Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Masa Kejayaan Kerajaan Kutai sebagai Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

Kompas.com, 19 Februari 2026, 10:00 WIB
Masa Kejayaan Kerajaan Kutai  Sumber Gambar: Kompas.com Masa Kejayaan Kerajaan Kutai 
Rujukan artikel ini:
Kejayaan Bangsa di Zaman Kerajaan
Pengarang: Endar Wismulyani, S.Pd.
Penulis Nadia
|
Editor Novia Putri Anindhita

Kerajaan Kutai dikenal sebagai kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang memiliki peran penting dalam sejarah awal peradaban Nusantara.

Keberadaan kerajaan ini menjadi bukti bahwa sistem pemerintahan, kepercayaan, serta kehidupan sosial masyarakat telah berkembang jauh sebelum masuknya pengaruh kolonial.

Dalam sejarahnya, Kerajaan Kutai mencapai masa kejayaan yang paling menonjol pada masa pemerintahan Raja Mulawarman.

Masa kejayaan Kerajaan Kutai ditandai dengan stabilitas politik, kemakmuran ekonomi, serta kehidupan keagamaan yang kuat.

Catatan tentang kejayaan tersebut dapat ditemukan melalui peninggalan sejarah berupa prasasti Yupa.

Dari sinilah diketahui bahwa Kerajaan Kutai bukan hanya berkuasa secara politik, tetapi juga memiliki pengaruh sosial dan budaya yang besar di wilayah Nusantara.

Jejak Awal Menuju Masa Kejayaan Kerajaan Kutai

Sebelum mencapai masa kejayaan, Kerajaan Kutai melalui proses panjang dalam pembentukan kekuasaan.

Kerajaan Kutai Martadipura didirikan oleh Kudungga, tokoh lokal yang kemudian bertransformasi menjadi raja dengan sistem pemerintahan bercorak Hindu.

Kudungga dianggap sebagai pendiri dinasti awal Kerajaan Kutai.

Perkembangan kerajaan dilanjutkan oleh Aswawarman, putra Kudungga, yang dikenal sebagai pendiri wangsa atau dinasti kerajaan.

Aswawarman mulai memperkuat struktur pemerintahan dan memperkenalkan sistem keagamaan Hindu secara lebih formal.

Fondasi inilah yang menjadi dasar kuat bagi Kerajaan Kutai untuk berkembang menuju masa kejayaan di bawah Raja Mulawarman.

Masa Kejayaan Kerajaan Kutai di Bawah Raja Mulawarman

Masa kejayaan Kerajaan Kutai mencapai puncaknya pada masa pemerintahan Raja Mulawarman.

Ia dikenal sebagai raja terbesar dan paling berjaya dalam sejarah Kerajaan Kutai.

Kepemimpinan Raja Mulawarman membawa kerajaan ke kondisi yang makmur, aman, dan stabil.

Dalam prasasti Yupa disebutkan bahwa Raja Mulawarman dikenal sangat dermawan.

Ia memberikan sedekah berupa ribuan ekor sapi kepada para brahmana.

Hal ini menunjukkan bahwa kerajaan memiliki kekayaan melimpah dan sistem ekonomi yang kuat.

Kedermawanan raja juga memperkuat hubungan antara kerajaan dan tokoh agama yang berperan penting dalam legitimasi kekuasaan.

Pada masa kejayaannya, Kerajaan Kutai memiliki sistem pemerintahan yang terorganisir dengan baik.

Raja memegang kekuasaan tertinggi dan dibantu oleh kaum brahmana dalam urusan keagamaan dan legitimasi kekuasaan.

Hubungan antara penguasa dan pemuka agama juga berjalan harmonis.

Stabilitas politik menjadi faktor utama yang mendukung kemajuan kerajaan.

Tidak banyak catatan mengenai konflik internal pada masa pemerintahan Raja Mulawarman, menandakan bahwa kekuasaan dijalankan secara efektif.

Situasi politik yang kondusif ini memungkinkan masyarakat hidup dengan aman dan sejahtera.

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Kutai pada Masa Kejayaan

Kemakmuran ekonomi merupakan salah satu ciri utama masa kejayaan Kerajaan Kutai.

Letaknya yang strategis di sekitar Sungai Mahakam menjadikan kerajaan ini sebagai pusat perdagangan yang ramai.

Sungai Mahakam berfungsi sebagai jalur transportasi utama yang menghubungkan wilayah pedalaman dengan daerah pesisir.

Masyarakat Kutai memanfaatkan hasil alam seperti pertanian, peternakan, dan sumber daya hutan.

Selain itu, perdagangan dengan wilayah lain di Nusantara maupun dengan pedagang asing turut meningkatkan perekonomian kerajaan.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Aktivitas ekonomi yang stabil ini mendukung kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Kehidupan Sosial dan Budaya pada Masa Kejayaan Kerajaan Kutai

Pada masa kejayaan, kehidupan sosial masyarakat Kerajaan Kutai tersusun dalam struktur yang jelas.

Raja berada di posisi tertinggi, diikuti oleh kaum bangsawan dan Brahmana.

Masyarakat umum menjalani kehidupan sebagai petani, pedagang, dan pekerja lainnya.

Budaya Hindu sangat memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat Kutai.

Upacara keagamaan, ritual persembahan, serta ajaran moral menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial.

Nilai-nilai keagamaan ini turut menjaga keharmonisan masyarakat dan memperkuat identitas budaya kerajaan.

Prasasti Yupa sebagai Bukti Masa Kejayaan Kerajaan Kutai

Prasasti Yupa merupakan peninggalan sejarah terpenting dari Kerajaan Kutai.

Prasasti ini berbentuk tugu batu yang digunakan sebagai tempat mengikat hewan kurban dalam upacara keagamaan.

Hingga kini, prasasti Yupa menjadi sumber utama informasi tentang Kerajaan Kutai.

Isi prasasti Yupa mencatat silsilah raja-raja Kutai, termasuk Kudungga, Aswawarman, dan Raja Mulawarman.

Disebutkannya sedekah besar yang diberikan oleh Raja Mulawarman menunjukkan tingkat kemakmuran kerajaan.

Prasasti ini menjadi bukti nyata bahwa Kerajaan Kutai pernah mencapai masa kejayaan yang gemilang.

Faktor-Faktor Pendukung Masa Kejayaan Kerajaan Kutai

Faktor pendukung masa kejayaan kerajaan adalah kepemimpinan Raja Mulawarman yang bijaksana dan dermawan.

Ia mampu menjaga stabilitas kerajaan serta membangun hubungan baik dengan tokoh agama.

Selain itu, letak geografis yang strategis dan kekayaan sumber daya alam turut berperan penting.

Aktivitas perdagangan yang berkembang serta kehidupan sosial yang harmonis menjadi penopang kejayaan Kerajaan Kutai dalam waktu yang cukup lama.

Akhir Masa Kejayaan Kerajaan Kutai

Seiring berjalannya waktu, masa kejayaan Kerajaan Kutai perlahan mengalami kemunduran.

Tidak banyak sumber tertulis yang menjelaskan secara detail penyebab runtuhnya kejayaan tersebut.

Namun, perubahan politik dan munculnya kerajaan-kerajaan baru di Nusantara diduga menjadi faktor yang memengaruhi.

Meski mengalami kemunduran, Kerajaan Kutai tetap memiliki tempat penting dalam sejarah Indonesia.

Keberadaannya menjadi tonggak awal perkembangan kerajaan bercorak Hindu di Nusantara.

Fakta Penting tentang Masa Kejayaan Kerajaan Kutai

Masa kejayaan Kerajaan Kutai terjadi pada masa pemerintahan Raja Mulawarman, raja terbesar dalam sejarah kerajaan Hindu tertua di Indonesia.

Masa kejayaan tersebut dapat dikenali melalui beberapa fakta utama berikut:

  • Raja Mulawarman memimpin Kerajaan Kutai dengan stabilitas politik yang kuat.
  • Prasasti Yupa menjadi bukti sejarah yang mencatat kedermawanan raja melalui sedekah besar kepada kaum brahmana.
  • Catatan prasasti menunjukkan kondisi ekonomi Kerajaan Kutai yang makmur.
  • Kerajaan Kutai berhasil memadukan kekuasaan politik, kegiatan ekonomi, dan ajaran agama Hindu secara seimbang.

