Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menjadi Ibu Rumah Tangga, Apakah Takdir Akhir dari Perempuan?

Kompas.com, 30 Januari 2022, 12:00 WIB
Sumber Foto: Dok. Elex Media Komputindo
Rujukan artikel ini:
Sarjana Ibu Rumah Tangga
Pengarang: RIZKI AYU AMALIAH
|
Editor Ratih Widiastuty

Allah SWT menciptakan manusia yang terdiri dari laki-laki dan perempuan.

Secara umum, baik laki-laki maupun perempuan, mereka diberi potensi yang sama oleh Allah SWT.

Namun, secara khusus, laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan.

Jika salah dalam menyikapi peran dan potensi antara keduanya, maka tentunya akan menimbulkan kesalahpahaman yang berujung pada sebuah sikap 'merasa' tidak adil atas apa yang Allah tetapkan kepada hamba-hamba-Nya.

Perbedaan-perbedaan ini tentunya bukan bertujuan untuk melahirkan sebuah sikap saling membandingkan di antara keduanya, akan tetapi jika didalami, maka akan ditemukan tujuan dari penetapan potensi serta peran laki-laki dan perempuan di dalam Al-Qur'an, yaitu untuk saling melengkapi.

Peran Wanita di Dalam Rumah Tangga

Peran perempuan dalam Al-Qur'an, lebih dominan disebutkan mengenai tugasnya sebagai seorang istri.

Karena hal ini akan erat kaitannya dengan perannya dalam mendidik anak.

Menjadi ibu rumah tangga adalah aktivitas yang paling banyak dikerjakan oleh perempuan yang telah berstatus menikah.

Namun, banyak perempuan menganggap bahwa menikah dan menjadi istri sekaligus menjadi ibu adalah takdir akhir dari seorang perempuan.

Sehingga, ia tidak bisa lagi mengejar mimpi dan cita-citanya, ia tidak bisa lagi belajar.

Padahal, menikah bukan langkah terakhir atas harapan-harapan yang telah dibangun.

Hal yang sering dipermasalahkan dalam masyarakat adalah "Perempuan bergelar akademik yang memilih menjadi ibu rumah tangga", "Ibu rumah tangga yang memilih berkarier di luar rumah", dan "Perempuan yang memilih full time menjadi ibu rumah tangga".

Sebenarnya, tidak ada yang salah dari pilihan-pilihan tersebut, karena setiap perempuan berhak menentukan pilihan dan tentunya ia tahu konsekuensi atas pilihannya.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Berhentilah untuk membandingkan bahwa perempuan ini yang terbaik dan menyepelekan yang satunya.

Karena apa yang menjadi pilihan dari seorang perempuan, ada sesuatu yang ia korbankan.

Namun, jika ternyata takdir membawa perempuan menjadi ibu rumah tangga, yang full time mengurus rumah, suami dan anak-anak di rumah, maka perempuan mesti menyadari bahwa Islam menempatkan diri perempuan di rumah bukan karena Islam menutup jalan bagi diri perempuan untuk tampil seperti laki-laki yang bebas mengejar mimpi-mimpinya, tapi karena Islam memuliakan perempuan! Islam menempatkan perempuan di sebaik-baik tempat.

Berapa banyak orang yang menyepelekan pekerjaan ibu rumah tangga, dianggap pengangguran, dianggap pemalas, pekerjaan yang tidak menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Padahal, pekerjaan yang tidak ada hentinya adalah menjadi ibu rumah tangga.

Mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali.

Pekerjaan yang kadang berulang-ulang dikerjakan, pekerjaan banyak meski tanpa digaji.

Tidak perlu bersedih, jika ternyata takdir membawa perempuan menyandang gelar sebagai ibu rumah tangga.

Karena banyak juga ibu-ibu yang melepaskan pekerjaan bergengsi demi menjadi ibu rumah tangga.

Banyak pula perempuan yang punya gelar pendidikan tinggi, tapi ujung-ujungnya memilih menjadi ibu rumah tangga.

Tidak perlu bersedih dan berputus asa, karena kamu tidak sendiri, banyak perempuan yang telah bertekad memilih jalan ini.

Mau lebih meyakinkan diri dengan titel sarjana ibu rumah tangga?

Buku Sarjana Ibu Rumah Tangga bisa kamu dapatkan melalui Gramedia.com.

Selain itu, juga ada gratis voucher diskon yang dapat kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, buruan klik dan isi form di sini agar kamu segera mendapat vouchernya.

promo diskon promo diskon

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau