghindari berbagai lagu dengan genre sedih.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Musik juga bisa memengaruhi suasana hati secara tidak langsung, lho.

5. Lakukan Hobimu Sesering Mungkin

Sebaiknya kamu bisa mulai menyibukan diri dengan melakukan kegiatan yang disenangi atau hobi.

Tidak hanya mampu mengalihkan perhatian, lakukan juga hobi yang akan meningkatkan hormon kebahagiaan serta kemampuan.

Kamu cukup luangkan waktu melakukan hobi sesuai kebutuhan.

6. Evaluasi Diri

Kamu bisa melakukan evaluasi diri terhadap sikap dan karaktermu bergaul selama ini.

Dengan evaluasi diri, kamu bisa mengetahui kekurangan dan kelebihanmu sehingga dapat membuatmu merasa nyaman saat berinteraksi dengan orang lain.

7. Mulai Merencanakan Masa Depan

Sebaiknya kamu mulai merencanakan masa depan setelah hubungan asmara kandas.

Kamu bisa kembali fokus terhadap tujuan yang ingin kamu raih dalam hidup.

Perlu diingat jika kamu tidak bisa mengharapkan orang lain mencintaimu dengan baik dibandingkan dirimu sendiri.

Apabila ingin dicintai orang lain, kamu harus belajar mencintai dirimu sendiri.

Tidak hanya itu, kamu juga harus bisa menerima segala kekurangan dan kelemahan yang kamu miliki.

Dengan langkah seperti itu, kamu akan tahu caranya bangkit dan memperbaiki diri.

8. Jangan Terlalu Kejam dengan Dirimu Sendiri

Kamu tidak perlu terus menerus menyalahkan seluruh dunia atas kandasnya asmaramu.

Mungkin saja kamu ingin mencari cara menghukum diri sendiri dengan melakukan perilaku yang merugikan atau terus memohon agar ia kemudian kembali.

Sayangnya, kamu perlu ingat bahwa setiap orang membuat kesalahan.

Yang perlu kamu lakukan lekas menyeka air mata dan mencegah ‘mahkotamu’ jatuh.

Ingin mengetahui cara mengikhlaskan seseorang lebih lanjut? Kamu bisa membaca buku Shut Up, Move On, Panduan Terus Terang untuk Sukses dalam Hidup karya Paul McGEE.

Buku ini membahas tentang cara untuk menciptakan dan menikmati hidup yang gemilang, mengubah respons kamu terhadap masalah-masalah hidup, dan mengambil tanggung jawab atas hidup sendiri.

Selain itu, buku ini juga mengajarkan pembaca agar menghindarkan diri menjadi korban, mengejar kembali kemunduran-kemunduran yang terjadi dalam hidup dan berhenti menunda.

Yang lebih penting lagi, penulis ingin meningkatkan pemahaman dan kesadaran pembaca akan dunia.

Tertarik untuk membacanya? Kamu bisa membeli bukunya segera di Gramedia.com!

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

Promo Diskon Promo Diskon

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau