Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Hidangan Salad Favorit Para Sultan Keraton Yogyakarta

Kompas.com, 4 Januari 2022, 11:10 WIB
Sumber gambar: Intarina Hardiman
Rujukan artikel ini:
Warisan Kuliner Keraton Yogyakarta
Pengarang: Nuraida Joyokusumo
|
Editor Novia Putri Anindhita

Sesungguhnya setiap bangsa atau etnik selalu memiliki pola pangan yang khas sebagai ekspresi dari aspek-aspek fisilogis, psikologis budaya, dan sosial yang dikenal sebagai kebiasaan makan.

Demikian juga masakan di lingkungan Keraton juga tercipta oleh pengaruh berbagai aspek tersebut.

Seni masakan Keraton terdapat dalam banyak ragam dan jenis makanan tradisional khas yang variatif atau setidaknya menjadi khas karena memperoleh sebutan Jawa setelah diadaptasi dari nama masakan Barat, misalnya makanan kegemaran Sri Sultan Hamengkubuwono VII; Selat Hussar, Pastel Krukup, Buderdeg atau Pandekuk.

Sedangkan yang diberi nama lokal misalnya Pisang Keju.

Makanan khas keraton biasa disajikan dengan piranti saji yang khusus untuk acara-acara jamuan makan untuk menghormati tamu, untuk acara santap sehari-hari maupun sebagai kelengkapan upacara ritual dalam berbagai event tertentu yang mengandung makna filosofis.

Sebagai pusat kebudayaan Jawa, Keraton-keraton yang ada di Yogyakarta maupun Surakarta memang menyimpan begitu banyak warisan berharga.

Diantaranya adalah seni kuliner dan tradisi bujana para raja, yang sayangnya belum banyak didokumentasikan maupun dipublikasikan.

Buku Warisan Kuliner Keraton Yogyakarta karya BRAy Nuraida Joyokusumo terbitan Gramedia Pustaka Utama - yang penyusunannya dibantu oleh suami tercinta, GBPH Joyokusumo - merupakan salah satu wujud usaha pelestarian seni tradisi kuliner Keraton, khususnya di dalam keraton Yogyakarta.

Di dalamnya tersingkap rahasia kuliner Keraton yang istimewa berupa resep-resep aneka hidangan yang bisa disantap dan menjadi favorit Sri Sultan Hamengkubuwono VI hingga IX semasa hidup mereka.

Buku yang disusun dan diterbitkan agar dapat menjadi jembatan yang akan membantu kita mengenal seni kuliner Keraton yang merupakan bagian dari kekayaan budaya Nusantara yang adiluhung.

Dari resep-resep hidangan yang disajikan bagi para raja ini kita pun akan mendapat gambaran selera maupun sifat dari pribadi pribadi agung yang menjadi sentra pemerintahan Yogyakarta di masa lalu.

Aneka hidangannya memiliki rasa Jawa yang kental sekaligus mendapat pengaruh Barat, Melayu, hingga oriental.

Meskipun merupakan hidangan yang biasa disajikan bagi para raja di masa lalu, namun citarasa mereka sangat membumi dan layak dihidangkan bagi masyarakat modern saat ini.

Salah satunya adalah jenis hidangan Salad.

3 Jenis Salad yang Disukai Oleh Para Raja Jawa

1. Selada Jawa

Selada Jawa merupakan jenis selada mayones yang dicampur dengan kuning telur rebus yang disukai Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Isinya tomat, mentimun, potongan putih telur rebus, disertai dengan kentang goreng.

2. Selat Husar

Selat yang satu ini jelas dipengaruhi citarasa Barat yang terlihat dari penggunaan keju parut.

Namanyapun kemungkinan besar diadaptasi dari Huzarensla.

Mulai diperkenalkan pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono VIII.

Sausnya campuran mayones, margarin, kuning telur rebus, dengan diberi aneka bumbu.

Saat disajikan diberi parutan keju di atasnya.

3. Pecel Buah

Konon, hidangan ini merupakan kreasi Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang ingin memadukan salad buah dan bumbu Pecel.

Jadilah satu variasi salad Khas Keraton Yogyakarta.

Dikutip dari luvne, Rasa pecel buah ini manis menyegarkan. Jenis buah-buahan bisa diganti sesuai selera, yang penting bumbu Pecelnya mantap!

Keunikan lainnya disajikan dengan emping goreng.

Patut disayangkan apabila beragam jenis yang menyimpan keunikan dengan rasa yang istimewa ini akan hilang begitu saja ditelan sejarah karena tidak adanya catatan resep secara tertulis, yang ada hanya di dalam ingatan para juru masak yang masih setia memasak berbagai jenis masakan kuno di Pawon Ageng Keraton Yogyakarta.

Oleh sebab itu usaha mengangkat budaya lisan menjadi naskah tertulis perlu dilakukan secara berkesinambungan, teliti, dan cermat, usaha ini setidaknya menepis kekhawatiran akan hilangnya warisan budaya dan jejak sejarah yang memiliki nilai bagi pengayaan sistem boga Nusantara.

Resep-resep kuliner Keraton Yogyakarta di atas dan berbagai resep lainnya dapat dilihat di buku Warisan Kuliner Keraton Yogyakarta karya BRAy Nuraida Joyokusumo terbitan Gramedia Pustaka Utama yang bisa Anda dapatkan di Gramedia.com atau aplikasi Gramedia Digital.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Perbedaan Buying Time dan Delaying dalam Pengambilan Keputusan

Perbedaan Buying Time dan Delaying dalam Pengambilan Keputusan

buku
Peran Wall Street dalam Ekonomi Dunia dan Pengaruhnya terhadap Pasar Global

Peran Wall Street dalam Ekonomi Dunia dan Pengaruhnya terhadap Pasar Global

buku
Cara Menyeimbangkan Peran Ibu dan Ayah dalam Rumah Tangga

Cara Menyeimbangkan Peran Ibu dan Ayah dalam Rumah Tangga

buku
Unlocking Knowledge: Bahasa Inggris dan Akses Pengetahuan

Unlocking Knowledge: Bahasa Inggris dan Akses Pengetahuan

buku
Bebas dari Beban Ganda, Ini Kunci Berhenti Jadi Generasi Sandwich

Bebas dari Beban Ganda, Ini Kunci Berhenti Jadi Generasi Sandwich

buku
Skill yang Dibutuhkan Software Engineer dan Programmer: Lebih dari Sekadar Mengetik Kode!

Skill yang Dibutuhkan Software Engineer dan Programmer: Lebih dari Sekadar Mengetik Kode!

buku
Prosedur Pemeriksaan Fisik Red Line Bea Cukai dan Tahapan SPJM

Prosedur Pemeriksaan Fisik Red Line Bea Cukai dan Tahapan SPJM

buku
Proses Verifikasi Dokumen Bea Cukai: Tahapan, Fungsi, dan Faktor yang Memengaruhi

Proses Verifikasi Dokumen Bea Cukai: Tahapan, Fungsi, dan Faktor yang Memengaruhi

buku
Berapa Lama Barang Tertahan di Bea Cukai Red Line dan Cara Mempercepat Prosesnya

Berapa Lama Barang Tertahan di Bea Cukai Red Line dan Cara Mempercepat Prosesnya

buku
Mengenal Organisasi Semi Militer: Peran dan Fungsinya di Indonesia

Mengenal Organisasi Semi Militer: Peran dan Fungsinya di Indonesia

buku
Arti Yellow Line Bea Cukai dan Prosedur Pemeriksaan Dokumen Impor

Arti Yellow Line Bea Cukai dan Prosedur Pemeriksaan Dokumen Impor

buku
6 Cara Membersihkan Lumpur Vulkanik dari Rumah, Jangan Sampai Salah! 

6 Cara Membersihkan Lumpur Vulkanik dari Rumah, Jangan Sampai Salah! 

buku
Kenapa Paket Kena Red Line Bea Cukai? Berikut Penjelasannya

Kenapa Paket Kena Red Line Bea Cukai? Berikut Penjelasannya

buku
Pusat Keuangan Amerika Serikat di Mana? Ini Penjelasan Lengkapnya

Pusat Keuangan Amerika Serikat di Mana? Ini Penjelasan Lengkapnya

buku
7 Tips Menerapkan Integritas di Dunia Kerja

7 Tips Menerapkan Integritas di Dunia Kerja

buku
Berapa Biaya Kos Mahasiswa di Jepang per Bulan? Ini Rincian Lengkapnya 

Berapa Biaya Kos Mahasiswa di Jepang per Bulan? Ini Rincian Lengkapnya 

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau