Cara Mudah Mengatur Keuangan Pribadi dengan Gaji Kecil

Kompas.com - 19/11/2021, 19:00 WIB
Sumber foto: Freepik
Rujukan artikel ini:
25 Bisnis Sampingan untuk Karyawan:…
Pengarang: Penerbit Andi
Penulis Okky Olivia
|
Editor Almira Rahma Natasya

Siapapun dari kita pasti ingin mempunyai pekerjaan yang layak dengan gaji besar agar mampu mencukupi dan menunjang kebutuhan hidup yang semakin hari semakin tinggi.

Tapi sayangnya tidak semua orang bisa mendapatkannya, beberapa orang harus puas dengan gaji kecil, dan harus pintar-pintar dalam mengatur keuangan.

Memiliki gaji yang kecil terkadang sedikit membuat sakit kepala, karena gaji yang dirasa belum sampai sebulan diterima itu, sudah habis duluan untuk memenuhi kebutuhan, atau kadang juga harus mencari dana pinjaman dalam menutupi biaya hidup yang masih kurang.

Jika hal ini terus terjadi, hidup kita nantinya hanya untuk menabung hutang saja.

Terlebih bagi yang sudah memiliki keluarga, kita juga harus memikirkan rencana jangka panjang untuk masa depan seperti liburan, biaya pendidikan anak, memiliki rumah dan kendaraan sendiri, tabungan untuk dana darurat, termasuk dana pensiun.

Rencana jangka panjang ini pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Tapi tidak perlu khawatir, karena gaji yang kecil ini sebenarnya bisa dengan mudah disiasati jika kamu bisa mengatur keuangan dengan bijak.

Walaupun banyak orang yang berpendapat bahwa orang dengan gaji kecil tidak butuh pengaturan keuangan, karena bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari dan tidak perlu berhutang saja dinilai sudah lebih dari cukup, tapi ternyata pendapat itu sebenarnya tidak tepat.

Justru gaji yang terbatas lebih membutuhkan strategi yang jitu dalam pengelolaannya, agar kamu tetap bisa menyisihkan sedikit uang untuk ditabung, jika sewaktu-waktu kamu membutuhkan dana darurat.

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatur keuangan bagi kamu yang memiliki gaji kecil.

Cara Mudah Mengatur Keuangan Pribadi dengan Gaji Kecil

1. Mencatat Pendapatan dan Pengeluaran Bulanan

Hal pertama yang harus diutamakan ketika menerima gaji adalah menghitung pendapatan bersih yang kamu dapatkan setiap bulannya, dan jangan lupa untuk mencatat pengeluaran rutin yang wajib kamu bayar setiap bulan seperti pajak, asuransi, atau cicilan lainnya.

Untuk catatan pengeluaran, kamu bisa mengelompokkannya menjadi 3 bagian yaitu kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.

Kebutuan utama atau primer terdiri dari makan, transportasi, tagihan listrik, tagihan air, dan cicilan rumah, sementara kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang juga dibutuhkan untuk membantu menopang kehidupan seperti televisi, handphone, dan paket internet.

Sedangkan kebutuhan tersier ini sebenarnya tergantung kebutuhan dan keperluanmu sendiri, seperti membeli baju, liburan, atau pergi bersama teman.

Membuat rencana pengeluaran bulanan ini sangat penting, untuk bisa meminimalisir risiko kehabisan uang karena membeli sesuatu yang sebenarnya tidak diperlukan.

Adanya pencatatan secara tertulis ini akan memudahkanmu untuk mengevaluasi kondisi keuangan setiap saat.

2. Sisihkan Tabungan di Awal Bulan

Bagi kamu yang berpenghasilan kecil, kamu harus memprioritaskan untuk menabung di awal bulan, supaya uang gajimu tidak langsung habis untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

Jika tidak ingin tergoda untuk mengambil uang tabungan, cobalah untuk menyimpan uang secara terpisah di rekening lain yang berbeda dengan rekening utamamu.

Kamu bisa memanfaatkan rekening bank yang memiliki biaya administrasi bulanan paling kecil.

Walaupun jumlah tabungannya tidak begitu besar, setidaknya kamu memiliki uang yang bisa kamu gunakan bila ada kebutuhan darurat di kemudian hari.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Seorang senator Amerika yang juga pakar keuangan, Elizabeth Warren, mengajarkan suatu metode untuk membagi penghasilan ke dalam tiga bagian, yaitu:

  • 50% untuk kebutuhan pokok atau kebutuhan primer.
  • 30% untuk gaya hidup seperti belanja dan refreshing.
  • 20% untuk tujuan finansial seperti menabung dan investasi.

Dengan mengikuti metode ini, kamu bisa menyisihkan dan menyimpan 20% dari gajimu untuk ditabung, dan bisa dilakukan pada awal bulan.

3. Kenali Perbedaan Keinginan dan Kebutuhan

Jika kamu merasa uang gajimu cepat habis, mungkin salah satu alasannya adalah karena kamu lebih mengutamakan keinginan daripada kebutuhan, walaupun sebenarnya keinginan itu belum tentu menjadi kebutuhanmu.

Keinginan ini tidak bersifat mengikat dan tidak harus segera terpenuhi saat itu juga, dan untuk bisa mengatur keuangan dengan baik, kamu harus paham bahwa tidak semua keinginanmu harus dipenuhi, karena ada kebutuhan lain yang sifatnya jauh lebih penting.

4. Manfaatkan Diskon atau Promo

Dengan banyaknya marketplace yang saling berlomba untuk mengadakan promo dan diskon besar-besaran, kamu bisa gunakan kesempatan ini untuk membeli barang-barang yang kamu butuhkan.

Dengan menggunakan promo dan diskon, kamu bisa menghemat banyak uang dan bisa menekan pengeluaranmu sekecil mungkin.

Bukan hanya barang-barang kebutuhan hidup, kamu juga bisa membeli pulsa dan paket data internet dengan memanfaatkan diskon yang biasanya tersedia di tanggal-tanggal tertentu setiap bulannya.

5. Kurangi Kebiasaan Menggunakan Kartu Kredit atau Pay Later

Kartu kredit dan pay later memang memberikan banyak keuntungan bagi para penggunanya, tapi ini tidak dianjurkan bagi kamu yang memiliki gaji kecil, karena kedua fitur ini memberikan biaya tambahan yang lebih besar jika kamu lalai dan tidak memenuhi tagihannya tepat waktu.

Jangan sampai kamu merasa bisa membayar tagihannya bulan depan, tapi kenyataannya tidak, dan malah semakin menambah beban biaya kebutuhan karena gaji bulanan kamu tidak cukup.

Kamu harus menyadari bahwa kredit dan pay later adalah hutang, dan tagihannya akan terus membengkak jika kamu tidak segera membayarnya.

6. Mencari Penghasilan Tambahan

Jika kamu sudah melakukan banyak hal untuk menekan pengeluaran, tapi tetap tidak bisa menutupi kebutuhan hidup, kamu bisa mencari pendapatan tambahan dengan bekerja sampingan yang tidak mengganggu pekerjaan utamamu.

Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan penghasilan tambahan, seperti berjualan online, menjadi freelancer, menjadi agen pulsa, dan masih banyak lagi yang bisa kamu lakukan.

Semakin banyaknya penghasilan tambahan yang kamu dapatkan, maka akan semakin banyak juga gaji yang bisa kamu sisihkan untuk menutupi kekurangan biaya kebutuhan hidup, atau bisa juga untuk menambah uang tabunganmu.

Buku 25 Bisnis Sampingan untuk Karyawan: Langkah Cerdas Membengkakkan Penghasilan Sambil Tetap Bekerja karya Dyna Novitasari akan memberikanmu alternatif pekerjaan sampingan yang bisa kamu lakukan sebagai upaya untuk menambah penghasilan.

Selain itu, buku ini juga akan memberikan kamu cara jitu supaya kamu bisa sukses dalam pekerjaan sampingan yang kamu jalani.

Tapi jika kamu merasa kesulitan mencari pekerjaan sampingan di tempat lain, buku 50 Hobi Penghasil Cuan karya Rina Triana juga bisa membantumu untuk memaksimalkan hobi yang biasa kamu lakukan sehari-hari, menjadi bisnis yang menguntungkan.

Buku ini merangkum banyak sekali hobi yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang, dan dilengkapi juga dengan jenis pekerjaan apa yang sesuai dengan hobi tersebut.

Jika kamu sudah mendapatkan penghasilan dari kerja sampingan tapi masih bingung bagaimana cara mengelola keuangan yang tepat, kamu bisa baca buku Seni Mengatur Keuangan Keluarga dalam Segala Situasi karya Richard Mahaputra.

Buku ini akan mengajarkan kamu bagaimana langkah-langkah yang tepat dalam mengatur pengeluaran agar uang tidak langsung habis begitu saja, kamu juga akan diajarkan bagaimana memulai investasi yang bisa menguntungkan di kemudian hari.

Selamat membaca!


Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.