Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Jitu Mengatasi Cowok Cuek yang Kadang Membuat Kita Makin Gemas

Kompas.com, 9 Maret 2022, 16:00 WIB
Sumber Gambar: Canva
Rujukan artikel ini:
Seni Memahami Pria
Pengarang: Claudia Sabrina
Penulis Renny Novita
|
Editor Almira Rahma Natasya

Cowok yang cuek sering menjadi incaran para cewek karena sikapnya yang misterius dan tidak bisa ditebak.

Sifatnya yang bertolak belakang dengan cowok yang ramah kerap membuat cewek yang menjadi pasangannya lebih merasa aman, karena cowok cuek punya stereotip jika mereka setia pada pasangannya.

Sayangnya, menghadapi cowok cuek bisa menjadi sebuah tantangan yang besar.

Dia tidak hanya dingin, namun juga tidak terikat secara emosi.

Sikapnya tidak terbuka dan bahkan tidak ramah, serta terkesan sangat menjaga jarak.

Sebesar apapun usahamu untuk mencairkan es yang menyelubungi dirinya, terkadang reaksi dia bisa membuat kamu enggan mencoba lagi.

Ketika kamu mulai menjalin hubungan, mungkin terlihat menjanjikan di awal.

Namun seiring berjalannya waktu, kamu merasa dia tidak membiarkan kamu masuk ke dalam kehidupannya.

Terlebih ketika sedang menghadapi permasalahan pribadi, dia akan semakin menarik diri dan kamu semakin merasa tidak diindahkan.

Jika kamu mengkonfrontasikan perasaanmu kepadanya, kemungkinan besar dia tidak merasa ada yang salah dengan sikapnya dan bisa memperburuk hubungan yang sedang kalian jalin.

Lalu bagaimana cara mengatasi cowok cuek yang kadang membuat kamu gemas ini? Berikut caranya yang bisa kamu coba.

Cara Jitu Mengatasi Cowok Cuek

1. Mengenalnya Lebih Dalam

Tidak ada bayi terlahir langsung menjadi pribadi yang cuek.

Selain dipengaruhi oleh gen, sifat yang terbentuk dalam diri kita juga dipengaruhi dari lingkungan kita tumbuh dan dibesarkan.

Pahami apa yang melatarbelakangi sikap cueknya ini dan tidak menuntut dia untuk merubah sikapnya.

Bisa saja dia mempunyai trust issue sehingga perlu lebih lama untuk dia mengenal kamu dan membuka dirinya perlahan.

Kenali juga kebiasaan dan hobi dia.

Cowok cuek menyukai hidup di dalam dunianya sendiri dan kurang menyukai menghabiskan waktu mengurusi masalah hubungan.

Namun, bukan berarti dia tidak menyukai kehadiran orang lain.

Mereka hanya larut di dalam pekerjaan, hobi, atau permasalahannya sendiri.

Sekarang, tinggal kamu yang mencari cara untuk mendekati dan mungkin membagi ketertarikan yang sama dengannya.

2. Jadi Dirimu Sendiri

Kamu tidak perlu menjadi orang lain atau menyukai hobi dia yang sebenarnya kamu kurang sukai.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Mengenal hobi dia dapat membuka wawasan baru untuk kamu sehingga bisa membuka percakapan dengan si cowok cuek.

Walau begitu, kamu tidak perlu bertingkah pura-pura menyukai hobi yang sama dan bahkan berbohong kalau kamu menggelutinya juga.

Jadilah dirimu sendiri dan bukan seseorang yang kamu pikir adalah tipe si cowok cuek.

Dengan begitu, kamu bisa menjalani hubungan ini dengan lebih ringan dan tidak mempunyai beban bahwa suatu saat penyamaranmu akan terbongkar.

Cowok menyukai cewek yang original atau tidak dibuat-buat, dan percaya diri untuk menjadi dirinya sendiri.

3. Jangan Memaksa Dia

Jika kamu adalah tipe cewek yang suka memaksa, lupakan kalau cara ini bisa membuat dia berubah.

Kemungkinan besar yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu dia menjauh dan menghindari kamu karena merasa tidak nyaman.

Bersikaplah dewasa dan beri dia waktu.

Dia bukan tidak membutuhkan orang lain di dalam hidupnya, hanya saja dia termasuk tipe pemilih yang hati-hati menyeleksi orang lain itu.

Fokus dengan apa yang bisa kamu perbuat, seperti memberikan perhatian dibanding dengan apa yang bisa kamu terima.

Kamu juga bisa mengukur diri sendiri, apakah kamu bisa menghadapi cueknya cowok ini di masa mendatang dan apakah dia layak kamu perjuangkan.

Jika memang kamu terlanjur menyukainya, kamu bisa memberikan usaha yang lebih keras lagi dengan memahami dia.

Kalau kamu masih bingung memulainya dari mana, kamu bisa membaca buku berjudul Seni Memahami Pria.

Pria tidak terkecuali si cowok cuek, biasanya sulit untuk mengungkapkan apa yang dia rasakan.

Cowok dan cewek juga punya pandangan, fokus, dan cara berkomunikasi yang berbeda.

Seperti misalnya, cewek lebih mudah mengungkapkan apa yang dia rasakan, sementara cowok lebih logis dalam hal ini.

Jika si cowok cuek mulai menarik diri, kamu bisa bertanya padanya alasan mengapa dia menarik diri dan jangan biarkan kamu menarik kesimpulan sendiri.

Adanya komunikasi dua arah akan mempermudah kamu memahami dia, hubungan kalian, dan posisi kamu.

Penasaran dengan bahasan lain yang tidak kalah menarik dari buku Seni Memahami Pria?

Kamu bisa membelinya di Gramedia.com dan jangan ketinggalan untuk gunakan promo diskon supaya belanja jadi lebih hemat!

Klik di sini untuk dapatkan vouchernya.

Dapatkan Diskonnya! Dapatkan Diskonnya!

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Cara Memakai Kompas Digital di HP dan Panduan Kalibrasinya

Cara Memakai Kompas Digital di HP dan Panduan Kalibrasinya

buku
Cerita Pong Tiku: Kisah Pahlawan Toraja yang Gigih Melawan Penjajahan

Cerita Pong Tiku: Kisah Pahlawan Toraja yang Gigih Melawan Penjajahan

buku
6 Legenda Betawi Terkenal Beserta Sejarah dan Pesan Moralnya

6 Legenda Betawi Terkenal Beserta Sejarah dan Pesan Moralnya

buku
Tren

Tren "Marriage Is Scary": Benarkah Menikah Adalah 'Ijazah Kelulusan' Hidup yang Wajib Dikejar?

buku
Ketika Validasi Menjadi Candu dan Hubungan Kehilangan Empati

Ketika Validasi Menjadi Candu dan Hubungan Kehilangan Empati

buku
Cerita Rakyat Gorontalo Singkat: Mengenal Legenda dan Kisah Tradisional yang Penuh Pesan Moral

Cerita Rakyat Gorontalo Singkat: Mengenal Legenda dan Kisah Tradisional yang Penuh Pesan Moral

buku
Asal Usul Gorontalo: Sejarah, Arti Nama, dan Perjalanan Panjang Daerah Hulonthalo

Asal Usul Gorontalo: Sejarah, Arti Nama, dan Perjalanan Panjang Daerah Hulonthalo

buku
Tema Trivia Halloween Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Malam Keakraban

Tema Trivia Halloween Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Malam Keakraban

buku
Cerita Rakyat Makassar: Kisah Legenda yang Masih Dikenang Hingga Kini 

Cerita Rakyat Makassar: Kisah Legenda yang Masih Dikenang Hingga Kini 

buku
Legenda Batu Kepampang: Cerita Rakyat Lampung yang Penuh Pesan Moral

Legenda Batu Kepampang: Cerita Rakyat Lampung yang Penuh Pesan Moral

buku
Konsep Trivia Retro Paling Seru untuk Acara Kumpul Komunitas dan Keluarga

Konsep Trivia Retro Paling Seru untuk Acara Kumpul Komunitas dan Keluarga

buku
Asal Usul Ondel-Ondel Betawi: Sejarah, Makna Wajah, dan Rahasia Masa Lalunya

Asal Usul Ondel-Ondel Betawi: Sejarah, Makna Wajah, dan Rahasia Masa Lalunya

buku
Tema Game Night Kantor Paling Seru untuk Meningkatkan Kekompakan Karyawan

Tema Game Night Kantor Paling Seru untuk Meningkatkan Kekompakan Karyawan

buku
7 Cerita Rakyat Bugis yang Populer Hingga Kini 

7 Cerita Rakyat Bugis yang Populer Hingga Kini 

buku
Mengenal Legenda Kalimantan, dari Batu Menangis hingga Putri Junjung Buih 

Mengenal Legenda Kalimantan, dari Batu Menangis hingga Putri Junjung Buih 

buku
Asal Usul Lampung yang Jarang Diketahui, Dari Nama hingga Budayanya

Asal Usul Lampung yang Jarang Diketahui, Dari Nama hingga Budayanya

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau