Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Punya Kebiasaan Mandi di Malam Hari? Yuk, Kenali Bahaya dan Dampak Negatifnya bagi Tubuh

Kompas.com, 2 Maret 2022, 21:00 WIB
Sumber Gambar: Freepik.com
Rujukan artikel ini:
Mencegah Dan Mengatasi Berbagai Penyakit…
Pengarang: Dr. Iskandar Junaidi
Penulis Okky Olivia
|
Editor Novia Putri Anindhita

Bagi kamu yang terbiasa pulang larut malam pasti sering merasakan dilema antara ingin mandi terlebih dahulu atau langsung pergi ke tempat tidur.

Di satu sisi, otak memintamu untuk langsung beristirahat setelah seharian melakukan berbagai aktivitas yang melelahkan, tapi kondisi badan yang kotor dan berkeringat juga sebenarnya membuat dirimu jadi tidak nyaman.

Berbicara soal mandi di malam hari, sampai sekarang masih ada dua pendapat yang saling bertentangan mengenai hal ini.

Menurut International Journal of Nursing Studies, mandi di malam hari akan membantumu meningkatkan kualitas tidur dan membuat tubuh menjadi lebih rileks, tapi memang disarankan untuk mandi dengan menggunakan air hangat.

Tapi di sisi lain, ada juga yang berpendapat bahwa mandi di malam hari sebenarnya sangat tidak dianjurkan karena akan berbahaya bagi tubuh dan membuat tubuh jadi rentan terhadap penyakit, kondisi ini juga dipicu saat seseorang tidak memperhatikan suhu udara dan suhu air yang digunakan untuk mandi.

Selain orang dewasa, anak-anak dan bayi juga tidak disarankan untuk mandi di waktu malam karena beresiko mengalami hipotermia karena tubuhnya belum mampu mengatur suhu secara maksimal.

Sebenarnya, apa saja sih dampak negatif yang akan kamu dapatkan saat kamu terlalu sering mandi di malam hari? Simak penjelasannya berikut ini.

Dampak Negatif Mandi di Malam Hari

1. Menyebabkan Peradangan Sendi atau Rematik

Rematik merupakan salah satu penyakit autoimun yang ditandai dengan gejala seperti persendian yang kaku dan bengkak terutama pada bagian jari tangan dan kaki, kemerahan atau memar di bagian sendi, penurunan fungsi sendi, dan masih banyak lagi.

Kebiasaan mandi di malam hari akan semakin memperburuk gejala rematik terutama bagi orang yang sudah lanjut usia.

2. Mempercepat Penuaan Dini

Siapa yang sangka bahwa kebiasaan mandi di malam hari juga ternyata bisa menjadi penyebab penuaan dini pada tubuh, terutama bagi seseorang yang tidak tahan dengan air yang terlalu dingin.

Tanda-tanda penuaan dini ini bisa terlihat dengan mudah, seperti rambut beruban, kulit keriput, serta adanya penurunan fungsi organ vital yang ada di dalam tubuh.

3. Mengakibatkan Asam Urat

Mandi di malam hari juga bisa memicu munculnya serangan asam urat.

Penyakit ini sebenarnya lebih sering menyerang para lansia, tapi tidak menutup kemungkinan juga akan menyerang para anak muda yang sering mandi di malam hari.

Salah satu penyebabnya sebenarnya karena air dingin yang digunakan untuk mandi akan membuat sendi terasa nyeri dan akhirnya menyebabkan peradangan, yang bahkan bisa memicu adanya pembengkakan dan rasa panas pada area sendi terutama bagian jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki.

4. Bisa Menyebabkan Flu

Hidung meler, flu, dan masuk angin memang sering disebut sebagai salah satu dampak negatif utama yang akan didapatkan saat seseorang terlalu sering mandi di malam hari.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Saat udara sedang dingin, kelenjar hidung akan memberikan respon dengan mengeluarkan banyak lendir untuk membuat hidung tetap lembab, jadi penyakit flu atau pilek adalah sesuatu hal yang tidak bisa dihindari.

5. Gangguan pada Sistem Metabolisme Tubuh

Secara natural, malam hari adalah waktu yang tepat bagi tubuh untuk beristirahat, karena pada waktu ini suhu tubuh cenderung sudah mulai melemah karena terlalu banyak melakukan berbagai aktivitas sebelumnya.

Saat kamu memutuskan untuk mandi di malam hari, pori-pori dalam tubuh biasanya lebih rentan untuk terbuka yang mengakibatkan masuknya air ke dalam tubuh, hal ini bisa menyebabkan adanya gangguan pada hormon dan bisa merusak komposisi alami suhu tubuh.

Saat tubuh sudah mulai terkena gangguan metabolisme, kamu akan lebih mudah merasa lemas, nafsu makan berkurang, mual, dan bau nafas yang tidak sedap.

Lebih parahnya lagi kamu akan mengalami penurunan fungsi organ tubuh.

Mandi dua kali sehari memang sangat dianjurkan, tapi cobalah untuk memperhatikan waktunya, karena waktu mandi yang paling baik adalah saat pagi hari dan sore hari.

Mandi pagi dengan air dingin akan memberikan kesegaran yang optimal sebelum melakukan aktivitas, selain itu mandi pagi juga bisa membantu meredakan gejala depresi, meningkatkan sirkulasi darah, dan meringankan nyeri pada otot.

Sedangkan mandi di sore hari akan membuat badan kembali segar dan bisa membantu menghilangkan keringat, kuman, dan kotoran lain yang menempel pada tubuh.

Bagian sendi memang menjadi salah satu bagian tubuh yang paling cepat diserang penyakit saat kamu terlalu sering mandi di malam hari, jadi untuk mengatasi gangguan pada sendi, kamu bisa menemukan solusinya dalam buku Mencegah dan Mengatasi Berbagai Penyakit Sendi, Asam Urat, Rematik, dan Penyakit Sendi Lainnya yang ditulis oleh Dr. Iskandar Junaidi.

Setelah membaca buku ini, kamu akan mendapatkan beragam informasi lengkap mengenai penyakit yang biasanya menyerang persendian, misalnya rematik, artritis, dan beberapa penyakit sendi lainnya.

Selain itu kamu juga akan diajarkan langkah-langkah pengobatan dan tips yang bisa kamu lakukan untuk mencegah datangnya berbagai penyakit sendi, misalnya dengan meminum obat-obatan tertentu atau rutin melakukan latihan fisik dan olahraga.

Walaupun ada beberapa kasus tertentu yang menyatakan bahwa penyakit sendi ini bisa kambuh kapan saja, tapi buku ini akan membantu mengupayakan berbagai jenis penanganan yang tepat dengan tingkat kesembuhan yang lebih tinggi.

Untuk mendapatkan buku ini, kamu bisa membelinya di Gramedia.com atau membeli versi e-booknya melalui Gramedia Digital.

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

promo diskon promo diskon

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau