Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Itu Friendzone? Yuk Cari Tahu di Sini!

Kompas.com, 21 Juli 2023, 10:00 WIB
Friendzone adalah  Sumber Gambar: Freepik.com Friendzone adalah 
Rujukan artikel ini:
#TemantapiMenikah
Pengarang: Ayudia Bing Slamet &…
Penulis Krisna
|
Editor Puteri

Istilah friendzone marak digunakan oleh Gen Z untuk menggambarkan hubungan pertemanan antara dua orang.

Pastinya kamu sudah sering mendengar istilah ini, bukan?

Friendzone digunakan untuk menggambarkan sebuah hubungan yang dinilai merugikan atau ‘menjebak’.

Sebenarnya, seperti apa sih hubungan friendzone itu?

Yuk, coba kita cari tahu di sini!

Friendzone adalah Hubungan Antarteman yang Bertepuk Sebelah Tangan

Friendzone adalah label bagi hubungan pertemanan antara dua orang namun salah satu dari mereka memiliki perasaan lebih terhadap yang lainnya.

Hubungan ini biasanya tercipta karena pihak yang memiliki perasaan romantis tersebut tak pernah menyatakan perasaannya kepada sang teman.

Akibatnya, orang yang ia suka tersebut hanya memperlakukannya sebagai teman.

Singkatnya, salah satu pihak di hubungan ini mengalami cinta yang bertepuk sebelah tangan!

Friendzone sering kali terjadi dalam jangka waktu yang lama.

Tentunya ketika kita harus terjebak dalam sebuah hubungan yang tidak jelas selama beberapa waktu, hal ini akan terasa menyiksa.

Oleh karena itu, jangan sampai kamu terjebak dalam friendzone, ya.

Namun, jika kamu sudah terlanjur terjebak dalam hubungan friendzone, berikut adalah beberapa solusi yang mungkin bisa kamu coba.

Cara Mengatasi Friendzone

Saat kamu sudah merasa terjebak dalam friendzone, pasti kamu sering merasa galau dan gundah dengan perasaanmu.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu coba untuk menghalau perasaan tersebut.

1. Menahan Diri supaya Tidak Baper

Mungkin hal ini terdengar sulit dilakukan, namun friendzone terjadi ketika kamu mulai merasa baper pada interaksi kalian yang dekat.

Pertemanan yang terlalu dekat memang biasanya membuat kita memiliki koneksi secara emosi dengan teman kita.

Namun, kamu juga harus memperhatikan bagaimana ia bersikap dengan orang lain.

Apakah ketika ia bersama orang lain ia menunjukkan sikap yang sama, atau bahkan lebih daripada sikap yang ia tunjukkan saat bersama kamu?

Kalau ternyata kamu tidak diperlakukan spesial olehnya, untuk apa kamu merasa baper?

Cobalah untuk menahan baper kamu dengan mengingatkan diri bahwa perlakuan yang ia berikan ternyata tidak istimewa.

2. Jujur pada Diri Sendiri

Ketika perasaan baper sudah menguasai, tentunya sulit untuk menahan diri lagi.

Kamu dapat mencoba menelaah lagi perasaan yang kamu rasakan.

Apakah hanya sekadar perasaan selewat atau apakah kamu benar-benar merasa sayang pada teman kamu tersebut?

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Kamu dapat mencoba menciptakan sedikit jarak dengannya dan melihat bagaimana reaksinya dan reaksi kamu sendiri.

Ketika kamu sudah menjalin hubungan pertemanan yang baik dengan seseorang, alangkah lebih baik jika kamu menjaganya.

Oleh karena itu, jika kamu belum merasa yakin dengan perasaan kamu sendiri, kamu harus hati-hati dalam melangkah.

Jangan sampai pertemanan yang sudah terjalin menjadi rusak karena kamu terlena dengan baper sesaat.

3. Komunikasikan dengan Baik

Jika kamu sudah merasa yakin pada perasaan kamu, dan kamu juga merasa yakin bahwa dengan mengungkapkannya pada teman kamu tidak akan merusak apa pun di antara kalian, tidak ada salahnya untuk mengungkapkan perasaanmu kepadanya.

Sampaikan dengan baik dan jelas, tempatkan diri kamu sebagai seseorang yang benar-benar tulus dan peduli padanya.

Pastikan bahwa kamu dan dia sama-sama tahu bahwa pernyataan ini serius.

Kebanyakan friendzone terjadi karena ketika berteman segala hal jadi dianggap bercanda.

Bukan berarti kamu tidak boleh menyampaikannya dengan penyampaiannya yang santai, namun kamu harus memastikan bahwa perasaan kamu disampaikan dengan sungguh-sungguh.

4. Menerima Semua Keputusannya

Tentunya kita tidak dapat mengontrol kehendak seseorang.

Ketika kamu sudah menyampaikan perasaan kamu, namun teman kamu ternyata tidak memiliki perasaan yang sama, kamu harus menerimanya dengan lapang dada.

Tidak ada jaminan hubungan pertemanan kamu dan dia akan kembali seperti semula, namun setidaknya kamu sudah jujur pada perasaanmu.

Namun, kalau ternyata selama ini teman kamu juga menyimpan perasaan yang sama, kamu harus sebisa mungkin menjamin hubungan ini tidak akan melukai satu sama lain.

Nah, siapkah kamu menanggung risiko apa pun setelah kamu mengungkapkan perasaan?

Berbicara tentang friendzone, pasangan Ayudia dan Ditto adalah salah satu contoh pasangan yang terlahir dari friendzone selama bertahun-tahun.

Sejak SMP, Ditto menyimpan perasaan pada sahabatnya yang kerap berganti-ganti kekasih.

Selama itu pula Ditto hadir untuk Ayu, menemaninya di setiap waktu, tanpa pernah jujur pada perasaannya.

Setelah menunggu sekian lama, Ditto akhirnya memutuskan untuk jujur pada Ayu ketika Ayu mengumumkan bahwa ia akan menikah dengan orang lain.

Ayu yang terkejut sangat marah dengan pengakuan Ditto.

Namun, perasaannya juga tak bisa dipungkiri.

Pasangan sahabat itu kemudian memutuskan untuk menjalin hubungan sampai akhirnya menikah dan hidup bahagia.

Kisah romantis ini dapat kamu baca secara lengkap dalam buku #TemantapiMenikah.

Dalam buku #TemantapiMenikah 1, kamu akan mengikuti kisah Ditto dan Ayudia dari pertama bertemu sampai akhirnya menikah.

Sementara, kehidupan dua sahabat yang menjadi suami-istri ini dikisahkan dalam buku #TemantapiMenikah 2.

Yuk, segera ikuti kisah Ayudia dan Ditto dengan memesan bukunya hanya di Gramedia.com!

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

7 Tips Bikin Rumah Jadi Minimalis dan Modern 

7 Tips Bikin Rumah Jadi Minimalis dan Modern 

buku
Panduan Mitigasi Bencana Tsunami: Kenali Tanda Alam dan Jalur Evakuasi

Panduan Mitigasi Bencana Tsunami: Kenali Tanda Alam dan Jalur Evakuasi

buku
Apa Arti dari Proses Bulking? Yuk, Cari Tahu Artinya di Sini

Apa Arti dari Proses Bulking? Yuk, Cari Tahu Artinya di Sini

buku
Panduan Mengatasi Hewan Kecil di Tembok Lembab agar Rumah Sehat

Panduan Mengatasi Hewan Kecil di Tembok Lembab agar Rumah Sehat

buku
4 Alasan Pentingnya Melakukan Sugar Cutting Diet untuk Kesehatan

4 Alasan Pentingnya Melakukan Sugar Cutting Diet untuk Kesehatan

buku
Panduan Mitigasi Bencana Gempa Bumi: Pra, Saat, dan Pasca Kejadian

Panduan Mitigasi Bencana Gempa Bumi: Pra, Saat, dan Pasca Kejadian

buku
Mengenal Apa Itu Inner Child dan Panduan Langkah Pemulihannya

Mengenal Apa Itu Inner Child dan Panduan Langkah Pemulihannya

buku
Kenali Hukum dan Syarat-Syarat Wakaf yang Sah dalam Islam

Kenali Hukum dan Syarat-Syarat Wakaf yang Sah dalam Islam

buku
Makanan yang Mengandung Vitamin D untuk Tulang Kuat dan Daya Tahan Tubuh

Makanan yang Mengandung Vitamin D untuk Tulang Kuat dan Daya Tahan Tubuh

buku
Urutan Siklus Manajemen Bencana yang Benar dan Wajib Dipahami

Urutan Siklus Manajemen Bencana yang Benar dan Wajib Dipahami

buku
Mengajarkan Spiritualitas kepada Generasi Alpha: Lebih dari Sekadar Hafalan

Mengajarkan Spiritualitas kepada Generasi Alpha: Lebih dari Sekadar Hafalan

buku
Mitigasi Bencana Banjir: Langkah Penting Mengurangi Risiko dan Dampaknya

Mitigasi Bencana Banjir: Langkah Penting Mengurangi Risiko dan Dampaknya

buku
Daftar Makanan yang Mengandung Vitamin A dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Daftar Makanan yang Mengandung Vitamin A dan Manfaatnya untuk Kesehatan

buku
Wakaf Al-Qur’an adalah Amal Jariah untuk Investasi Akhirat, Berikut Penjelasannya

Wakaf Al-Qur’an adalah Amal Jariah untuk Investasi Akhirat, Berikut Penjelasannya

buku
Mengenal Inner Child yang Terluka dan Pengaruhnya pada Kesehatan Mental

Mengenal Inner Child yang Terluka dan Pengaruhnya pada Kesehatan Mental

buku
6 Manfaat Air Mawar untuk Kecantikan Kulit, Apa Saja?

6 Manfaat Air Mawar untuk Kecantikan Kulit, Apa Saja?

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau