Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perbedaan Bulking dan Cutting: Mana yang Tepat untuk Membentuk Tubuh Ideal?

Kompas.com, 6 Januari 2026, 10:00 WIB
Perbedaan Bulking dan Cutting Sumber Gambar: Freepik.com Perbedaan Bulking dan Cutting
Rujukan artikel ini:
Gaining or Losing
Pengarang: A. Muna Ridha, S.Gz
Penulis Nadia
|
Editor Novia Putri Anindhita

Dalam dunia fitness dan pembentukan tubuh, istilah bulking dan cutting sering kali terdengar.

Keduanya merupakan dua fase yang umum dilakukan oleh orang yang ingin memiliki tubuh lebih berotot, proporsional, dan sehat.

Namun, masih banyak pemula yang belum memahami secara jelas perbedaan bulking dan cutting, bahkan menganggap keduanya sama.

Padahal, bulking dan cutting memiliki tujuan, pola makan, serta strategi latihan yang sangat berbeda.

Lalu, apa sebenarnya perbedaan bulking dan cutting? Mana yang sebaiknya dilakukan terlebih dahulu? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Bulking?

Bulking adalah fase dalam program pembentukan tubuh yang bertujuan untuk meningkatkan massa otot dengan cara menaikkan asupan kalori harian.

Pada fase ini, tubuh berada dalam kondisi kalori surplus, yaitu jumlah kalori yang dikonsumsi lebih besar daripada yang dibakar.

Tujuan utama bulking bukan sekadar menaikkan berat badan, melainkan menambah massa otot secara optimal.

Oleh karena itu, bulking harus disertai dengan latihan beban teratur, asupan protein tinggi, karbohidrat sebagai sumber energi, serta lemak sehat untuk mendukung hormon tubuh.

Bulking sangat cocok dilakukan oleh orang bertubuh kurus, pemula yang ingin membangun otot, dan atlet pada fase peningkatan performa

Namun, jika bulking tidak dilakukan dengan benar, berat badan yang naik bisa didominasi lemak, bukan otot.

Apa Itu Cutting?

Berbeda dengan bulking, cutting adalah fase untuk menurunkan lemak tubuh sambil mempertahankan massa otot yang sudah terbentuk.

Pada fase ini, tubuh berada dalam kondisi defisit kalori, yaitu asupan kalori lebih rendah daripada kalori yang dibakar.

Cutting biasanya dilakukan setelah fase bulking selesai, ketika otot sudah terbentuk dan lemak tubuh mulai meningkat.

Tujuan utama cutting adalah menampilkan bentuk otot yang lebih tegas dan proporsional.

Ciri utama fase cutting:

  • Asupan kalori dikurangi
  • Protein tetap tinggi untuk menjaga massa otot
  • Karbohidrat dikontrol agar energi tetap cukup
  • Latihan beban tetap dilakukan untuk menjaga kekencangan otot
  • Kardio ditingkatkan untuk pembakaran lemak

Cutting cocok bagi orang yang memiliki lemak tubuh berlebih, mereka yang sebelumnya sudah menjalani fase bulking, serta bagi yang ingin mendapatkan tubuh lebih defined.

Dengan menjalani cutting secara tepat, maka tubuh akan menjadi lebih proporsional dan atletis.

Perbedaan Bulking dan Cutting

Sebelum masuk ke tabel perbandingan, penting untuk dipahami bahwa bulking dan cutting adalah dua fase yang saling melengkapi, bukan saling bertentangan.

Bulking berfungsi untuk membangun, sedangkan cutting berfungsi untuk membentuk.

Berikut adalah perbedaan utama antara bulking dan cutting yang perlu dipahami oleh pemula:

Aspek Bulking Cutting
Tujuan Utama Menambah massa otot Mengurangi lemak tubuh
Kondisi Kalori Surplus kalori Defisit kalori
Berat Badan Cenderung naik Cenderung turun
Fokus Latihan Latihan beban berat Beban berat dan kardio
Pola Makan Tinggi kalori dan protein Kalori dikontrol, protein tetap tinggi
Risiko Lemak ikut meningkat Otot bisa menyusut jika salah
Hasil Visual Tubuh lebih besar Otot lebih terlihat

Tabel di atas memperlihatkan bahwa perbedaan fase bulking dan cutting tidak hanya terletak pada pola makan, tetapi juga tujuan dan hasil akhirnya.

Perbedaan Pola Makan saat Bulking dan Cutting

Pola makan menjadi faktor paling menentukan dalam keberhasilan kedua fase ini.

Pola Makan saat Bulking

Pada fase bulking, tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk membangun jaringan otot.

Oleh karena itu, kalori harian ditingkatkan 300 hingga 500 kalori dari kebutuhan normal, karbohidrat menjadi sumber energi utama, protein 1,6-2,2 gram/kg BB per hari, lemak sehat tetap dikonsumsi.

Contoh makanan saat bulking:

  • Nasi, kentang, oatmeal
  • Telur, ayam, ikan, tempe
  • Alpukat, kacang-kacangan
  • Susu dan yogurt

Pola Makan saat Cutting

Pada fase cutting, tujuan utamanya adalah menurunkan lemak tubuh tanpa mengorbankan massa otot.

Untuk mencapai hal ini, kalori dikurangi secara bertahap, asupan karbohidrat dikontrol, dan protein tetap tinggi agar otot tetap terjaga.

Lemak juga dibatasi, tetapi tetap diberikan dalam jumlah yang cukup untuk mendukung fungsi tubuh secara optimal.

Contoh makanan saat cutting:

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

  • Nasi merah dalam porsi kecil
  • Dada ayam tanpa kulit
  • Putih telur
  • Sayuran hijau
  • Buah rendah gula

Perbedaan bulking dan cutting dalam pola makan ini sangat menentukan hasil akhir yang didapatkan.

Perbedaan Latihan saat Bulking dan Cutting

Latihan fisik juga mengalami penyesuaian sesuai dengan fase yang dijalani.

Latihan saat Bulking

  • Fokus pada latihan beban berat
  • Repetisi 6–12 kali per set
  • Volume latihan tinggi
  • Kardio sangat minimal

Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kekuatan dan ukuran otot.

Latihan saat Cutting

  • Latihan beban tetap dilakukan untuk menjaga otot
  • Kardio ditingkatkan (lari, sepeda, HIIT)
  • Repetisi bisa lebih tinggi
  • Fokus pada pembakaran lemak

Dengan pola latihan yang berbeda ini, hasil yang diperoleh dari bulking dan cutting pun akan berbeda secara signifikan.

Mana yang Lebih Baik: Bulking atau Cutting?

Tidak ada yang lebih baik secara mutlak antara bulking dan cutting karena harus disesuaikan dengan kondisi tubuh dan tujuan masing-masing individu.

  • Jika kamu bertubuh kurus dan ingin menambah otot, bulking lebih tepat dilakukan terlebih dahulu.
  • Jika kamu memiliki lemak tubuh tinggi, cutting sebaiknya dilakukan lebih dulu.
  • Jika ingin tubuh lebih proporsional, lakukan bulking lalu cutting secara bertahap.

Dalam dunia fitness, strategi ini dikenal sebagai body recomposition, yaitu mengatur fase naik otot dan turun lemak secara bergantian.

Hal yang Perlu Diperhatikan untuk Pemula

Bagi pemula, kesalahan paling umum adalah menjalani bulking atau cutting secara terburu-buru dan tidak terukur.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Jangan langsung ekstrem menaikkan atau menurunkan kalori
  • Tetap utamakan makanan bergizi
  • Konsisten dalam latihan
  • Istirahat dan tidur cukup
  • Pantau progres setiap 2–4 minggu

Pemula juga disarankan untuk tidak terlalu sering berpindah fase karena tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Seputar Bulking dan Cutting yang Sering Dipertanyakan

1. Apakah bulking dan cutting harus dilakukan bergantian?

Idealnya, ya. Bulking digunakan untuk membangun otot, cutting untuk membentuk hasilnya.

2. Berapa lama fase bulking dan cutting sebaiknya dilakukan?

Fase bulking umumnya berlangsung 3–6 bulan, sedangkan cutting 1–3 bulan, tergantung kondisi tubuh.

3. Apakah cutting bisa membuat otot mengecil?

Bisa, jika asupan protein kurang dan latihan beban dihentikan.

4. Apakah wanita boleh melakukan bulking?

Tentu saja boleh, bulking pada wanita bertujuan untuk membentuk tubuh lebih kencang dan sehat, bukan membuat tubuh maskulin.

5. Apakah bulking dan cutting harus menggunakan suplemen?

Tidak wajib, keduanya bisa dilakukan hanya dengan makanan alami yang bergizi seimbang.

Itulah perbedaan mengenai bulking dan juga cutting yang perlu kamu pahami.

Perbedaan keduanya terletak pada tujuan, asupan kalori, pola makan, serta strategi latihan yang digunakan.

Bulking bertujuan untuk menambah massa otot melalui surplus kalori, sedangkan cutting bertujuan untuk menurunkan lemak tubuh melalui defisit kalori.

Keduanya merupakan fase penting dalam proses pembentukan tubuh yang ideal dan sehat.

Kunci utama keberhasilannya adalah menyesuaikan dengan kondisi tubuh, tujuan pribadi, serta menjalankannya secara konsisten dan terukur.

Dengan strategi yang tepat, tubuh ideal bukan lagi sekadar impian.

Untuk memahami proses bulking dan cutting secara sehat, penting memiliki referensi yang tepat dan berbasis ilmu gizi.

Salah satu bacaan yang relevan dengan pembahasan bulking dan cutting adalah buku Gaining or Losing karya A. Muna Ridha, S.Gz.

Buku ini membahas prinsip dasar pengaturan berat badan dari sudut pandang gizi, mulai dari kebutuhan kalori, peran makronutrien, hingga cara menyesuaikan pola makan sesuai tujuan tubuh, baik untuk menaikkan berat badan maupun menurunkan lemak tubuh.

Penjelasannya ringan dan aplikatif sehingga cocok untuk pemula yang ingin menjalani program pembentukan tubuh dengan lebih terarah dan aman.

Buku ini tersedia dan bisa didapatkan secara online melalui Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Jembatani Sains dan Etika, Al-Hikam Malang Hadirkan Wamen Prof. Stella Christie di Festival Ilmiah Santri 2026

Jembatani Sains dan Etika, Al-Hikam Malang Hadirkan Wamen Prof. Stella Christie di Festival Ilmiah Santri 2026

buku
Anatomi Fisiologis Jantung: Struktur, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Anatomi Fisiologis Jantung: Struktur, Fungsi, dan Cara Kerjanya

buku
Bagaimana Susunan Tata Surya Terbentuk dan Tersusun? Ini Penjelasannya

Bagaimana Susunan Tata Surya Terbentuk dan Tersusun? Ini Penjelasannya

buku
Apa Arti Nonchalant dalam Bahasa Gaul?

Apa Arti Nonchalant dalam Bahasa Gaul?

buku
Apa yang Dibutuhkan Anak Broken Home? Panduan Membangun Mental Juara

Apa yang Dibutuhkan Anak Broken Home? Panduan Membangun Mental Juara

buku
Mengenal Citra Satelit sebagai Teknologi Penginderaan Jauh Modern

Mengenal Citra Satelit sebagai Teknologi Penginderaan Jauh Modern

buku
10 Cara Menerapkan Pola Hidup Sehat: Strategi Penting untuk Umur Panjang

10 Cara Menerapkan Pola Hidup Sehat: Strategi Penting untuk Umur Panjang

buku
10 Contoh Pola Hidup Sehat yang Mudah untuk Diterapkan

10 Contoh Pola Hidup Sehat yang Mudah untuk Diterapkan

buku
9 Makanan Buka Puasa Khas Asia yang Populer dan Enak

9 Makanan Buka Puasa Khas Asia yang Populer dan Enak

buku
Keutamaan Malam Lailatul Qadar: Malam yang Bisa Mengubah Hidup Kamu

Keutamaan Malam Lailatul Qadar: Malam yang Bisa Mengubah Hidup Kamu

buku
Masa Kejayaan Kerajaan Gowa-Tallo Makassar: Kisah Kejayaan Hingga Keruntuhannya

Masa Kejayaan Kerajaan Gowa-Tallo Makassar: Kisah Kejayaan Hingga Keruntuhannya

buku
Waktu yang Tepat untuk Meditasi agar Manfaatnya Lebih Optimal

Waktu yang Tepat untuk Meditasi agar Manfaatnya Lebih Optimal

buku
Mengenalkan Konsep Uang Lewat Cerita yang Menyenangkan

Mengenalkan Konsep Uang Lewat Cerita yang Menyenangkan

buku
Apa Saja Kebutuhan Protein untuk Bulking? Cari Tahu di Sini! 

Apa Saja Kebutuhan Protein untuk Bulking? Cari Tahu di Sini! 

buku
Menyelami Misteri Laut Melalui “Why? The Sea – Laut (Edisi Baru)”!

Menyelami Misteri Laut Melalui “Why? The Sea – Laut (Edisi Baru)”!

buku
Dampak Strict Parents pada Remaja: Disiplin, Tekanan Mental, atau Luka Emosional?

Dampak Strict Parents pada Remaja: Disiplin, Tekanan Mental, atau Luka Emosional?

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau