Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anatomi Fisiologis Jantung: Struktur, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Kompas.com, 2 Februari 2026, 14:00 WIB
Anatomi Fisiologis Jantung Sumber Gambar: Freepik.com Anatomi Fisiologis Jantung
Rujukan artikel ini:
Mengenal Jantung dan Penyakitnya dari…
Pengarang: Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis…
Penulis Adnan
|
Editor Novia Putri Anindhita

Jantung adalah organ muskular berongga yang berfungsi sebagai pusat sistem peredaran darah manusia.

Organ ini bekerja tanpa henti memompa darah untuk mengalirkan oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Lokasi jantung berada di dalam rongga dada atau toraks, tepatnya di antara kedua paru-paru.

Posisi tepatnya sedikit condong ke sisi kiri tulang dada atau sternum di belakang tulang rusuk.

Ukuran jantung manusia dewasa kira-kira sebesar kepalan tangan pemiliknya dengan berat sekitar 300 gram.

Bagi tenaga medis dan mahasiswa kesehatan, memahami detail organ ini adalah kompetensi dasar yang wajib dikuasai.

Tanpa pemahaman anatomi yang benar, mekanisme penyakit kardiovaskular akan sulit untuk dianalisis secara tajam.

Berikut penjelasan mengenai anatomi jantung pada manusia.

Anatomi Jantung

Jantung memiliki desain arsitektur biologis yang sangat efisien untuk menangani tekanan dan volume darah yang fluktuatif.

1. Ruang Jantung (Chambers)

Secara internal, jantung terbagi menjadi empat ruang utama yang bekerja secara terkoordinasi dan ritmis.

Dua ruang bagian atas disebut atrium atau serambi yang berfungsi sebagai penampung darah masuk.

Dua ruang bagian bawah disebut ventrikel atau bilik yang bertugas memompa darah keluar jantung.

Setiap ruang memiliki karakteristik dinding otot yang berbeda sesuai dengan beban kerja yang ditanggungnya.

Sisi kanan jantung bertanggung jawab menangani darah yang kaya akan karbon dioksida dari tubuh.

Sisi kiri jantung bertugas mengalirkan darah yang kaya akan oksigen ke seluruh sistem tubuh.

Berikut adalah spesifikasi fungsi dari keempat ruang tersebut:

  • Atrium Kanan (Right Atrium): Ruang ini menerima darah kotor (deoksigenasi) dari seluruh tubuh melalui pembuluh vena besar. Dindingnya relatif tipis karena hanya perlu mengalirkan darah ke ventrikel kanan di bawahnya.
  • Ventrikel Kanan (Right Ventricle): Ruang ini menerima darah dari atrium kanan dan memompanya menuju paru-paru untuk oksigenasi. Tekanan di ruang ini lebih rendah dibandingkan sisi kiri karena jarak ke paru-paru dekat.
  • Atrium Kiri (Left Atrium): Ruang ini menerima darah bersih (oksigenasi) yang baru saja kembali dari paru-paru. Darah yang terkumpul di sini kemudian akan didorong masuk ke dalam ventrikel kiri.
  • Ventrikel Kiri (Left Ventricle): Ruang ini adalah ruang terkuat dengan dinding otot paling tebal dibandingkan ruang jantung lainnya. Otot tebal diperlukan untuk menghasilkan tekanan tinggi guna memompa darah ke seluruh tubuh.

2. Katup Jantung (Valves)

Aliran darah di dalam jantung diatur oleh empat katup yang berfungsi sebagai pintu satu arah.

Keberadaan katup ini menjamin darah mengalir ke arah yang benar dan mencegah aliran balik.

Mekanisme buka-tutup katup ini dipengaruhi oleh perbedaan tekanan darah di setiap ruang jantung.

Suara detak jantung yang kita dengar sebenarnya adalah bunyi katup yang menutup dengan tegas.

Berikut adalah pembagian katup berdasarkan lokasinya:

  • Katup Trikuspidalis: Terletak di antara atrium kanan dan ventrikel kanan, memiliki tiga daun katup atau cusp. Berfungsi mencegah darah kembali ke atrium kanan saat ventrikel kanan berkontraksi.
  • Katup Pulmonal: Terletak di antara ventrikel kanan dan arteri pulmonalis yang menuju ke paru-paru. Katup ini terbuka saat ventrikel kanan memompa darah dan menutup saat relaksasi.
  • Katup Mitral (Bikuspidalis): Terletak di antara atrium kiri dan ventrikel kiri, memiliki dua daun katup yang kuat. Katup ini menahan tekanan tinggi saat ventrikel kiri memompa darah ke seluruh tubuh.
  • Katup Aorta: Terletak di antara ventrikel kiri dan pembuluh aorta, gerbang utama darah menuju tubuh. Berfungsi mencegah darah dari aorta kembali bocor masuk ke dalam ventrikel kiri.

3. Dinding Jantung

Struktur dinding jantung tidak hanya terdiri dari satu lapisan otot, melainkan tiga lapisan berbeda.

Setiap lapisan memiliki peran spesifik dalam menjaga integritas bentuk dan fungsi pompa jantung.

Berikut adalah lapisan penyusun dinding jantung dari luar ke dalam:

  • Perikardium (Kantung Jantung): Lapisan pembungkus terluar yang berupa kantung ganda berisi cairan pelumas perikardial. Cairan ini berfungsi mengurangi gesekan antara jantung yang berdenyut dengan organ sekitarnya.
  • Epikardium: Lapisan terluar dari dinding jantung itu sendiri yang menempel langsung pada otot jantung. Lapisan ini seringkali mengandung jaringan lemak yang melindungi pembuluh darah koroner.
  • Miokardium (Otot Jantung): Lapisan tengah yang paling tebal dan terdiri dari sel-sel otot jantung yang unik. Inilah mesin penggerak utama yang berkontraksi untuk memompa darah secara terus-menerus.
  • Endokardium: Lapisan terdalam yang sangat tipis dan halus melapisi bagian dalam ruang jantung.

Permukaannya yang licin memastikan aliran darah lancar dan mencegah pembentukan gumpalan darah.

4. Pembuluh Darah Utama

Jantung terhubung dengan jaringan pembuluh darah besar yang menjadi jalan masuk dan keluar darah.

Pembuluh darah ini memiliki diameter yang besar untuk menampung volume darah yang tinggi.

Berikut adalah pembuluh darah mayor yang terhubung langsung dengan jantung:

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

  • Vena Cava Superior & Inferior: Pembuluh balik terbesar yang membawa darah kotor dari tubuh bagian atas dan bawah masuk ke atrium kanan.
  • Arteri Pulmonalis: Satu-satunya arteri yang membawa darah kotor (kaya CO2), mengalirkan darah dari ventrikel kanan ke paru-paru.
  • Vena Pulmonalis: Pembuluh balik yang membawa darah bersih (kaya O2) dari paru-paru masuk ke atrium kiri.
  • Aorta Arteri: terbesar dalam tubuh manusia yang membawa darah bersih dari ventrikel kiri ke seluruh sistem tubuh.

Cara Kerja Organ Jantung

Mekanisme kerja jantung dikendalikan oleh sistem kelistrikan alami yang memicu kontraksi otot secara ritmis.

Siklus jantung terdiri dari dua fase utama yang terjadi berulang-ulang, yaitu sistol dan diastol.

Fase diastol adalah periode relaksasi ketika otot jantung mengendur dan ruang jantung terisi darah.

Pada fase ini, katup trikuspid dan mitral terbuka lebar membiarkan darah masuk ke ventrikel.

Sementara fase sistol adalah periode kontraksi ketika otot jantung menegang untuk memompa darah keluar ruang.

Tekanan tinggi saat sistol memaksa katup pulmonal dan aorta terbuka untuk mengalirkan darah keluar.

Proses ini dimulai dari pembangkit listrik alami jantung yang disebut Nodus Sinoatrial atau SA Node.

Nodus SA terletak di dinding atrium kanan dan bertindak sebagai alat pacu jantung alami.

Impuls listrik dari SA Node menyebar ke kedua atrium, menyebabkan serambi berkontraksi mendorong darah.

Sinyal kemudian menjalar ke Nodus Atrioventrikular atau AV Node yang terletak di perbatasan atrium-ventrikel.

Di sini, sinyal listrik ditunda sepersekian detik untuk memastikan ventrikel terisi darah sepenuhnya.

Impuls kemudian diteruskan melalui Berkas His dan Serabut Purkinje ke seluruh dinding ventrikel.

Rangsangan listrik ini memicu kontraksi kuat pada ventrikel yang memompa darah ke paru-paru dan tubuh.

Sistem peredaran darah ini terbagi menjadi dua sirkulasi tertutup, yaitu sirkulasi pulmonal dan sistemik.

Sirkulasi pulmonal adalah perputaran pendek antara jantung dan paru-paru untuk pertukaran gas.

Darah melepaskan karbon dioksida dan mengikat oksigen di dalam alveolus paru-paru sebelum kembali ke jantung.

Sirkulasi sistemik adalah perputaran panjang yang mengantarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh sel tubuh.

Setelah memberikan oksigen ke jaringan tubuh, darah kembali ke jantung untuk mengulang siklus tersebut.

Mekanisme anatomi fisiologis jantung ini berlangsung otomatis di bawah kendali sistem saraf otonom.

Artinya, jantung tetap bekerja memompa darah meskipun kita sedang tertidur lelap atau pingsan.

Kecepatan detak jantung dapat berubah menyesuaikan kebutuhan oksigen tubuh saat beraktivitas atau istirahat.

Memahami Jantung untuk Melindungi Kehidupan

Jantung bukan sekadar pompa mekanis, melainkan organ canggih yang menopang setiap detik kehidupan manusia.

Pemahaman mendalam tentang anatomi dan cara kerjanya adalah langkah awal untuk menjaga kesehatan kardiovaskular jangka panjang.

Jika kamu ingin mendalami wawasan medis mengenai kesehatan jantung, buku Mengenal Jantung dan Penyakitnya dari Angka Tiga bisa menjadi pilihan yang tepat untuk dibaca.

Buku ini merupakan kumpulan artikel informatif karya para dokter spesialis jantung yang tergabung dalam PERKI Cabang Banten.

Topik utamanya membahas seputar pencegahan, pengenalan, dan pemahaman penyakit jantung serta berbagai faktor risikonya.

Karya ini menjadi jembatan edukasi yang sangat baik antara dokter spesialis dengan masyarakat luas.

Segera miliki panduan kesehatan berharga ini dengan membelinya melalui Gramedia Digital.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau