Pentingnya Melakukan Sugar Cutting Diet untuk Kesehatan Mengonsumsi gula tambahan kini menjadi bagian dari pola makan masyarakat modern.
Biasanya banyak ditemukan di berbagai produk seperti saus kemasan, makanan ringan, hingga minuman kemasan yang bisa dikonsumsi sehari-hari.
Padahal, mengonsumsi gula tambahan secara berlebihan dapat menyebabkan lonjakan energi sesaat yang diikuti rasa lemas dan mengantuk.
Tak hanya itu saja, gula tambahan juga membuat mood tidak stabil serta lama-lama berpengaruh pada kesehatan tubuh.
Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan menjalani sugar cutting diet.
Sugar cutting diet ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan pola sehat untuk memutus ketergantungan pada gula.
Sebagai langkah awal untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, penting untuk memahami lebih dalam apa yang dimaksud dengan sugar cutting diet serta manfaat yang dapat diperoleh dari penerapannya.
Melakukan sugar cutting diet memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh, terutama di tengah tingginya konsumsi makanan dan minuman manis dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut beberapa alasan mengapa sugar cutting diet penting untuk diterapkan:
Kesehatan metabolik merupakan fondasi utama bagi fungsi tubuh secara keseluruhan.
Konsumsi gula tambahan, terutama dari makanan dan minuman olahan yang rendah serat dan nutrisi, dapat mengganggu keseimbangan sistem ini.
Saat gula tambahan dikonsumsi secara berlebihan, kadar gula darah akan meningkat dengan cepat.
Sebagai respons, tubuh memproduksi insulin dalam jumlah besar untuk menurunkan kadar gula darah tersebut.
Kalau proses ini terjadi berulang kali, sel-sel tubuhmu lama-lama akan resisten terhadap insulin.
Kondisi ini yang dikenal sebagai resistensi insulin yang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
Pentingnya melakukan sugar cutting diet untuk kesehatan adalah karena ini adalah cara paling efektif untuk memutus siklus berbahaya ini.
Dengan memangkas gula tambahan, kamu memberikan istirahat pada pankreas dan sel-sel tubuhmu menjadi lebih sensitif terhadap insulin lagi, gula darah lebih stabil, dan risiko terkena penyakit kronis seperti diabetes pun menurun drastis.
Masalah penyakit jantung tidak hanya disebabkan oleh lemak saja.
Gula adalah salah satu pemicu peradangan kronis yang paling kuat yang menjadi akar dari masalah jantung.
Gula berlebih dalam darah bisa merusak lapisan pembuluh darah (endotel) yang menyebabkan plak terbentuk, dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi (hipertensi).
Ketika mengonsumsi gula tambahan, hati (liver) harus bekerja keras memprosesnya, sering kali mengubah kelebihan gula menjadi lemak, terutama trigliserida.
Kadar trigliserida yang tinggi ini tidak hanya menjadi lemak di perut, tapi juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Dengan melakukan sugar cutting diet, dapat mengurangi peradangan sistemik dan menormalkan kadar trigliserida dalam darah.
Dengan begitu, pembuluh darah menjadi lebih sehat, tekanan darah lebih terkontrol, dan jantung bisa bekerja lebih ringan.
Gula tambahan memiliki pengaruh yang besar terhadap fungsi otak dan kestabilan mood.
Lonjakan kadar gula darah yang terjadi dengan cepat dapat memicu pelepasan dopamin dalam jangka pendek sehingga menimbulkan perasaan senang dan peningkatan energi sesaat.
Namun, ketika kadar gula darah kembali menurun, tubuh dapat mengalami kondisi yang dikenal sebagai sugar crash yang membuat badan lemas, rasa cemas, dan sulit konsentrasi.
Dengan memotong gula, kamu menghilangkan fluktuasi gula darah yang ekstrem.
Sumber energimu beralih ke lemak sehat dan karbohidrat kompleks yang memberikan energi berkelanjutan ke otak.
Hasilnya, mood-mu lebih stabil, dan tidak mudah merasa cemas atau kelelahan mental.
Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium
Konsentrasi juga meningkat karena otak mendapatkan "bahan bakar" yang stabil.
Selain itu, kualitas tidur akan optimal karena sistem saraf menjadi lebih tenang dan memungkinkan tubuh masuk ke fase tidur nyenyak yang sangat penting untuk perbaikan sel dan pemulihan mental.
Usus sering disebut sebagai "otak kedua," dan kesehatan usus sangat erat kaitannya dengan sistem kekebalan tubuh.
Gula tambahan adalah makanan favorit bagi bakteri yang tidak baik di usus.
Ketika bakteri tidak baik ini berkembang biak karena kelebihan gula, mereka bisa merusak lapisan usus (meningkatkan permeabilitas usus) dan memicu peradangan sistemik.
Peradangan inilah yang membuat sistem imun tidak bekerja maksimal dan tubuh rentan terhadap infeksi.
Dengan sugar cutting diet, kamu seperti sedang memberi kesempatan bagi bakteri baik untuk tumbuh subur.
Ketika keseimbangan mikrobioma usus pulih, peradangan berkurang maka pencernaan akan lancar dan juga memperkuat pertahanan alami tubuhmu.
Memulai sugar cutting diet tidak harus dengan cara ekstrem, apalagi menyiksa.
Kuncinya ada pada edukasi dan konsistensi.
Berikut dua langkah awal yang perlu dilakukan sebelum memulai sugar cutting diet:
Langkah pertama yang paling mudah adalah mengecek isi kulkas dan pantry di rumah.
Tujuannya untuk mengetahui makanan dan minuman apa saja yang selama ini mengandung gula tambahan.
Perlu diingat, gula tambahan tidak hanya tertulis sukrosa, tetapi juga bisa berupa dektrosa, sirup jagung, molase, atau nektar agave.
Kurangi atau singkirkan produk-produk yang mengandung gula tersebut.
Cara ini membantu kamu agar tidak tergoda makanan minuman manis dan memudahkanmu memilih opsi yang lebih sehat.
Jangan mencari pengganti gula yang diproses, seperti pemanis buatan dalam jumlah banyak, tapi beralihlah ke penambah rasa alami.
Gunakan rempah-rempah seperti kayu manis untuk minuman atau sereal dan pala.
Untuk makanan penutup, kamu bisa mengandalkan rasa manis alami dari kurma, puree pisang, atau buah beri yang dicampur dengan plain yoghurt.
Dengan cara seperti ini, lidahmu perlahan akan terbiasa dengan rasa manis yang jauh lebih subtil dan alami.
Nah, itulah beberapa alasan pentingnya melakukan sugar cutting diet untuk kesehatan.
Pola makan ini dapat menjadi bentuk investasi jangka panjang untuk diri sendiri agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai risiko penyakit.
Selain memberikan manfaat bagi kesehatan metabolik dan mental, sugar cutting diet juga membantu mengontrol berat badan.
Dengan mengurangi asupan gula tambahan, pembakaran energi akan lebih efisien dan nafsu makan menjadi lebih terkontrol.
Kalau kamu ingin menambah wawasan mengenai gula dan diabetes, buku The Diabetes Code karya Dr. Jason Fung menjadi referensi yang tepat untuk dibaca.
Berbeda dengan pemahaman umum biasanya, Dr. Jason Fung beranggapan bahwa diabetes tipe 2 ini dapat disembuhkan.
Dalam bukunya, Dr. Jason Fung juga mengupas tuntas mengapa pengobatan konvensional yang berfokus pada insulin dan obat penurun gula adalah justru sering kali memperburuk kondisi.
Ia menyarankan untuk melakukan diet rendah karbohidrat, puasa intermiten, dan pengelolaan insulin secara hati-hati.
Tak hanya menyajikan teori, The Diabetes Code juga dilengkapi dengan rencana makan praktis dan tips perubahan gaya hidup yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ditulis dengan gaya bahasa yang jelas dan mudah dipahami, buku ini terasa ringan dibaca dan relevan bagi siapa pun yang ingin lebih peduli terhadap kesehatan.
Yuk, baca selengkapnya dan segera dapatkan buku The Diabetes Code di Gramedia.com untuk memperdalam pemahamanmu tentang pengelolaan gula darah dan hidup lebih sehat.