Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sering Merasa Kekurangan? Ini Cara Jalani Hubungan yang Sehat dengan Uang

Kompas.com, 21 Desember 2021, 13:00 WIB
Sumber Gambar: Freepik
Rujukan artikel ini:
Seni Mengubah Nasib: Bagaimana Menjadi…
Pengarang: Agung Setiyo Wibowo, Yudi…
|
Editor Almira Rahma Natasya

Tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak dari kita yang sering merasa kekurangan dalam hal rezeki.

Apalagi untuk kita yang sedang berada di usia produktif saat ini, bekerja rasanya semata-mata untuk bertahan hidup dan tanpa bisa menikmatinya.

Setelah mendapatkan gaji, sering kali kita merasa uang yang ada sangat cepat habis karena tersedot untuk membayar biaya sewa tempat tinggal, cicilan, dan memenuhi kebutuhan utama.

Rasanya uang hanya menumpang lewat saja di dompet kita dan tidak bisa bertahan lama.

Apakah Anda adalah salah satu yang merasakan hal tersebut?

Jika iya, mungkin selama ini Anda belum menjalin hubungan yang baik dengan uang Anda.

Masing-masing dari kita memiliki respons yang berbeda-beda ketika dihadapkan dengan uang.

Ada yang merasa sangat bahagia hingga susah untuk mengontrol dirinya, ada juga yang takut dan cemas ketika akan mendapatkan uang.

Semua itu berasal dari pembelajaran yang diberikan kepada kita mengenai uang, bisa jadi dari orang tua, lingkungan, tempat kerja, dan lain sebagainya.

Lalu, bagaimana cara yang paling tepat untuk menghadapi uang agar bisa memiliki hubungan yang baik sehingga kita tidak lagi merasa kekurangan?

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Cara Hadapi Uang agar Tidak Merasa Kekurangan

1. Menyembuhkan Luka Masa Lalu

Kebanyakan orang memiliki hubungan yang buruk dengan uang karena bertahan pada pekerjaan yang mereka benci atau bisnis yang dilakukan hanya karena gaji.

Akibatnya, kebahagiaan sulit direguk dan tanpa disadari perasaan stres, galau, takut, sakit, atau jengkel muncul setiap kali mereka menggunakan atau berpikir tentang uang, sehingga Anda harus mengubah pola pikir terlebih dahulu agar luka masa lalu Anda sembuh.

2. Meraih Masa Depan dengan Menghargai Masa Lalu

Banyak orang tidak menyadari banyaknya perjuangan yang dilaluinya untuk mencapai titik saat ini.

Anda harus mampu melihat diri Anda sendiri dalam rangkaian yang luas, di masa lalu dan masa depan, sehingga Anda akan cenderung berperilaku dan bertindak dengan rasa tanggung jawab untuk generasi mendatang.

3. Menerima Dua Sisi Uang

Uang memang senantiasa memiliki dua sisi, dicintai tapi juga dibenci karena ia bisa memberikan ketakutan yang penuh dengan kontradiksi dan bisa mengantarkan kita pada mimpi terindah sekaligus mimpi terburuk yang tak pernah kita bayangkan.

Sama seperti apa pun di dunia ini, jika kita ingin memiliki hubungan yang baik dengan uang, kita harus dapat menerimanya apa adanya.

Namun jika Anda sudah melakukan hal tersebut dan masih merasa kekurangan, mungkin Anda harus memperdalam lagi pengetahuan Anda tentang uang dan tentang bagaimana cara untuk menarik rezeki yang berkelimpahan pada buku Seni Mengubah Nasib.

Buku ini tidak hanya mengajak Anda mengenali keyakinan kita terhadap uang yang sebagian besar diwariskan dari orang tua kita, melainkan juga mengajak Anda menghilangkan keyakinan negatif yang menghancurkan dan menguatkan keyakinan positif yang memberdayakan berdasarkan arketipe uang Anda.

Kemudian menggunakan wawasan tersebut untuk menciptakan tidak hanya hubungan yang lebih baik dengan uang, tetapi juga kekayaan dan kemakmuran yang membahagiakan.

Buku Seni Mengubah Nasib ditulis langsung oleh motivator ulung Indonesia, yaitu Coach Yudi Candra, dan Agung Setiyo Wibowo yang sudah melahirkan puluhan buku pengembangan diri lainnya.

Buku ini sudah bisa kamu dapatkan di Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau