Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Contoh Pola Hidup Sehat yang Mudah untuk Diterapkan

Kompas.com, 2 Februari 2026, 01:00 WIB
Contoh Pola Hidup Sehat  Sumber Gambar: Freepik.com Contoh Pola Hidup Sehat 
Rujukan artikel ini:
Hidup Sehat Bukan Sekadar Gaya
Pengarang: Mifta Novikasari
Penulis Adnan
|
Editor Novia Putri Anindhita

Pernahkah kamu merasa bahwa hari-harimu berjalan begitu cepat, namun tubuhmu justru merasa lelah dan tidak bersemangat?

Terkadang, banyak orang yang hanya fokus pada pencapaian akademik, karier atau kehidupan sosial digital saja.

Padahal, kita semua memiliki batas kapasitas yang perlu dirawat dengan penuh kesadaran.

Untuk itu, kamu harus mulai memahami bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang yang harus dimulai dari sekarang.

Sebagai langkah awalnya, kamu bisa mengikuti beberapa contoh pola hidup sehat untuk memberikan dampak besar bagi kebahagiaan dan produktivitasmu sehari-hari.

Manfaat Pola Hidup Sehat

Dengan menyadari dari setiap tindakan positif yang kita lakukan, kamu bisa menciptakan harmonisasi antara pikiran dan raga.

1. Meningkatkan Konsentrasi dan Fokus Belajar

Saat memberikan nutrisi dan istirahat yang cukup bagi tubuh, otak akan mampu bekerja dengan lebih optimal dalam menyerap informasi baru di sekolah.

Dengan kondisi fisik yang prima, kamu akan lebih mudah menyelesaikan tugas-tugas sulit dengan pikiran yang lebih jernih dan tajam.

2. Menjaga Kestabilan Emosi dan Suasana Hati

Pola hidup yang teratur membantu menyeimbangkan hormon dalam tubuh yang membuat kamu tidak mudah merasa stres atau merasa cemas secara berlebihan.

Masa remaja adalah masa yang penuh dinamika emosional sehingga tubuhmu harus sehat agar lebih tenang saat menghadapi tekanan.

3. Meningkatkan Stamina dan Energi Tubuh

Dengan rutin bergerak dan menjaga asupan gizi, kamu bisa berbagai aktivitas ekstrakurikuler tanpa merasa cepat lelah.

Tubuh yang bugar juga membuat setiap langkah yang kamu ambil terasa lebih ringan dan penuh dengan semangat yang baru.

4. Mencegah Risiko Penyakit di Masa Mendatang

Kebiasaan yang kamu tanamkan bisa menjadi rutinitas rutin saat beranjak dewasa nanti.

Banyak penyakit degeneratif yang bermula dari pola hidup yang buruk sejak usia muda sehingga sangat penting bagi kita untuk mulai melakukan pencegahan sedini mungkin.

Dengan menjaga kebugaran sekarang, kamu turut melindungi masa depanmu agar tetap bisa beraktivitas dengan produktif tanpa hambatan kesehatan.

5. Membangun Rasa Percaya Diri

Tubuh yang sehat dan bugar secara alami akan merubah penampilan serta caramu berinteraksi dengan orang-orang di sekitarmu.

Saat merasa nyaman dengan kondisi fisikmu sendiri, kamu menjadi lebih percaya diri dan berani dalam mengekspresikan potensi diri.

Contoh Pola Hidup Sehat untuk Remaja

Berikut adalah beberapa contoh pola hidup sehat yang bisa kamu jadikan referensi untuk mulai membangun kebiasaan baru yang lebih bermakna setiap harinya.

1. Mencukupi Kebutuhan Air Putih

Air putih adalah komponen utama yang dibutuhkan oleh sel-sel tubuhmu agar tetap terhidrasi dan mampu menjalankan fungsinya dengan baik selama kamu belajar.

Pastikan selalu membawa botol minum sendiri agar bisa minum kapan saja tanpa harus menunggu rasa haus datang menyerang.

2. Selalu Mengawali Hari dengan Sarapan Bergizi

Sarapan adalah bahan bakar utama bagi otak dan ototmu untuk memulai aktivitas yang panjang setelah tubuh berpuasa selama waktu tidur malam.

Pilihlah menu yang mengandung karbohidrat kompleks dan protein untuk mendapatkan energi yang bertahan lebih lama hingga waktu makan siang tiba.

3. Mengatur Jam Tidur secara Teratur

Tidur yang cukup selama 7-9 jam setiap malam sebagai solusi agar tubuhmu melakukan proses pemulihan dan regenerasi sel yang telah bekerja keras sepanjang hari.

Cobalah untuk disiplin dengan jadwal tidurmu dan hindari kebiasaan begadang untuk hal-hal yang kurang mendesak.

Tidur yang berkualitas akan membuatmu terbangun dengan perasaan yang lebih segar dan siap untuk merangkul tantangan baru dengan antusias.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

4. Membatasi Konsumsi Makanan Cepat Saji

Ganti camilan yang tinggi gula dan lemak dengan pilihan yang lebih sehat seperti buah-buahan atau kacang-kacangan.

Perhatikanlah setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh untuk memiliki raga yang lebih kuat dan tahan lama.

5. Meluangkan Waktu untuk Berolahraga Ringan

Tidak perlu olahraga yang berat-berat, cukup luangkan waktu sekitar 15-30 menit untuk bergerak aktif seperti berjalan kaki atau melakukan peregangan.

Olahraga membantu melancarkan sirkulasi darah dan melepaskan hormon endorfin yang bisa membuat perasaanmu menjadi jauh lebih bahagia dan tenang.

6. Mengurangi Penggunaan Gawai sebelum Tidur

Paparan cahaya biru dari layar ponsel dapat mengganggu produksi melatonin atau hormon yang mengatur siklus tidurmu yang sehat.

Jauhkan gawai setidaknya satu jam sebelum tidur dan ganti dengan kebiasaan membaca buku atau menulis jurnal.

Kebiasaan ini akan membantumu mendapatkan kualitas istirahat yang lebih dalam dan mencegah kelelahan mata akibat penggunaan layar yang berlebihan.

7. Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan

Mencuci tangan sebelum makan dan menjaga kebersihan kamar adalah langkah sederhana untuk mencegah penyebaran kuman serta penyakit di sekitarmu.

Lingkungan yang bersih dan rapi secara tidak langsung akan memberikan pengaruh positif terhadap kejernihan pikiranmu saat kamu sedang belajar atau beristirahat.

8. Konsumsi Sayur dan Buah

Sayuran dan buah-buahan mengandung berbagai vitamin serta mineral penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh remaja untuk mendukung proses pertumbuhan yang optimal.

Usahakan untuk selalu menyertakan porsi hijau dalam setiap piring makanmu sebagai bagian dari komitmen untuk hidup lebih berkualitas dan seimbang.

Serat yang terkandung di dalamnya juga sangat baik untuk menjaga sistem pencernaan agar tetap lancar dan berfungsi.

9. Belajar Mengelola Stres dengan Bijak

Temukanlah hobi atau kegiatan kreatif yang bisa membantumu melepaskan beban pikiran, seperti menggambar, bermain musik, atau sekadar bercerita kepada sahabat dekat.

Mengelola emosi adalah bagian dari proses berproses menuju kedewasaan yang sehat.

Kamu belajar untuk memvalidasi perasaanmu tanpa harus menghakiminya.

10. Menjaga Postur Tubuh

Sering kali, kita tidak sadar telah membungkuk saat sedang menulis atau menatap layar laptop dalam waktu yang lama.

Untuk mencegah nyeri punggung dan leher, pastikan untuk duduk dengan posisi tegak dan kaki menapak rata di lantai.

Lakukanlah juga peregangan singkat setiap satu jam sekali agar otot-otot tetap lentur dan tidak mengalami kekakuan akibat posisi duduk yang statis terlalu lama.

Menerapkan pola hidup sehat memang membutuhkan komitmen dan kesabaran untuk terus berjalan di jalur yang benar.

Namun, segala usaha yang kamu keluarkan pasti akan membuahkan hasil yang manis bagi kualitas hidupmu.

Dengan mulai mempraktikkan beberapa contoh pola hidup sehat di atas, kamu bisa meraih segala mimpi dan cita-citamu di masa depan dengan penuh energi!

Jika kamu ingin mengetahui lebih banyak tentang cara memulai pola hidup sehat, kamu bisa membaca buku-buku yang relevan, salah satunya seperti buku Hidup Sehat Bukan Sekadar Gaya.

Buku karya Mifta Novikasari ini mengupas tentang dua nikmat yang hendaknya kita optimalkan untuk taat dan produktif.

Bagaimana cara hidup sehat, panduan makan dan minum, tip agar konsisten berolahraga hingga istirahat cukup.

Dilengkapi dengan pembahasan bagaimana cara makin mesra dengan Al-Qur’an, mindful eating, self-love, hingga berlatih menyusun skala prioritas dan jadwal aktivitas harian.

Segera miliki panduan berharga ini dengan membelinya di Gramedia.com atau akses versi digitalnya melalui Gramedia Digital.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau