Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Cara Efektif Menjadi Pemimpin yang Visioner

Kompas.com, 18 November 2021, 13:00 WIB
Sumber foto: Freepik
Rujukan artikel ini:
Menjadi Pemimpin Hebat: Be A…
Pengarang: Dewi Indra P
Penulis Okky Olivia
|
Editor Almira Rahma Natasya

Seorang pemimpin adalah sosok yang akan selalu menjadi sorotan banyak orang, karena sikapnya nanti akan dijadikan contoh oleh para anak buah.

Maka tidak heran jika para pemimpin dituntut untuk selalu bisa menampilkan kepribadian yang baik.

Salah satu kepribadian dan sikap yang bisa dijadikan acuan dari seorang pemimpin adalah sikap visioner.

Istilah visioner ini merujuk pada gaya kepemimpinan yang memiliki pandangan atau visi yang menatap jauh ke depan dan tahu langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk mewujudkannya.

Seorang pemimpin yang visioner memiliki kemampuan untuk bisa melihat potensi yang dimiliki oleh suatu perusahaan, yang bahkan tidak bisa dilihat oleh orang lain.

Setelah melihat dan memahami potensi perusahaan, seorang pemimpin akan menciptakan dan merumuskan ide-ide yang bisa membuat perusahaannya bisa bersaing dengan para kompetitornya.

Lewat sikapnya yang bisa memandang jauh ke depan atau disebut visioner, seorang pemimpin ini akan mampu membuat organisasi atau perusahaannya menjadi lebih baik di masa yang akan datang.

Banyak orang yang mengagumi tokoh-tokoh visioner seperti Steve Jobs atau Oprah Winfrey, tapi banyak juga yang masih bertanya-tanya apakah pandangan visioner yang mereka miliki ini sudah ada sejak lahir atau mereka melatihnya sedikit demi sedikit seiring dengan perkembangan zaman?

Tapi menurut riset dari beberapa ahli, seseorang tidak bisa langsung memiliki sikap visioner dalam dirinya, karena itu semua membutuhkan proses.

Jadi, siapapun bisa menjadi seorang pemimpin yang visioner asalkan mengetahui langkah-langkah yang tepat untuk melatihnya.

Berikut ini empat cara yang bisa dilakukan untuk menjadi pemimpin yang visioner.

4 Cara Efektif Menjadi Pemimpin yang Visioner

1. Belajar Memahami dan Menganalisis Tren

Perkembangan zaman yang semakin maju membuat tren yang ada dalam masyarakat sering berubah-ubah dan membuat seorang pemimpin harus bisa memahami dan belajar untuk menganalisis sebuah tren.

Dengan mengikuti sebuah tren, pemimpin bisa meningkatkan jumlah konsumen dan mendapatkan banyak dukungan dari publik.

Untuk bisa menganalisis tren yang sedang berlangsung, seorang pemimpin harus mau terjun langsung ke lapangan dan melakukan observasi, bisa dengan datang ke acara seminar yang diadakan dari luar supaya ia mampu mengidentifikasi pola tren yang ada, sekaligus juga bisa mendapatkan pengalaman baru.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

2. Melakukan Perencanaan yang Matang

Seorang pemimpin yang visioner harus mampu membuat perencanaan yang mendalam supaya semua ide dan gagasannya bisa tercapai di masa depan.

Jika langsung melakukan eksekusi tanpa perencanaan, maka kegagalan bisa saja terjadi dan nantinya akan kebingungan serta tidak tahu cara mengatasinya.

3. Mampu Mengatasi Hambatan dalam Perusahaan

Sebuah bisnis tidak mungkin berjalan dengan mulus-mulus saja, terkadang ada beberapa hambatan di tengah usaha, seperti mendapatkan penolakan saat ingin menawarkan kerjasama dengan perusahaan lain.

Oleh karena itu, seorang pemimpin harus bisa mengatasi berbagai hambatan yang ada supaya tujuan perusahaan bisa tercapai.

Jika perusahaan lain menolak kerjasama dengan perusahaan kita, itu berarti kita harus sebisa mungkin mengetahui apa alasan mereka dan kemudian memperbaiki apa yang salah.

Jika hal ini terus dilakukan, maka nantinya hubungan kita dengan orang-orang dari luar perusahaan bisa terjalin dengan baik, dan membuat kerjasama bisnis jadi lebih menguntungkan.

4. Memperluas Wawasan

Semakin luas pengetahuan dan wawasan yang dimiliki seseorang, akan membuat ia mampu untuk selalu memandang jauh ke depan.

Seorang pemimpin harus memiliki sikap visioner agar ide, gagasan, dan inovasi yang dipikirkannya bersama tim tidak akan diam di tempat saja.

Untuk memiliki pandangan yang jauh merentang ke depan, seorang pemimpin harus selalu belajar dari berbagai hal, karena sikap visioner tidak datang dengan sendirinya.

Wawasan dan pengetahuan ini bisa didapatkan dari berbagai platform seperti internet yang sekarang sudah sangat dekat dengan kehidupan kita, atau bisa juga melalui buku yang banyak membahas mengenai kepemimpinan.

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai cara menjadi pemimpin yang visioner, kamu bisa membaca buku Menjadi Pemimpin Hebat: Be a Super Leader From Earth karya Dewi Indra P.

Menurut buku ini, pemimpin yang baik bukan hanya orang yang bisa memberikan perintah tanpa diprotes, tapi juga orang yang bisa dengan mudah mendapatkan kepercayaan dari para anak buahnya.

Selain sikap visioner, buku ini juga menjelaskan bahwa seorang pemimpin harus memiliki integritas, rasa simpati dan empati, sekaligus juga bisa membantu mengembangkan potensi anak buahnya agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Semua penjelasan mengenai kepemimpinan ini sudah terangkum secara lengkap dalam buku ini.

Bagi kamu yang tertarik dan penasaran mengenai isi bukunya, kamu bisa mendapatkan dan membelinya secara online di laman Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Cash Stuffing vs Budgeting Digital: Mana yang Lebih Ampuh?

Cash Stuffing vs Budgeting Digital: Mana yang Lebih Ampuh?

buku
Weton Tulang Wangi dalam Hubungan Asmara: Daya Pikat dan Tantangannya

Weton Tulang Wangi dalam Hubungan Asmara: Daya Pikat dan Tantangannya

buku
7 Cara Berhenti Belanja Impulsif: Panduan Psikologi dan Finansial

7 Cara Berhenti Belanja Impulsif: Panduan Psikologi dan Finansial

buku
Apa Itu Cash Stuffing? Berikut Panduan Dasar, Contoh Kategori, dan Trik Suksesnya

Apa Itu Cash Stuffing? Berikut Panduan Dasar, Contoh Kategori, dan Trik Suksesnya

buku
Yuk, Bertualang Bersama Para Pangeran yang Penuh Inspirasi Melalui Seri The Prince!

Yuk, Bertualang Bersama Para Pangeran yang Penuh Inspirasi Melalui Seri The Prince!

buku
Panduan Lengkap Declutter Google Drive untuk Bersihkan Memori 

Panduan Lengkap Declutter Google Drive untuk Bersihkan Memori 

buku
7 Cara Mengurangi Screen Time untuk Meningkatkan Produktivitas

7 Cara Mengurangi Screen Time untuk Meningkatkan Produktivitas

buku
Gacha Artinya Apa? Simak Istilah, Sejarah, dan Sistemnya dalam Game

Gacha Artinya Apa? Simak Istilah, Sejarah, dan Sistemnya dalam Game

buku
PeopleMath Tawarkan Perspektif Baru tentang Produktivitas Kerja

PeopleMath Tawarkan Perspektif Baru tentang Produktivitas Kerja

buku
Apa itu Gharar? Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Transaksi Digital

Apa itu Gharar? Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Transaksi Digital

buku
Kenapa Plushies Populer? Ini Alasannya Digemari Berbagai Kalangan

Kenapa Plushies Populer? Ini Alasannya Digemari Berbagai Kalangan

buku
Plushies Artinya Apa? Kenali Pengertian dan Perbedaannya dengan Boneka

Plushies Artinya Apa? Kenali Pengertian dan Perbedaannya dengan Boneka

buku
Weton Tulang Wangi dalam Kehidupan Sosial

Weton Tulang Wangi dalam Kehidupan Sosial

buku
Karakter Weton Tulang Wangi: Sifat Positif dan Sisi Gelap

Karakter Weton Tulang Wangi: Sifat Positif dan Sisi Gelap

buku
5 Keistimewaan Weton Tulang Wangi: Rahasia Rezeki dan Kejayaan Masa Depan

5 Keistimewaan Weton Tulang Wangi: Rahasia Rezeki dan Kejayaan Masa Depan

buku
7 Ciri Weton Tulang Wangi yang Paling Akurat Menurut Primbon Jawa

7 Ciri Weton Tulang Wangi yang Paling Akurat Menurut Primbon Jawa

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau