Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kumpulan Kata-Kata Bijak Pantang Menyerah yang Membuat Kamu Lebih Semangat Menjalani Kehidupan

Kompas.com, 20 Desember 2021, 12:04 WIB
Sumber Foto : Freepik.com
Rujukan artikel ini:
Menangis Boleh, Menyerah Jangan
Pengarang: Wiwid Prasetiyo
Penulis Okky Olivia
|
Editor Ratih Widiastuty

Mewujudkan tujuan dalam hidup adalah keinginan terbesar setiap manusia, walaupun kenyataannya memang keinginan itu bukanlah hal yang mudah untuk diwujudkan.

Seringkali, kita menemukan berbagai rintangan di tengah perjalanan yang sering menghambat kita untuk bisa melangkah maju, sulitnya masalah yang dihadapi sering sekali membuat kita patah semangat atau bahkan merasa ingin menyerah.

Padahal faktanya, kita memang akan selalu menemukan hambatan dalam hidup kita, dan perlu disadari bahwa menyerah bukanlah pilihan yang tepat karena tujuan dan impian kita jauh lebih penting untuk diwujudkan.

Untuk menghilangkan rasa ingin menyerah saat sedang mengalami masalah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, misalnya seperti membaca kutipan-kutipan bijak untuk mengisi kembali energi dan semangat yang kita punya.

Berikut ini beberapa kata bijak pantang menyerah yang bisa menginspirasi dan memotivasi kamu untuk lebih semangat dalam menjalani kehidupan:

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

  • No success without a failure”. (Tidak ada kesuksesan tanpa kegagalan).
  • "There is no elevator to success. You have to take the stairs". (Tidak ada lift untuk mencapai kesuksesan. Kamu harus menaiki tangga).
  • “Cobalah untuk sedikit melihat ke belakang, dari sini kamu akan mengetahui sudah seberapa jauh langkah kamu untuk meraih impianmu”.
  • “Banyak orang bijak yang mengatakan bahwa hari ini bisa diibaratkan dengan hari hujan sementara besok adalah hari datangnya pelangi. Jika kamu punya pikiran dan berniat untuk menyerah hari ini, itu menandakan bahwa kamu tidak akan bisa melihat indahnya pelangi di hari esok”.
  • “Tuhan sudah menjanjikan bahwa semua orang pasti bisa mencapai kesuksesan dalam hidupnya, tapi sayangnya banyak juga dari mereka yang memilih untuk berhenti atau menyerah terlalu cepat”.
  • “Jika hidup ini diibaratkan sebagai sebuah pertandingan, maka kamu harus selalu memberikan kemampuan dan usaha terbaik untuk bisa menang dan membawa pulang piala kesuksesan”.
  • “Sejak kecil, kamu sudah diberikan pemahaman bahwa setiap orang punya batas usianya masing-masing. Maka dari itu kamu tidak boleh membuang-buang waktu dan harus terus semangat untuk memperjuangkan mimpi-mimpi yang kamu punya”.

Selain membaca kata-kata bijak, kamu juga bisa membaca buku Menangis Boleh, Menyerah Jangan: Boleh Kok Netesin Air Mata karya Wiwid Prasetiyo yang akan membuat kamu lebih semangat dan tidak mudah menyerah dalam menjalani kehidupan.

Setiap tantangan yang ada dalam kehidupan sering sekali membuat kita kecewa, marah, dan sedih, buku ini akan mengingatkan kita bahwa menangis bukanlah sebuah tindakan yang salah, karena tangisan justru bisa membuat kita lebih lega dan meminimalisir munculnya depresi.

Selain itu, buku ini juga akan membantu menerjemahkan setiap tangisan kamu menjadi kekuatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Kamu akan dibimbing untuk bisa memanfaatkan aktivitas “menangis” menjadi pelepas stres dan membuat kamu bisa terus bangkit, semangat, dan pantang menyerah dalam menjalani tantangan kehidupan.

Untuk mendapatkan buku ini, kamu bisa membelinya melalui online di Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau