Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Contoh Format Penulisan Footnote (Catatan Kaki) yang Baik dan Benar

Kompas.com - 21/01/2023, 16:00 WIB
Contoh Penulisan Footnote Sumber Gambar: Freepik.com Contoh Penulisan Footnote
Rujukan artikel ini:
Pedoman Penulis Karya Ilmiah (Proposal,Skripsi…
Pengarang: H. BAHDIN NUR TANJUNG,…
Penulis Okky Olivia
|
Editor Puteri

Kegiatan menulis kini bisa dibilang sudah menjadi budaya yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.

Kegiatan menulis sendiri sangat beragam dan bervariasi, salah satunya adalah menulis suatu karya ilmiah yang biasanya ditulis oleh para kaum akademisi.

Dalam penulisan karya ilmiah, dibutuhkan suatu orisinalitas untuk membuktikan kalau karya tersebut tidak mengikuti karya tulis yang sudah pernah dibuat sebelumnya,

Keberadaan karya tulis ilmiah tentunya menandakan bahwa ilmu pengetahuan akan terus mengalami perkembangan setiap waktunya.

Agar terlihat orisinil, para peneliti harus mencari sumber-sumber dari berbagai media, seperti survei, wawancara, atau dari sumber buku dan internet.

Setiap sumber data yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah tentunya harus dicantumkan sebagai bentuk apresiasi kepada penulis lain atas karya ilmiah yang sudah pernah dibuat sebelumnya.

Penulisan sumber data ini pada umumnya diletakkan di bagian akhir halaman karya ilmiah atau di bagian daftar pustaka.

Namun, untuk mempermudah pembaca dalam memahami istilah atau sumber rujukan pada suatu karya ilmiah, para peneliti sering kali juga meletakkan sumber datanya di bagian bawah halaman sebagai catatan kaki atau footnote.

Penulisan catatan kaki atau footnote ini tentunya sudah menjadi salah satu hal yang penting untuk dilakukan para peneliti yang ingin membuat suatu karya ilmiah.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini contoh penulisan footnote yang baik dan benar.

Contoh Penulisan Footnote (Catatan Kaki)

1. Contoh Penulisan Footnote Langsung di Microsoft Word

Beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan dalam membuat footnote atau catatan kaki di Microsoft Word antara lain:

  • Penulisannya dipisahkan oleh garis yang panjangnya sekitar 14 karakter dari margin sebelah kiri, dan berjarak 4 spasi dari tulisan atau teks di atasnya.
  • Harus diberikan nomor dan menggunakan satu spasi.
  • Nomor pada footnote diketik dengan jarak 6 karakter dari margin di sebelah kiri.
  • Jika footnote-nya lebih dari satu baris, pada baris berikutnya harus dimulai seperti margin teks yang ada di sebelah kiri.
  • Footnote harus ditulis pada halaman yang sama, jika terlalu panjang maka lebih baik potong teksnya daripada memotong footnote-nya.
  • Nama pengarang harus ditulis sesuai dengan nama aslinya, sementara pangkat dan gelarnya tidak perlu ditulis.
  • Judul buku atau sumber harus dicetak miring.

2. Contoh Penulisan Footnote dengan 1 Pengarang

Saat kutipan dari buku terdiri dari satu pengarang, maka struktur penulisan footnote atau catatan kakinya adalah sebagai berikut:

Nomor Kutipan, Nama Pengarang, Judul Buku (Kota Penerbit: Nama Penerbit, Tahun Penerbitan), Halaman. Nomor Halaman.

Contoh penulisannya sebagai berikut:

  • 1Afifah Reza, Sistematika Penulisan Karya Ilmiah, (Jakarta: Asy-Syariah, 2003), hal. 15.
  • 2Chairil Anwar, Deru Campur Debu, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1992), hal. 25.
  • 3Ibrahim Ruhaili, Sejarah Perkembangan Islam di Eropa (Jakarta: PT Gramedia, 2010), hal. 35.

3. Contoh Penulisan Footnote 2 atau 3 Pengarang

Jika sumber buku terdiri dari 2 sampai 3 pengarang, maka struktur penulisan catatan kakinya adalah:

Nomor Kutipan Nama Pengarang 1 dan 2, Judul Buku (Kota Penerbit: Nama Penerbit, Tahun Penerbitan), Nomor halaman.

Contoh penulisannya:

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

  • 1Abdul Khalik, Rapi Armad, Bagus Kuncoro, Belajar Bahasa Indonesia, (Surabaya: Dwikarya, 2009), hal 25.
  • 2Joko Budiman dan Armand Setiadi, Struktur Atom (Jakarta: Bina Sanjaya, 1996), hal 50 - 55.

4. Contoh Penulisan Footnote dengan Lebih Dari 3 Pengarang

Jika buku atau sumber yang kamu gunakan ditulis oleh lebih dari 3 pengarang, kamu perlu menggunakan struktur penulisan footnote yang berbeda, yaitu:

  • 1Mahmud Efendi, dkk. Bahasa dan Sastra Indonesia, (Solo: Cita Aji Pratama, 2008), hal 47.
  • 2Siti Utami dkk, Bahasa Inggris Level 3 (Yogyakarta: PT Persada, 2003), hal 5.

5. Contoh Penulisan Footnote dari Buku Terjemahan

Ketika kutipan sumbernya berasal dari buku-buku terjemahan, struktur penulisan catatan kakinya adalah sebagai berikut:

Nomor Kutipan Nama Pengarang, Judul Buku, Terj. Nama Penerjemah (Kota Penerbit: Nama Penerbit, Tahun Penerbitan), Halaman Buku.

Contoh penulisannya sebagai berikut:

  • 1Muhammad Rab’i, Sejarah Penaklukan Konstantinopel, Terj. Muhammad Hafiluddin dan Mukhtar Rifa’I (Jakarta: Asy-Syariah, 1998), hal, 23.

6. Contoh Penulisan Footnote dari Jurnal atau Makalah

Jika peneliti menemukan kutipan sumbernya dari jurnal atau makalah, struktur penulisan catatan kakinya adalah sebagai berikut:

Nomor Kutipan Nama Penulis, “Judul Artikel”, Nama Jurnal atau Makalah beserta volume dan nomornya, Tahun Penerbitan, Nomor Halaman.

Contoh penulisannya sebagai berikut:

  • 1Yahya Saputra, “Kekerasan Terhadap Wanita dalam Hukum Islam”, Asy-Syariah, Edisi 6, April 2016, hal. 15.
  • 2Mc. Preganent, “Representative of Natural Habits with Plural Education”. Educational Evaluation and Analytics. Vol. 4 No. 3 Summer 2003, hal. 120.

7. Contoh Penulisan Footnote dari Internet

Jika kamu ingin menuliskan catatan kaki yang bersumber dari internet, berikut ini adalah struktur penulisan yang benar:

Nomor Kutipan Author, “Judul”, (URL Website, Tanggal Akses Penulis, Tahun).

Contoh penulisannya sebagai berikut:

  • 1Surya Pratama, “Contoh CV”, (https://namasitus.com/contoh-cv/, diakses pada 17 Januari 2013, 20:15).
  • 2Febriana Citra, “Peradaban Islam di Tanah Jawa”, (https://namasitus.com/contoh-cv/, diakses pada 18 Januari 2013, 15:15).

Nah, itu dia contoh dan struktur penulisan footnote atau catatan kaki yang bisa kamu jadikan referensi jika ingin menulis karya ilmiah.

Selain footnote atau catatan kaki, masih ada beberapa hal lain yang harus kamu perhatikan dalam penulisan suatu karya ilmiah.

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa baca panduannya dalam buku Pedoman Penulis Karya Ilmiah (Proposal, Skripsi, dan Tesis) karya H. Bahdin Nur Tanjung, S.E., M.M.

Dalam menulis karya ilmiah, seorang penulis harus menggunakan kata-kata yang baku, tidak ambigu atau memiliki makna ganda, serta gaya bahasa yang sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia.

Buku ini akan memberikan gambaran secara lengkap mengenai cara menulis skripsi, proposal, dan tesis yang baik dan benar sesuai dengan kaidah penulisan Bahasa Indonesia.

Buku ini akan memberikan berbagai kemudahan dalam penulisan karya tulis ilmiah sekaligus untuk menuntun para pembacanya agar selalu belajar untuk mencermati kesalahan-kesalahan yang ada dalam karya tulis ilmiahnya.

Buku ini sangat cocok dibaca oleh para akademisi yang sedang menyusun karya ilmiah, atau bahkan untuk kalangan umum yang ingin belajar lebih banyak mengenai karya tulis ilmiah.

Buku ini bisa kamu dapatkan di Gramedia.com.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.