Fakta-fakta ini menegaskan bahwa masa kejayaan Kerajaan Kutai ditandai oleh kemakmuran, stabilitas, dan pengaruh agama yang kuat dalam kehidupan masyarakat.

Memaknai Masa Kejayaan Kerajaan Kutai dalam Sejarah Indonesia

Masa kejayaan Kerajaan Kutai memberikan banyak pelajaran berharga bagi generasi masa kini.

Kepemimpinan yang adil, stabilitas politik, serta penghormatan terhadap nilai budaya dan agama terbukti mampu membawa kemakmuran.

Sebagai bacaan pendukung untuk memperluas wawasan tentang kejayaan kerajaan-kerajaan di Nusantara, termasuk Kerajaan Kutai, buku Kejayaan Bangsa di Zaman Kerajaan dapat menjadi pilihan yang informatif.

Buku ini menyajikan ulasan tentang berbagai kerajaan besar yang pernah berjaya di Indonesia dan bagaimana kejayaan tersebut membentuk peradaban bangsa

Ditulis dalam bentuk cerita dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami, buku ini membantu pembaca mengenal dan menghargai kekayaan sejarah Indonesia.

Yuk, dapatkan buku Kejayaan Bangsa di Zaman Kerajaan segera di Gramedia Digital.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Apa Itu Satelit Buatan dan Mengapa Penting bagi Kehidupan Sehari-hari?

Apa Itu Satelit Buatan dan Mengapa Penting bagi Kehidupan Sehari-hari?

buku
Karakteristik Planet Bumi: Ciri, Keunikan, dan Alasan Menjadi Tempat Kehidupan

Karakteristik Planet Bumi: Ciri, Keunikan, dan Alasan Menjadi Tempat Kehidupan

buku
Kreatifafa Penerbit Juz Amma for Little Ones Hadiri Istanbul Publishing Fellowship, Bawa Karya Anak Indonesia ke Panggung Dunia

Kreatifafa Penerbit Juz Amma for Little Ones Hadiri Istanbul Publishing Fellowship, Bawa Karya Anak Indonesia ke Panggung Dunia

buku
Bukti Peninggalan Kerajaan Kutai: Jejak Sejarah Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

Bukti Peninggalan Kerajaan Kutai: Jejak Sejarah Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

buku
Deretan Nama Raja Kerajaan Pajang dan Peran Mereka dalam Sejarah Jawa

Deretan Nama Raja Kerajaan Pajang dan Peran Mereka dalam Sejarah Jawa

buku
8 Fungsi Peroksisom pada Sel Tumbuhan dan Hewan

8 Fungsi Peroksisom pada Sel Tumbuhan dan Hewan

buku
Apa Itu Stoikisme: Mengenal Kedamaian dari Filsafat

Apa Itu Stoikisme: Mengenal Kedamaian dari Filsafat

buku
Letak Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Peralihan Kekuasaan di Tanah Jawa

Letak Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Peralihan Kekuasaan di Tanah Jawa

buku
Masa Kejayaan Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Sejarah Jawa

Masa Kejayaan Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Sejarah Jawa

buku
Cara Menggunakan Logika daripada Perasaan: Panduan Kendali Diri

Cara Menggunakan Logika daripada Perasaan: Panduan Kendali Diri

buku
Nama Raja Kerajaan Banten dan Jejak Kekuasaan yang Membentuk Sejarahnya

Nama Raja Kerajaan Banten dan Jejak Kekuasaan yang Membentuk Sejarahnya

buku
Detective These Days: Ketika Mantan Genius Kalah Lawan Usia dan Tagihan Sewa

Detective These Days: Ketika Mantan Genius Kalah Lawan Usia dan Tagihan Sewa

buku
Siapa Pencetus Filsafat Stoikisme? Mengenal Zeno dari Citium dan Sejarahnya

Siapa Pencetus Filsafat Stoikisme? Mengenal Zeno dari Citium dan Sejarahnya

buku
Sejarah dan Letak Kerajaan Samudera Pasai: Kerajaan Islam Pertama di Indonesia

Sejarah dan Letak Kerajaan Samudera Pasai: Kerajaan Islam Pertama di Indonesia

buku
Merayakan Valentine Lewat Manga: Dari Gengsi Hingga Keajaiban Waktu

Merayakan Valentine Lewat Manga: Dari Gengsi Hingga Keajaiban Waktu

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau