Review Buku Wizard Bakery, Toko Roti yang Bisa Mengabulkan Keinginan

Lihat Foto
Sumber Gambar: instagram.com/bukugpu
Novel Wizard Bakery
Rujukan artikel ini:
Wizard Bakery
Pengarang: Gu Byeong-mo
|
Editor: Ratih Widiastuty

Setiap orang tentunya akan merasa bahagia jika keinginannya bisa dikabulkan.

Namun, pernahkah kamu berpikir apa konsekuensi yang mungkin terjadi dari harapan yang kamu inginkan tersebut?

Apakah kamu percaya bahwa tidak setiap permohonan yang kamu harapkan akan memberikan dampak yang baik bagi diri kamu sendiri?

Pesan inilah yang ingin disampaikan oleh Gu Byeong-Mo melalui buku Wizard Bakery dengan menciptakan sebuah toko roti yang bisa mewujudkan segala keinginan.

Buku setebal 208 halaman ini mungkin terlihat cukup ringan, namun sebenarnya memiliki konflik yang cukup kompleks dan akan membuat kamu takjub ketika membacanya.

Sinopsis Novel Wizard Bakery

Wizard Bakery diceritakan melalui sudut pandang orang pertama, dari tokoh anak laki-laki berusia 16 tahun yang terpaksa tinggal bersama ibu tiri dan adik tirinya setelah ayahnya menikah lagi.

Ia tidak pernah memiliki hubungan yang baik dengan ibu tiri yang ia panggil sebagai Guru Bae tersebut.

Sejak pertemuan pertama mereka, Guru Bae seolah menunjukkan sikap berkuasa dan kebencian terhadap dirinya yang tidak pernah ia pahami alasannya.

Mereka bisa hidup bersama dengan damai hanya bila mereka tidak melanggar batas wilayah satu sama lain, dengan saling memberikan perhatian apabila diperlukan saja, mengikuti acara-acara keluarga tanpa menimbulkan masalah, dan menunjukkan sikap baik sebagai bagian dari keluarga di hadapan orang lain.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, ketegangan yang terjadi di antara mereka membuat ruang geraknya di rumah menjadi semakin terbatas.

Ia mulai menciptakan kebiasaan baru dengan berangkat ke sekolah pagi-pagi sekali dan membeli roti di kantin sebagai sarapan untuk mengurangi waktu bersama wanita itu di rumah.

Ia juga jadi terbiasa pulang terlambat di malam hari setelah membeli roti di toko roti dekat stasiun bernama Wizard Bakery yang telah menjadi langganannya.

Meskipun memiliki keinginan yang kuat untuk bisa pergi dari rumah, namun ia tidak ingin gegabah dan menunggu hingga ia cukup mandiri sambil merencanakan masa depannya dengan penuh perhitungan.

Namun, kenyataan tidak berjalan manis sesuai dengan yang ia harapkan.

Guru Bae terkejut ketika menemukan noda darah di celana dalam putrinya dan langsung mencecarinya dengan beribu pertanyaan yang membuat gadis itu panik.

Kebingungan itu membuat Mu-hee lantas menuduh kakak laki-lakinya sebagai pelaku yang telah memperkosa dirinya.

Anak laki-laki itu pun terpaksa kabur dari rumah dan di tengah malam seperti saat itu, hanya toko roti Wizard Bakery yang masih beroperasi dan menjadi satu-satunya tempat yang bisa ia tuju.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Tukang Roti yang telah mengenalnya sebagai pelanggan tetap bersedia membantunya bersembunyi untuk sementara waktu dan mengizinkannya tinggal di sana.

Sambil mempersiapkan diri untuk menghadapi masalah yang tengah menimpanya, anak laki-laki itu dibuat terpukau dengan keajaiban yang ada di dalam toko roti tersebut.

Sementara ia berada di sana, ia menyaksikan sikap egois orang-orang yang ingin memiliki kekuatan sihir dari roti-roti yang dijajakan di toko demi kepentingan pribadi mereka sendiri.

Banyak pelajaran yang bisa anak laki-laki itu petik dari Tukang Roti yang ternyata merupakan seorang penyihir dan asistennya, Burung Biru, sebelum akhirnya ia sanggup untuk menghadapi masalah yang telah menantinya di rumah.

Review atau Ulasan Buku Wizard Bakery

"Don't judge a book by its cover" adalah frasa yang tepat untuk menggambarkan buku yang satu ini.

Dengan sampul yang terlihat manis dan jumlah halaman yang tidak terlalu tebal, buku ini akan mengangkat tema cerita yang mungkin tidak pernah kamu duga.

Terdapat banyak konflik yang disajikan oleh penulis, seperti sikap patriarki yang ditunjukkan melalui karakter ayah, kekerasan seksual terhadap anak, trauma masa lalu, hingga pembunuhan dan kasus bunuh diri.

Penulis juga menghadirkan kisah-kisah pembeli yang mengajukan komplain kepada Tukang Roti setelah keinginan mereka terkabul, namun ternyata tidak berjalan sesuai dengan yang mereka harapkan.

Bukannya mengintrospeksi diri dan jadi lebih berhati-hati dalam menginginkan sesuatu, orang-orang tersebut justru menyalahkan Tukang Roti yang telah mengabulkan permintaan mereka dan memintanya untuk bertanggung jawab.

Di akhir cerita, penulis pun memberikan dua bab alternatif ketika tokoh anak laki-laki memilih untuk menggunakan atau tidak menggunakan kekuatan sihir yang diberikan oleh Tukang Roti kepadanya.

Kekuatan sihir yang terbungkus dalam sebuah roti meringue itu memungkinkannya untuk bisa mengulang kembali waktu ke masa sebelum ayahnya menikah dengan ibu tirinya.

Hal ini menggambarkan keinginan sebagian besar orang yang sering kali berharap bisa memutar kembali waktu ketika dihadapkan pada sebuah masalah.

Namun, Gu Byeong-Mo dengan cerdik menyampaikan pesan kepada para pembaca bahwa meskipun bisa mengulang kembali waktu, tidak menjamin jika segalanya akan berubah menjadi lebih baik.

Terkadang kamu hanya perlu menerima kenyataan saat ini dan bertahan untuk melaluinya, karena seberat apapun masalah yang kamu hadapi, masa-masa sulit itu pasti akan berlalu.

Buku yang sarat akan makna ini akan memberikan banyak pelajaran berharga dan membuat kamu ikut larut dalam kisah haru yang dialami oleh tokoh anak laki-laki di dalam cerita ini.

Kamu bisa mendapatkan buku Wizard Bekery dengan mudah di Gramedia.com.

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi