Apa Itu Fiber Optik? Ketahui Pengertian, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya Berikut Ini

Lihat Foto
Sumber Gambar: Freepik.com
Fiber Optik 
Rujukan artikel ini:
Sistem Jaringan Fiber Optic
Pengarang: Gunawan Wibisono, Dkk
Penulis Okky Olivia
|
Editor: Puteri

Dalam suatu jaringan komputer, ada beberapa komponen pendukung seperti server, host atau komputer pengguna, dan switch beserta kabelnya yang berfungsi untuk menyalurkan data.

Sampai saat ini, sudah ada beberapa jenis kabel yang biasa digunakan dalam instalasi jaringan komputer, seperti kabel twisted dan kabel coaxial.

Tapi seiring dengan kemajuan teknologi, masyarakat tentunya semakin menginginkan akses kecepatan yang jauh lebih tinggi, serta kemampuan transfer data yang lebih maksimal dibandingkan sebelumnya.

Meski kabel twisted dan kabel coaxial dirasa sudah cukup memenuhi standar, berbagai inovasi terbaru tentunya perlu untuk diadakan.

Dalam suatu jaringan, kecepatan akses tentunya menjadi hal yang paling dibutuhkan oleh masyarakat, terutama untuk keperluan pencarian atau browsing di internet.

Kebutuhan inilah yang menjadi salah satu alasan hadirnya kabel Fiber Optik yang ternyata langsung mendapatkan perhatian dari masyarakat.

Apa itu fiber optik dan apa saja fungsi serta kegunaannya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Pengertian Fiber Optik

Fiber optik adalah teknologi baru berupa kabel yang berfungsi untuk mengubah sinyal listrik menjadi cahaya.

Jika kabel lain biasanya memakai bahan tembaga, kabel fiber optik ini memakai sejenis serat kaca atau plastik yang halus, bahkan bisa jauh lebih halus dari sehelai rambut manusia.

Kabel fiber optik ini akan mengalirkan sinyal cahaya dari satu titik ke titik yang lain dengan kecepatan tinggi, melalui proses yang dinamakan pembiasan cahaya.

Cahaya yang dimaksud disini adalah LED atau laser.

Fungsi Fiber Optik

Pada dasarnya kabel fiber optik memiliki fungsi yang sama seperti kabel jenis lain, yakni untuk menghubungkan antar komputer atau pengguna satu sama lain.

Bedanya, fiber optik memiliki kecepatan akses yang jauh lebih tinggi serta kemampuan transfer data yang juga jauh lebih cepat.

Tidak hanya itu, kabel fiber optik juga tidak membawa listrik sehingga tidak akan terpengaruh oleh gangguan elektromagnetik yang membuatnya jauh lebih stabil.

Tapi dengan banyaknya kelebihan yang ditawarkan, masyarakat tentunya harus rela membayar lebih mahal sehingga kabel jenis ini tidak dipakai oleh sembarangan orang.

Kabel fiber optik biasanya digunakan oleh perusahaan berskala besar serta operator telekomunikasi yang jangkauannya lebih luas.

Tidak hanya itu, beberapa perusahaan pengembang Wi-Fi pun saat ini sudah mulai menggunakan fiber optik karena penggunaannya dirasa lebih cepat, stabil, dan optimal.

Jenis-Jenis Fiber Optik

Ada 2 jenis mode transmisi dalam fiber optik, yakni Single Mode dan Multi Mode.

Single Mode akan memanfaatkan sinar laser sebagai media transmisinya, sedangkan Multi Mode menggunakan media LED.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Dari tampilan luarnya, kabel Single Mode dilapisi dengan selubung luar berwarna kuning, sedangkan kabel Multi Mode memiliki warna biru atau oranye.

Kedua jenis mode transmisi fiber optik ini lebih sering digunakan pada suatu instalasi jaringan kelas menengah sampai kelas atas.

Masing-masing jenis kabel ini memiliki karakteristik yang berbeda, yakni dari segi kecepatan bandwidth, jarak jangkau, serta diameter core.

Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Fiber Optik Single Mode

Fiber Optik Single Mode memiliki ukuran inti atau diameter core sebesar 9 mikrometer dan mampu melakukan transmisi cahaya tunggal.

Dibandingkan dengan Multi Mode, transmisi Single Mode memiliki keunggulan pada bagian jangkauannya yang terbilang cukup luas.

Kabel jenis ini bisa melakukan transmisi cahaya sampai 100 km, dan melesat antara 100 Mb/detik sampai 1 Gb/detik.

Meski terbilang unggul dari segi aksebilitasnya, Fiber Optik Single Mode ini juga memiliki kekurangan dari aspek kecepatannya.

Fiber Optik Single Mode ini banyak digunakan pada jaringan Local Area Network (LAN), TV kabel, sampai telepon rumah.

2. Fiber Optik Multi Mode

Dibandingkan dengan Fiber Optik Single Mode, Multi Mode ini lebih unggul dari sisi kecepatan transmit yang dihantarkan.

Fiber Optik Multi Mode ini memiliki diameter inti sekitar 50 sampai 62,5 mikrometer, sementara kabelnya mampu menghantarkan cahaya pada panjang gelombang 850 nm.

Kecepatan yang dihasilkan oleh kabel Fiber Optik Multi Mode ini bisa dikatakan jauh lebih cepat karena memiliki ukuran inti yang lebih besar.

Sayangnya, jangkauan yang dimiliki kabel jenis ini jauh lebih terbatas sehingga lebih cocok untuk kebutuhan jarak dekat.

Untuk mengatasinya, para pengguna bisa menggunakan extender untuk menambah jarak jangkauan kabel sehingga bisa menjangkau hingga 2 km.

Setelah ini, kamu tentu sudah bisa membedakan mana Fiber Optik Single Mode dan mana Fiber Optik Multi Mode.

Kalau masih merasa kurang paham, kamu juga bisa menambah wawasanmu mengenai fiber optik dalam buku Sistem Jaringan Fiber Optic yang ditulis oleh Gunawan Wibisono.

Perkembangan sistem jaringan seperti fiber optik di Indonesia tentunya tidak terlepas dari perkembangan industri telekomunikasi.

Beberapa operator telekomunikasi yang telah menggunakan jaringan fiber optik ini diantaranya adalah Telkom Indonesia, Indosat, Excelcomindo, dan Indonesia Comnet Plus.

Buku ini akan menjelaskan secara lebih rinci mengenai sistem jaringan fiber optik mulai dari sejarahnya, cara penggunaannya, dan bagaimana skema penyebarannya di Indonesia.

Jika tertarik, kamu bisa membeli buku ini di Gramedia.com.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi