Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pantun Anak-anak Beserta Maknanya yang Bisa Kamu Jadikan Contoh

Kompas.com, 12 Mei 2023, 08:30 WIB
pantun anak-anak Sumber: pixabay.com/aditiotantra pantun anak-anak
Rujukan artikel ini:
Buku Pintar Majas Pantun Dan…
Pengarang: Deandra Alifiana A.F.
|
Editor Rahmad

Pantun anak-anak adalah pantun yang dibedakan berdasarkan pada usia sebelum remaja.

Biasanya, pantun anak-anak bersifat tidak terlalu serius dan pastinya nggak berkaitan dengan cinta, tetapi berisi dengan kata-kata yang lebih mendidik.

Pantun anak-anak biasanya meliputi anjuran, nasihat, humor jenaka, Pendidikan, pertemanan, dan sebagainya. Bukan tanpa alasan, tetapi usia anak kecil memang masih polos dan apa adanya, mereka selalu tertawa riang.

Kalaupun mereka bersedih, mereka akan menangis sebentar, kemudian ceria kembali.

Jadi, pantun anak-anak adalah sebuah gambaran dari kisah dan kehidupan dari para bocah. Seperti apa pantun anak-anak yang menarik? Berikut rangkumannya.

Contoh Pantun Anak-anak

1. Contoh pantun anak-anak jenaka

Seperti halnya pantun jenaka pada orang dewasa, pantun anak-anak jenaka juga biasanya digunakan untuk bisa menghibur para bocah.

Pantun anak-anak jenaka biasanya digunakan di beberapa acara yang berhubungan dengan anak-anak, seperti acara ulang tahun.

Pantun anak-anak jenaka biasanya bersifat tidak terlalu serius, tetapi bisa juga bersifat mendidik dan lebih sederhana.

Berikut contoh pantun anak-anak jenaka yang menghibur tetapi juga penuh makna.

Duduk-duduk di bangku kayu

Sore hari minum es cendol

Teman-teman ayo ngaku

Siapa yang masih sering ngompol?

Nah, dari pantun anak-anak jenaka di atas bertujuan untuk menyindir anak-anak yang masih suka mengompol. Dengan membacakan pantun tersebut, nantinya anak-anak akan menjadi tertawa dan juga ada yang merasa malu jika masih mengompol padahal usianya sudah besar.

Jadi, pantun di atas bisa juga digunakan supaya anak tidak mengompol lagi dengan cara menyindir namun dengan penyampaian pantun.

Dengan cara itu tidak akan membuat anak marah.

2. Contoh pantun anak-anak yang mendidik

Berikutnya adalah contoh pantun anak-anak mendidik dan bagus untuk menasehati anak-anak.

Dengan begitu, anak akan lebih mudah mengerti setelah mereka mendengarkan isi dari pantun tersebut.

Beberapa contoh pantun anak-anak mendidik ini bisa berupa motivasi supaya anak bisa lebih baik lagi, ada juga pantun yang bisa membuat anak lebih percaya diri.

Pantun yang mendidik atau memberi nasihat ke anak, diharapkan mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut contoh pantun anak-anak yang mendidik dan bagus untuk diterapkan.

Minum kopi saat hujan

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Memang enak sekali rasanya

Anak baik anak teladan

Jadi kebanggaan keluarga

Nah, contoh pantu anak-anak di atas menggambarkan betapa bangganya orang tua kepada sang anak, sehingga mereka memberikan si anak pujian dengan penyampaiannya yang menggunakan pantun.

Pada saat orang tua membacakan pantun tersebut pada anak, maka sudah pasti anak akan merasa bangga karena dianggap baik oleh orang tuanya dan bahkan dirinya berhasil menjadi kebanggaan keluarga.

3. Contoh pantun anak-anak nasihat

Menasihati anak-anak memang susah-susah gampang, jika menasihatinya dengan cara yang kasar bisa membuat anak berontak.

Sebaliknya, jika menasihati anak secara halus, bisa juga membuat anak tidak akan menurut atau bahkan bisa membangkang.

Maka dari itu, perlu berhati-hati dalam menasihati anak. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan pantun anak-anak.

Menasihati anak dengan pantun bisa diterima oleh anak karena pembawaan pantun yang santai.

Berikut contoh pantun anak-anak untuk menasihati yang bisa digunakan.

Membuat manisan dari buah salak

Dijual dengan macam-macam harga

Jadi anak berbaktilah pada ibu bapak

Agar kelak bisa masuk surga

Pantun di atas adalah ontoh pantun anak yang di dalamnya memiliki nasihat dari orang tua pada anaknya supaya bisa menjadi anak yang berbakti.

Dengan menggunakan kalimat tersebut, maka diharapkan anak bisa mencoba untuk berbakti pada orang tua karena mengingat nasihat yang ada pada pantun anak-anak.

Nah, itulah beberapa contoh pantun anak-anak lengkap dengan maknanya yang bisa kamu jadikan sebagai contoh.

Ingin mempelajari tentang pantun lebih jauh lagi?

Kamu juga bisa belajar cara membuat pantun anak-anak atau pantun jenis lainnya melalui buku Buku Pintar Majas Pantun Dan Puisi Terbaru & Terlengkap karya Deandra Alifiana A.F.

Buku ini hadir untuk bisa membantu kepada para pembaca yang ingin mengenal karya sastra berupa jenis majas, pantun, serta puisi.

Pembahasan yang ada di dalam buku ini sangat ringkas, sehingga bisa membuat pembaca mudah untuk memahami materi di dalamnya.

Buku ini mampu menambah wawasan kamu tentang kesusastraan Indonesia, sehingga cocok menjadi buku pegangan para siswa, mahasiswa, atau masyarakat umum.

Buku ini bisa langsung kamu pesan dan beli melalui gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau