Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Panduan Mencuci Pakaian Bekas Baru Beli agar Bersih, Aman, dan Bebas Bau

Kompas.com, 17 April 2026, 13:00 WIB
Panduan Mencuci Pakaian Bekas Baru Beli  Sumber Gambar: Pexels.com Panduan Mencuci Pakaian Bekas Baru Beli 
Rujukan artikel ini:
Dilema Thrifting di Indonesia
Pengarang: Litbang KOMPAS
Penulis Nadia
|
Editor Novia Putri Anindhita

Membeli pakaian bekas atau thrift kini menjadi tren yang semakin populer, terutama di kalangan anak muda.

Selain lebih hemat, thrifting juga mendukung gaya hidup ramah lingkungan.

Namun, satu hal penting yang tidak boleh dilewatkan adalah mencuci pakaian bekas sebelum dipakai.

Banyak orang masih bertanya, apakah baju thrift harus dicuci sebelum digunakan?

Jawabannya adalah ya, pakaian bekas wajib dicuci terlebih dahulu.

Artikel ini akan membahas secara lengkap cara mencuci pakaian bekas baru beli agar bersih, higienis, dan nyaman dipakai.

Apakah Pakaian Bekas Harus Dicuci Sebelum Dipakai?

Ya, pakaian bekas harus dicuci sebelum digunakan.

Hal ini karena pakaian tersebut sudah pernah dipakai oleh orang lain dan kemungkinan terpapar berbagai kotoran, bakteri, bahkan jamur.

Selain itu, proses distribusi dan penyimpanan pakaian bekas tidak selalu higienis.

Oleh karena itu, mencuci menjadi langkah penting untuk memastikan pakaian aman bagi kulit.

Risiko Jika Pakaian Bekas Tidak Dicuci

Tidak mencuci pakaian bekas sebelum dipakai dapat menimbulkan berbagai risiko yang berdampak pada kenyamanan dan kesehatan.

Beberapa risiko yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Iritasi kulit akibat bakteri atau sisa kotoran yang menempel.
  • Reaksi alergi karena debu, jamur, atau residu bahan kimia.
  • Bau tidak sedap yang sulit hilang meskipun sudah dipakai.
  • Pertumbuhan jamur dan kuman pada serat kain.

Risiko ini mungkin terlihat sepele, tetapi jika diabaikan dapat mengganggu kenyamanan hingga memicu masalah kesehatan.

Persiapan Sebelum Mencuci Pakaian Bekas

Sebelum mulai mencuci pakaian bekas, ada beberapa langkah persiapan yang perlu dilakukan agar hasilnya lebih maksimal dan tidak merusak bahan.

Berikut yang perlu diperhatikan:

  • Pisahkan pakaian berdasarkan warna untuk mencegah risiko luntur.
  • Periksa label perawatan agar mengetahui metode pencucian yang sesuai.
  • Cek kondisi pakaian, termasuk noda, robekan, atau bagian yang perlu perhatian khusus.

Siapkan juga bahan yang diperlukan:

  • Deterjen sesuai jenis kain.
  • Air hangat untuk membantu membersihkan kotoran.
  • Cuka atau baking soda (opsional) untuk menghilangkan bau dan noda.

Persiapan yang tepat akan membuat proses mencuci lebih efektif sekaligus menjaga kualitas pakaian tetap awet.

Cara Mencuci Pakaian Bekas dengan Benar

Berikut langkah-langkah mencuci pakaian bekas agar bersih, higienis, dan tetap awet:

1. Rendam dengan Air Hangat

Rendam pakaian dalam air hangat selama 15–30 menit.

Air hangat membantu membunuh bakteri sekaligus melonggarkan kotoran yang menempel pada serat kain.

2. Gunakan Deterjen Secukupnya

Gunakan deterjen sesuai dengan jenis bahan pakaian agar hasil cuci lebih optimal.

Hindari pemakaian berlebihan karena dapat meninggalkan residu, membuat kain terasa kaku, dan berpotensi merusak tekstur pakaian.

3. Tambahkan Bahan Pembersih Alami

Untuk hasil yang lebih maksimal, kamu bisa menambahkan bahan pembersih alami berikut:

  • Cuka untuk membantu menghilangkan bau tidak sedap secara efektif.
  • Baking soda untuk membantu mengangkat noda membandel dan menyegarkan kain.

Kedua bahan ini aman digunakan dan dapat membantu menjaga kebersihan sekaligus kualitas pakaian bekas tetap terawat.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

4. Cuci dengan Tangan atau Mesin

Pilih metode mencuci sesuai kebutuhan dan jenis bahan pakaian:

  • Manual: Cocok untuk bahan sensitif seperti sutra atau wol karena lebih aman dan minim risiko kerusakan.
  • Mesin cuci: Lebih praktis untuk pakaian sehari-hari yang berbahan kuat seperti katun atau denim.

Dengan metode yang tepat, pakaian bekas bisa tetap terjaga kualitasnya meskipun sering dicuci.

5. Bilas Hingga Bersih

Pastikan tidak ada sisa deterjen yang tertinggal karena dapat menyebabkan iritasi kulit dan membuat pakaian terasa kaku.

6. Jemur di Bawah Sinar Matahari

Sinar matahari membantu membunuh kuman secara alami sekaligus menghilangkan bau tidak sedap.

7. Setrika Setelah Kering

Setrika pakaian setelah kering untuk membantu membunuh sisa bakteri dan membuat pakaian terlihat lebih rapi.

Dengan langkah-langkah ini, pakaian bekas tidak hanya bersih tetapi juga aman dan nyaman digunakan sehari-hari.

Cara Menghilangkan Bau Apek pada Pakaian Bekas

Bau apek sering menjadi masalah utama pada pakaian bekas, terutama jika disimpan dalam kondisi lembab.

Untuk mengatasinya, diperlukan langkah yang tepat agar bau benar-benar hilang, bukan sekadar tertutupi.

Berikut cara efektif yang bisa dilakukan:

  • Rendam pakaian dengan campuran air dan cuka untuk membantu menetralisir bau.
  • Tambahkan baking soda saat mencuci agar bau lebih cepat hilang.
  • Jemur di bawah sinar matahari langsung untuk membunuh bakteri penyebab bau.

Hindari hanya menggunakan pewangi karena cara ini hanya menutupi bau tanpa benar-benar menghilangkannya.

Cara Mencuci Berdasarkan Jenis Bahan

Tidak semua bahan pakaian bisa diperlakukan dengan cara yang sama.

Menyesuaikan metode pencucian dengan jenis bahan sangat penting untuk menjaga kualitas dan keawetan pakaian.

Berikut panduannya:

  • Katun: Relatif mudah dicuci dan aman menggunakan mesin cuci dengan deterjen biasa.
  • Denim: Tidak perlu terlalu sering dicuci; gunakan air dingin agar warna tidak cepat pudar.
  • Wol: Sebaiknya dicuci dengan air dingin dan sabun khusus agar tidak menyusut.
  • Sutra: Cuci secara manual dengan lembut untuk menjaga tekstur dan kilau kain.

Dengan perawatan yang tepat sesuai jenis bahan, pakaian bekas bisa tetap awet dan terlihat seperti baru.

Tips Tambahan agar Pakaian Lebih Higienis

Agar hasil pembersihan lebih maksimal, kamu bisa menerapkan beberapa langkah berikut:

  • Gunakan air panas jika jenis bahan memungkinkan untuk membantu membunuh kuman.
  • Jangan mencampur pakaian bekas dengan pakaian kotor lainnya saat mencuci.
  • Cuci dua kali jika diperlukan, terutama untuk pakaian dengan bau yang cukup kuat.
  • Gunakan pewangi secukupnya agar pakaian tetap segar tanpa merusak serat kain.

Dengan langkah ini, pakaian bekas akan lebih bersih, higienis, dan nyaman saat digunakan.

Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Mencuci Pakaian Bekas

Beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat merawat pakaian bekas antara lain:

  • Menggunakan deterjen terlalu banyak yang dapat merusak serat kain.
  • Tidak membaca label perawatan pada pakaian.
  • Mengeringkan pakaian di tempat yang lembap.

Menghindari kesalahan-kesalahan ini akan membantu menjaga pakaian bekas tetap awet, bersih, dan nyaman digunakan.

Mencuci pakaian bekas bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga tentang menjaga kesehatan dan kenyamanan.

Dengan mengikuti panduan mencuci pakaian bekas baru beli yang tepat, kamu bisa memastikan pakaian tetap higienis, awet, dan nyaman digunakan.

Untuk memperdalam pemahaman tentang dunia thrifting, kamu juga bisa membaca buku Dilema Thrifting di Indonesia.

Jika ingin menambah wawasan sekaligus lebih bijak dalam berbelanja pakaian bekas, kamu bisa membaca buku ini secara lengkap melalui Gramedia Digital sekarang juga.

Mulailah membiasakan mencuci pakaian bekas dengan benar sebelum memakainya.

Langkah sederhana ini bisa memberikan dampak besar bagi kesehatan sekaligus menjaga kualitas pakaian favoritmu.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Apa Perbedaan Sate Padang dan Sate Pariaman? Yuk, Cari Tahu di Sini!

Apa Perbedaan Sate Padang dan Sate Pariaman? Yuk, Cari Tahu di Sini!

buku
Darah Biru Bisa Diciptakan, Buku Endang Kumalasari — Kita Tidak Harus Lahir dari Keluarga Terpandang untuk Punya Masa Depan yang Baik

Darah Biru Bisa Diciptakan, Buku Endang Kumalasari — Kita Tidak Harus Lahir dari Keluarga Terpandang untuk Punya Masa Depan yang Baik

buku
Mengenal Kehidupan Ekspatriat di Indonesia dan Tantangannya

Mengenal Kehidupan Ekspatriat di Indonesia dan Tantangannya

buku
Pemadatan Tanah Rawan Likuifaksi: Metode dan Cara Kerjanya 

Pemadatan Tanah Rawan Likuifaksi: Metode dan Cara Kerjanya 

buku
Mengenal PET untuk Kemasan, Material Plastik yang Banyak Digunakan 

Mengenal PET untuk Kemasan, Material Plastik yang Banyak Digunakan 

buku
Berbagai Sumber Mikroplastik Sehari-hari yang Sering Tidak Disadari di Rumah

Berbagai Sumber Mikroplastik Sehari-hari yang Sering Tidak Disadari di Rumah

buku
Teknologi Pemadaman Kebakaran Hutan, Mulai dari Water Bombing hingga Inovasi Satelit 

Teknologi Pemadaman Kebakaran Hutan, Mulai dari Water Bombing hingga Inovasi Satelit 

buku
5 Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Hutan yang Bisa Kamu Lakukan 

5 Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Hutan yang Bisa Kamu Lakukan 

buku
Hutan Terluas di Indonesia serta Potensi Ekologisnya

Hutan Terluas di Indonesia serta Potensi Ekologisnya

buku
Menumbuhkan Anak yang Tangguh dan Bahagia Melalui Olah Hati dan Latihan Berbagi Perasaan

Menumbuhkan Anak yang Tangguh dan Bahagia Melalui Olah Hati dan Latihan Berbagi Perasaan

buku
Apa Itu Danantara? Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Perannya bagi Ekonomi Indonesia

Apa Itu Danantara? Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Perannya bagi Ekonomi Indonesia

buku
2000 KATA PERTAMAKU: Mengenalkan Dunia Bilingual Lewat Kata

2000 KATA PERTAMAKU: Mengenalkan Dunia Bilingual Lewat Kata

buku
Rekomendasi Komik Horor 2026

Rekomendasi Komik Horor 2026

buku
Whispers of the Shadow: Perjalanan Menemukan Jati Diri

Whispers of the Shadow: Perjalanan Menemukan Jati Diri

buku
Platform Pemasaran Ini Bikin Usahamu Makin Laris!

Platform Pemasaran Ini Bikin Usahamu Makin Laris!

buku
Begini Cara Mengatur Alokasi Pendapatan yang Ideal

Begini Cara Mengatur Alokasi Pendapatan yang Ideal

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau