Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Membangun Kekayaan Abadi, Salah Satu Kebiasaan Berpikir Investor Terbaik Dunia yang Harus Anda Tiru

Kompas.com, 23 Mei 2023, 09:00 WIB
Buku Richer, Wiser, Happier: Bagaimana Investor Terhebat Dunia Memenangkan Pasar dan Kehidupan Sumber Gambar: Dok. Elex Media Komputindo Buku Richer, Wiser, Happier: Bagaimana Investor Terhebat Dunia Memenangkan Pasar dan Kehidupan
Rujukan artikel ini:
Richer, Wiser, Happier: Bagaimana Investor…
Pengarang: William Green
|
Editor Ratih Widiastuty

Manakah investor terhebat dunia yang Anda kenal, Warren Buffet, Charlie Munger, atau Howard Marks?

Ketiganya terkenal memiliki portofolio yang menakjubkan.

Kira-kira apa saja sih yang mereka lakukan hingga bisa sesukses itu dalam investasinya?

Tidak hanya ahli dalam strategi investasinya, para investor hebat dunia ini ternyata memiliki kebiasaan berpikir yang berperan besar pada kesuksesan mereka.

Pastinya, Anda juga bisa mengadopsi kebiasaan berpikir mereka untuk meningkatkan keahlian investasi Anda dan memperkaya kehidupan Anda secara profesional dan personal.

Lalu, apa saja sih kebiasaan berpikir para investor hebat dunia ini?

1. Membangun Kekayaan Abadi

Sepertinya setiap investor menginginkan kekayaan yang abadi, yang bertahan lama dan terus bertambah seiring waktu.

Investor tangguh seperti Sir John Templeton dan Howard Marks sering menggunakan pendekatan ini dalam investasi mereka.

Mengadopsi strategi investasi jangka panjang dan memiliki portofolio yang terdiversifikasi dengan baik bisa membantu dalam membangun keuntungan jangka panjang.

Selain itu, investor yang ingin membangun kekayaan abadi juga harus memiliki disiplin dan konsistensi dalam investasi mereka, dan tidak tergoda untuk melakukan trading yang berlebihan atau membeli dan menjual saham terlalu sering.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

2. Kebiasaan Berkinerja Tinggi

Kebiasaan berkinerja tinggi adalah salah satu kebiasaan berpikir yang diadopsi oleh para investor hebat dunia dalam mencapai keunggulan kompetitif dalam berinvestasi.

Beberapa kebiasaan berkinerja tinggi yang bisa Anda lakukan adalah dengan melakukan riset dan analisis mendalam pada investasi Anda, memiliki disiplin dan konsistensi, menetapkan tujuan yang jelas, dan memiliki sikap rasional.

Kebiasaan lainnya yang tidak kalah penting yaitu menerapkan diversifikasi portofolio, menjalin hubungan dengan orang yang berpengalaman, dan belajar dari kesalahan.

3. Menjunjung Tinggi Kesederhanaan

Menjunjung tinggi kesederhanaan adalah tentang bagaimana para investor hebat dunia memilih untuk mengambil pendekatan yang lebih sederhana dan fokus pada hal-hal yang penting untuk mencapai tujuan investasi jangka panjang mereka.

Salah satu contohnya adalah seperti yang dilakukan Buffett, di mana ia menghindari perusahaan yang kompleks dan lebih memilih berinvestasi pada perusahaan yang unggul dan tahan lama.

Selain itu, para investor terhebat juga cenderung menghindari berinvestasi dalam tren pasar yang sedang panas dan lebih memilih untuk mengikuti strategi jangka panjang.

Dan masih banyak lagi kebiasaan berpikir investor terhebat dunia lainnya yang bisa Anda dapatkan pada buku "Richer, Wiser, Happier: Bagaimana Investor Terhebat Dunia Memenangkan Pasar dan Kehidupan".

Buku ini akan membawa Anda merasakan memasuki kehidupan lebih dari 40 superinvestor dunia mulai dari Warren Buffett dan Charlie Munger hingga Sir John Templeton dan Howard Marks.

Buku ini juga menjelajah filosofi hidup dari beberapa investor terbaik dunia, dan menyuguhkan mutiara wawasan yang akan memperkaya Anda tidak hanya secara finansial tetapi juga secara kehidupan profesional dan personal.

Dapatkan buku Richer, Wiser, Happier: Bagaimana Investor Terhebat Dunia Memenangkan Pasar dan Kehidupan di Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau