Mengenal dan Memahami Konsep AKM dan Penerapannya Dalam Pendidikan

Lihat Foto
Sumber: freepik
konsep akm dan penerapannya dalam pendidikan
Rujukan artikel ini:
Landasan Pendidikan: Dasar Pengenalan Diri…
Pengarang: Amos Neolaka, Prof., Dr.,…
|
Editor: Rahmad

AKM adalah salah satu konsep yang baru di dalam dunia pendidikan Indonesia. AKM merupakan bagian dari sebuah kebijakan Merdeka Belajar yang diusung oleh Kemdikbud. Merdeka Belajar merupakan kebijakan besar dalam rangka mewujudkan transformasi dalam pengelolaan Pendidikan di Indonesia.

AKM adalah bagian dari Asesmen Nasional yang menjadi pengganti dalam Ujian Nasional (UN) sebagai bentuk evaluasi terkait dengan mutu pendidikan siswa. AKM adalah sistem yang digunakan untuk mendorong perbaikan dalam mutu pembelajaran dari peserta didik.

Pada bidang pendidikan, AKM merupakan sebuah inovasi baru yang berkaitan dengan penjamin mutu pendidikan. AKM adalah sistem yang dirancang untuk menghasilkan informasi yang akurat demi memperbaiki kualitas belajar-mengajar.

Bagi peserta didik, AKM adalah sebuah penilaian yang diperlukan oleh semua murid untuk bisa mengembangkan kapasitas diri mereka dan mampu berpartisipasi positif bagi masyarakat.

Definisi AKM

AKM adalah singkatan dari Asesmen Kompetensi Minimum. Mengutip dari pusat asesmen dan pembelajaran Kemendikbud, AKM adalah penilaian kompetensi mendasar yang dibutuhkan oleh semua murid agar mampu mengembangkan kapasitas diri masing-masing.

AKM adalah sebuah sistem yang akan menggantikan peranan Ujian Nasional (UN) sebagai sumber informasi untuk memetakan serta mengevaluasi mutu pada sistem Pendidikan. AKM dirancang dengan fungsi untuk mengukur pencapaian para peserta didik dari hasil belajar kognitif mereka selama ini, yaitu literasi dan numerasi.

AKM menyajikan masalah yang memiliki konteks yang beragam, diharapkan bisa diselesaikan oleh murid dengan menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi yang mereka miliki.

Asesmen Nasional ini disebut-sebut akan menjadi pengganti dalam Ujian Nasional (UN). Asesmen Nasional tidak sepenuhnya menggantikan peranan UN dalam melakukan evaluasi prestasi atau hasil belajar secara individual saja. Namun, Asesmen Nasional menggantikan peran UN sebagai sumber informasi yang berfungsi untuk memetakan serta mengevaluasi mutu dari sistem Pendidikan di Indonesia.

Tujuan AKM

AKM memiliki tujuan untuk mengukur pencapaian para peserta didik dari hasil belajar kognitif. Tingkat kompetensi inilah yang dimanfaatkan oleh peran guru dalam menyusun strategi pembelajaran yang efektif serta berkualitas.

AKM mendukung sistem teaching at the right point. Di mana itu merupakan salah satu system untuk mengajar kepada peserta didik yang disesuaikan dengan tingkat capaian atau kemampuan peserta didik di awal.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Pembelajaran yang dirancang berdasarkan pada AKM bisa memudahkan murid untuk menguasai kompetensi yang diharapkan, karena sudah disesuaikan dengan kemampuan murid. AKM dimaksud untuk mengukur kompetensi secara lebih mendalam, tidak hanya sekedar untuk menguasai kontennya saja.

Penerapan AKM Dalam Pendidikan

AKM dalam Asesmen Nasional akan diikuti oleh seluruh satuan Pendidikan tingkat dasar dan menengah di Indonesia, termasuk pula di dalamnya satuan Pendidikan kesetaraan. Di setiap satuan Pendidikan, Asesmen Nasional ini akan diikuti oleh Sebagian peserta didik yang berada di kelas V, VIII, dan XI yang dipilih secara acak oleh Kemendikbud sendiri.

Asesmen Nasional hanya diikuti oleh Sebagian murid saja, karena tidak digunakan untuk menentukan kelulusan atau penilaian dalam prestasi murid sebagai seorang individu. Asesmen Nasional ini adalah cara untuk memetakan serta memotret mutu sekolah dan sistem Pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu, tak semua murid perlu untuk menjadi peserta dalam Asesmen Nasional ini.

Hasil dari Asesmen Nasional diharapkan mampu menjadi dasar dalam dilakukannya perbaikan dalam pembelajaran. Pilihan pada jenjang kelas V, VIII, dan XI juga bukan tanpa maksud. Pemilihan jenjang kelas tersebut dimaksudkan supaya murid yang menjadi peserta Asesmen Nasional ini bisa merasakan perbaikan dari pembelajaran saat mereka masih berada di satuan Pendidikan tersebut.

Dalam penerapannya, mutu satuan Pendidikan dapat dinilai berdasarkan pada hasil belajar murid yang mendasar, yaitu literasi, numerasi, dan karakter. Ditambah pula kualitas dari proses belajar-mengajar dan iklim satuan Pendidikan yang mampu mendukung pembelajaran. Beragam informasi tersebut diperoleh dari tugas instrument, di antaranya adalah Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), survei karakter, serta survei lingkungan belajar.

Saat ini, proses AKM sudah berlangsung. Dalam berbagai forum, beberapa guru mengungkapkan adanya kesulitan dalam memperoleh referensi soal AKM dan pembelajaran yang inovatif. Namun, para pendidik atau guru, bisa mempelajarinya dengan mudah melalui buku Model Pembelajaran Inovatif dan Soal Berbasis AKM Jenjang SMA.

Buku Model Pembelajaran Inovatif dan Soal Berbasis AKM Jenjang SMA akan mengupas soal AKM dan pembelajaran yang inovatif secara mendalam. Melalui buku ini, gur mampu membekali dirinya melalui rancangan pembelajaran yang berbasis AKM.

Buku ini dilengkapi pula dengan contoh soal dari berbagai level kognitif, baik literasi ataupun numerasi. Dengan begitu, diharapkan para guru mampu merancang pembelajaran yang inovatif untuk di dalam kelas.

Buku ini bisa langsung kamu pesan melalui https://www.gramedia.com/

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi