Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Review Buku The Things You Can See Only When You Slow Down, Bagaimana Menerapkan Mindfulness dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Kompas.com, 17 Februari 2022, 16:00 WIB
Sumber Gambar: Canva
Rujukan artikel ini:
The Things You Can See…
Pengarang: Haemin Sunim
Penulis Renny Novita
|
Editor Almira Rahma Natasya

Di dalam buku The Things You Can See Only When You Slow Down, Haemin Sunim, biksu Buddha dari Korea Selatan yang juga profesor filosofi, menulis dalam bentuk anekdot dari kutipan dan nasihat tentang kehidupan yang sibuk saat ini, dan manfaat dari memperlambat, melihat sesuatu dari kejauhan, serta menemukan keindahan dengan kehidupan kita sehari-hari.

Buku yang luar biasa ini pertama kali diterbitkan di tahun 2012 di Korea Selatan dan berhasil menduduki daftar buku best seller selama 41 minggu, hingga telah terjual lebih dari 3 juta eksemplar pada saat itu.

Selain itu, buku ini juga telah memenangkan banyak penghargaan Buku Terbaik Sepanjang Tahun.

Kesuksesan ini membawa buku The Things You Can See Only When You Slow Down diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa asing, bermula dari Cina kemudian Jepang, Thai, Perancis dan bahasa Inggris.

Hal Menarik dari Buku The Things You Can See Only When You Slow Down

Berbeda dengan buku filosofi yang pernah ada sebelumnya, Haemin Sunim yang pernah menempuh bangku kuliah S1 sampai S3 di universitas elit Amerika ini membawa kita dalam perjalanan melalui tema-tema seperti waktu jeda, gairah, hubungan, cinta, kehidupan, mindfulness, masa depan, dan spiritualitas.

Tema-tema tersebut dijabarkan satu persatu di dalam setiap babnya.

Setiap bab dimulai tulisan pendek seperti bentuk perenungan yang terkait dengan topik, kemudian diikuti dengan cerita dan pembahasan, serta ditutup dengan banyak kutipan dan kata bijak serta dilengkapi dengan berbagai ilustrasi indah karya seniman Young-Cheol Lee.

Cerita yang ada di setiap babnya diambil dari pengalaman pribadi, yang membuat kita merasa kalau orang bijak pun sama seperti kita, hanya mereka lebih pintar memaknai sebuah peristiwa dan mengambil tindakan untuk merubahnya.

Seperti pada kisah dimana Haemin Sunim sangat bahagia mendapatkan pekerjaan pertamanya sebagai tenaga pengajar di sebuah universitas, dia begitu menggebu-gebu dalam memberikan pelajaran yang salah satunya adalah Pengenalan terhadap Meditasi Buddha.

Dia tidak saja memberikan pekerjaan rumah lebih daripada professor lainnya, sebagai tambahan, dia juga meminta para muridnya melakukan meditasi dan membuat jurnal.

Tidak hanya sampai di sini, dia juga mengadakan pertemuan di luar kelas termasuk mengunjungi biara Buddha terdekat, padahal pengajar lain biasanya hanya mengadakan satu pertemuan saja.

Namun antusiasme Haenim yang besar seperti pisau bermata dua.

Alih-alih membuat muridnya bersemangat, yang terjadi justru sebaliknya.

Banyak muridnya yang kehilangan minat dan mulai banyak yang datang tidak mengerjakan tugas dan bahkan tidak membaca bahan pelajaran.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Haenim merasa terluka saat itu.

Dia merasa sudah melakukan segalanya untuk mereka, dan mereka malah menolak kebaikan yang dia tawarkan.

Ketika dia mengamati perasaan kecewanya, dia menyadari bahwa egonya membuat dia melakukan apa yang menurutnya baik walaupun itu tidak sesuai dengan kapasitas para muridnya.

Apakah cerita ini terdengar familier untuk kamu?

Terkadang kita memaksakan keinginan kita dan apa yang menurut pandangan kita benar tanpa memperhatikan dan memperdulikan bagaimana keadaan serta situasi orang yang mengalaminya.

Kita memaksa anak kita untuk mengambil les A sampai Z dengan harapan mereka bisa menjadi orang yang lebih baik dari kita di masa depan.

Yang kita tidak tahu adalah mungkin itu terlalu melelahkan untuk mereka dan beberapa mungkin bukan subjek favorit mereka.

Tertarik Membaca Buku Ini?

Beberapa orang membaca buku ini seperti mereka membaca sebuah novel yang bisa sekali habis.

Namun Haenim menyarankan agar kita untuk merenungkan setiap babnya dan melangkah ke bab selanjutnya dengan santai.

Kamu tidak perlu terburu-buru, karena ini bukan masalah siapa yang tercepat dalam menyelesaikan buku ini, melainkan siapa yang paling bisa mengambil manfaat darinya.

Buku The Things You Can See Only When You Slow Down kini sudah diterjemahkan juga ke dalam bahasa Indonesia dan kamu bisa mendapatkan buku ini di Gramedia.com.

Dapatkan juga gratis voucher diskon yang bisa kamu ambil di sini!

Dapatkan Diskonnya! Dapatkan Diskonnya!

“The wise do not fight the world. In the most relaxed and playful manner, they simply embody the truth that they are one with it.” - Haemin Sunim.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Cash Stuffing vs Budgeting Digital: Mana yang Lebih Ampuh?

Cash Stuffing vs Budgeting Digital: Mana yang Lebih Ampuh?

buku
Weton Tulang Wangi dalam Hubungan Asmara: Daya Pikat dan Tantangannya

Weton Tulang Wangi dalam Hubungan Asmara: Daya Pikat dan Tantangannya

buku
7 Cara Berhenti Belanja Impulsif: Panduan Psikologi dan Finansial

7 Cara Berhenti Belanja Impulsif: Panduan Psikologi dan Finansial

buku
Apa Itu Cash Stuffing? Berikut Panduan Dasar, Contoh Kategori, dan Trik Suksesnya

Apa Itu Cash Stuffing? Berikut Panduan Dasar, Contoh Kategori, dan Trik Suksesnya

buku
Yuk, Bertualang Bersama Para Pangeran yang Penuh Inspirasi Melalui Seri The Prince!

Yuk, Bertualang Bersama Para Pangeran yang Penuh Inspirasi Melalui Seri The Prince!

buku
Panduan Lengkap Declutter Google Drive untuk Bersihkan Memori 

Panduan Lengkap Declutter Google Drive untuk Bersihkan Memori 

buku
7 Cara Mengurangi Screen Time untuk Meningkatkan Produktivitas

7 Cara Mengurangi Screen Time untuk Meningkatkan Produktivitas

buku
Gacha Artinya Apa? Simak Istilah, Sejarah, dan Sistemnya dalam Game

Gacha Artinya Apa? Simak Istilah, Sejarah, dan Sistemnya dalam Game

buku
PeopleMath Tawarkan Perspektif Baru tentang Produktivitas Kerja

PeopleMath Tawarkan Perspektif Baru tentang Produktivitas Kerja

buku
Apa itu Gharar? Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Transaksi Digital

Apa itu Gharar? Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Transaksi Digital

buku
Kenapa Plushies Populer? Ini Alasannya Digemari Berbagai Kalangan

Kenapa Plushies Populer? Ini Alasannya Digemari Berbagai Kalangan

buku
Plushies Artinya Apa? Kenali Pengertian dan Perbedaannya dengan Boneka

Plushies Artinya Apa? Kenali Pengertian dan Perbedaannya dengan Boneka

buku
Weton Tulang Wangi dalam Kehidupan Sosial

Weton Tulang Wangi dalam Kehidupan Sosial

buku
Karakter Weton Tulang Wangi: Sifat Positif dan Sisi Gelap

Karakter Weton Tulang Wangi: Sifat Positif dan Sisi Gelap

buku
5 Keistimewaan Weton Tulang Wangi: Rahasia Rezeki dan Kejayaan Masa Depan

5 Keistimewaan Weton Tulang Wangi: Rahasia Rezeki dan Kejayaan Masa Depan

buku
7 Ciri Weton Tulang Wangi yang Paling Akurat Menurut Primbon Jawa

7 Ciri Weton Tulang Wangi yang Paling Akurat Menurut Primbon Jawa

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau