Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Review Buku The Psychology of Money yang Dapat Merubah Pandanganmu tentang Uang

Kompas.com, 1 Maret 2023, 08:25 WIB
Review Buku Psychology of Money Sumber Gambar: Canva Review Buku Psychology of Money
Rujukan artikel ini:
Psychology of Money
Pengarang: Morgan Housel
Penulis Renny Novita
|
Editor Ratih Widiastuty

Sebelum memulai review buku The Psychology of Money, berikut ilustrasi berdasarkan contoh nyata yang menunjukan dua orang yang kontras berbeda. Baca selengkapnya terkait Resensi Buku The Psychology of Money.

Orang pertama adalah Robert James Read, seorang petugas pompa bensin, petugas kebersihan, dan seorang dermawan Amerika.

Dia menabung selama hidupnya, hidup hemat, dan mengumpulkan kekayaan bersih sebesar $8 juta saat dia meninggal.

Sebagian besar kekayaannya disumbangkan ke rumah sakit dan perpustakaan setempat.

Orang kedua adalah Richard Fuscone, seorang lulusan Harvard yang bekerja sebagai eksekutif di Merrill Lynch.

Dia meminjam uang sangat banyak dan boros serta hidup dalam kemewahan.

Pada tahun 2008, dia terkena krisis keuangan dan dinyatakan bangkrut.

Lalu, apa yang berbeda selain adanya kesenjangan pendidikan dan pengalaman kerja yang masif di antara keduanya?

Ronald Read adalah orang yang sabar, dia menabung dan hidup seadanya.

Sementara Richard Fuscone adalah orang yang tamak, yang tidak pernah merasa cukup dengan apa yang dia miliki sehingga dia terus meminjam.

Psychology of Money, Kesuksesan Finansial Bagi yang Berperilaku Baik dengan Uang

Dari ilustrasi di atas, dapat disimpulkan bahwa kekayaan bukan lah masalah privilege yang selama ini diyakini oleh banyak orang.

Pendidikan yang tinggi serta kedudukan yang bagus memang dapat menjadi faktor seseorang dapat memperoleh kebebasan finansial, namun itu hanya faktor kecil saja, yang memegang peranan penting sebenarnya adalah perilaku kita terhadap uang.

Uang berfungsi sebagai alat tukar dan perilaku kita yang benar lah yang bisa membawa kita mencapai kebebasan finansial.

Seorang jenius yang kehilangan kendali atas emosinya bisa memperoleh bencana finansial.

Sementara orang biasa tanpa pendidikan finansial bisa menjadi kaya, jika mereka memiliki beberapa keterampilan perilaku yang tidak ada hubungannya dengan ukuran kecerdasan formal.

Psychology of Money, Berhenti Membandingkan Hidup Kita dengan Orang Lain

Salah satu faktor yang membuat kita konsumtif adalah karena kita membandingkan hidup dengan orang lain.

Begitu pula dengan keputusan investasi yang salah karena pertimbangan yang kurang baik.

Jika kita telaah dan sadari kembali, sebenarnya tidak ada alasan untuk kita mempertaruhkan apa yang kita punya untuk sesuatu yang tidak kita miliki dan tidak kita butuhkan.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Membandingkan diri kita dengan orang lain seringkali menjadi biang keladinya.

Kapitalisme memang menghasilkan kekayaan dan kecemburuan, tetapi perbandingan sosial adalah proses tanpa akhir, di mana selalu ada seseorang yang lebih kaya dari kita.

Kuncinya adalah merasa cukup.

Cukup tidak berarti jadi tidak bisa menikmati hidup.

Cukup berarti kita tahu kapan harus menghindari melakukan sesuatu yang akan kita sesali.

Psychology of Money, Jangan Lupa untuk Mengelola Waktu

Kesamaan kita dengan orang lain adalah kita diberikan waktu yang sama, yaitu 24 jam.

Di dalam 24 jam ini, kita mempunyai kesempatan untuk menghasilkan sesuatu yang bisa menambah atau mengurangi value di dalam hidup kita, baik itu dalam bentuk finansial ataupun non finansial.

Bagaimana kita mengelola waktu juga tergantung kepada kondisi psikologis.

Orang yang bahagia mempunyai kecenderungan untuk dapat mengontrol waktu dan energi nya dengan baik.

Hal ini nantinya akan tercermin pada bagaimana dia mengambil keputusan finansial, termasuk keputusan berinvestasi.

Salah satu orang yang bisa kita jadikan acuan dalam berinvestasi adalah Warren Buffet.

Dia bukan saja investor yang baik, tapi dia adalah investor yang baik selama lebih dari 75 tahun.

Bayangkan, selama itu dia membuat keputusan investasi yang benar.

Kesuksesan finansial Buffet memang terkait dengan basis keuangan yang dia bangun sejak remaja dan keahliannya terus meningkat seiring berjalannya waktu.

Keahlian dia adalah berinvestasi, tetapi rahasianya adalah waktu.

Buffet tahu bagaimana hubungan antara investasi, waktu, dan sikap selama dia berinvestasi.

Dia tidak tamak untuk selalu mencari dan mendapatkan return yang paling tinggi.

Masih ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari buku The Psychology of Money, yang mengeksplorasi perilaku atau sikap individu manusia terhadap uang.

Buku The Psychology of Money bisa kalian dapatkan di Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Cara Memakai Kompas Digital di HP dan Panduan Kalibrasinya

Cara Memakai Kompas Digital di HP dan Panduan Kalibrasinya

buku
Cerita Pong Tiku: Kisah Pahlawan Toraja yang Gigih Melawan Penjajahan

Cerita Pong Tiku: Kisah Pahlawan Toraja yang Gigih Melawan Penjajahan

buku
6 Legenda Betawi Terkenal Beserta Sejarah dan Pesan Moralnya

6 Legenda Betawi Terkenal Beserta Sejarah dan Pesan Moralnya

buku
Tren

Tren "Marriage Is Scary": Benarkah Menikah Adalah 'Ijazah Kelulusan' Hidup yang Wajib Dikejar?

buku
Ketika Validasi Menjadi Candu dan Hubungan Kehilangan Empati

Ketika Validasi Menjadi Candu dan Hubungan Kehilangan Empati

buku
Cerita Rakyat Gorontalo Singkat: Mengenal Legenda dan Kisah Tradisional yang Penuh Pesan Moral

Cerita Rakyat Gorontalo Singkat: Mengenal Legenda dan Kisah Tradisional yang Penuh Pesan Moral

buku
Asal Usul Gorontalo: Sejarah, Arti Nama, dan Perjalanan Panjang Daerah Hulonthalo

Asal Usul Gorontalo: Sejarah, Arti Nama, dan Perjalanan Panjang Daerah Hulonthalo

buku
Tema Trivia Halloween Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Malam Keakraban

Tema Trivia Halloween Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Malam Keakraban

buku
Cerita Rakyat Makassar: Kisah Legenda yang Masih Dikenang Hingga Kini 

Cerita Rakyat Makassar: Kisah Legenda yang Masih Dikenang Hingga Kini 

buku
Legenda Batu Kepampang: Cerita Rakyat Lampung yang Penuh Pesan Moral

Legenda Batu Kepampang: Cerita Rakyat Lampung yang Penuh Pesan Moral

buku
Konsep Trivia Retro Paling Seru untuk Acara Kumpul Komunitas dan Keluarga

Konsep Trivia Retro Paling Seru untuk Acara Kumpul Komunitas dan Keluarga

buku
Asal Usul Ondel-Ondel Betawi: Sejarah, Makna Wajah, dan Rahasia Masa Lalunya

Asal Usul Ondel-Ondel Betawi: Sejarah, Makna Wajah, dan Rahasia Masa Lalunya

buku
Tema Game Night Kantor Paling Seru untuk Meningkatkan Kekompakan Karyawan

Tema Game Night Kantor Paling Seru untuk Meningkatkan Kekompakan Karyawan

buku
7 Cerita Rakyat Bugis yang Populer Hingga Kini 

7 Cerita Rakyat Bugis yang Populer Hingga Kini 

buku
Mengenal Legenda Kalimantan, dari Batu Menangis hingga Putri Junjung Buih 

Mengenal Legenda Kalimantan, dari Batu Menangis hingga Putri Junjung Buih 

buku
Asal Usul Lampung yang Jarang Diketahui, Dari Nama hingga Budayanya

Asal Usul Lampung yang Jarang Diketahui, Dari Nama hingga Budayanya

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau