Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dari Makanan hingga Tradisi, Ini Daftar Budaya Korea Selatan yang Masih Bertahan Sampai Sekarang

Kompas.com, 28 April 2022, 12:00 WIB
Budaya Korea Selatan Sumber Gambar: Freepik.com Budaya Korea Selatan
Rujukan artikel ini:
I`ll Go To You When…
Pengarang: Lee Do Woo
Penulis Okky Olivia
|
Editor Ratih Widiastuty

Berkat eksistensi K-Pop dan drakor yang mendunia, Korea Selatan kini berhasil menjadi salah satu negara yang sukses, terutama dalam bidang ekonomi.

Saat membicarakan tentang Negeri Ginseng tersebut, kita juga tidak bisa jauh-jauh dari beragam kebudayaan dan destinasi wisata yang selalu menjadi incaran para wisatawan.

Sama seperti Indonesia, Korea Selatan juga memiliki sejarah yang panjang, tidak hanya tentang penaklukan dan peperangan, tapi juga tentang budaya dan tradisi yang tidak pernah lekang oleh waktu.

Walaupun banyak sekali budaya luar yang mencoba untuk masuk ke negaranya, tapi masyarakat Korea Selatan tetap berpegang teguh dan terus berusaha mempertahankan kebudayaan yang sudah menjadi warisan leluhur mereka.

Tidak hanya dari segi ekonomi, industri K-Pop juga berhasil membuat banyak orang penasaran dan ingin mengetahui apa saja hal-hal unik dan kebudayan khas yang hanya bisa ditemui di Korea Selatan.

Berikut ini adalah beberapa kebudayaan khas Korea Selatan yang unik dan masih bertahan sampai sekarang.

Daftar Budaya Korea Selatan yang Masih Bertahan Sampai Sekarang

1. Pakaian Tradisional Hanbok

Budaya Korea Selatan Budaya Korea Selatan

Hanbok adalah pakaian tradisional Korea Selatan yang berhasil bertahan selama lebih dari ribuan tahun.

Pakaian ini pada umumnya memiliki warna yang cerah dengan motif yang sederhana dan tidak memiliki bagian saku.

Hanbok biasanya digunakan saat Korea Selatan sedang merayakan hari besar, atau bisa juga digunakan saat ada acara atau perayaan khusus seperti pernikahan, ulang tahun, atau hari jadi pernikahan yang ke-61 tahun.

Dalam sejarah, sebenarnya hanya keluarga kerajaan dan keturunan bangsawan saja yang diperbolehkan memakai Hanbok dengan motif dan bahan yang berkualitas, sementara rakyat biasa hanya diizinkan menggunakan hanbok yang biasa saja.

Tapi sistem penggunaan hanbok ini sudah dihapus dan hanbok bisa lebih mudah dijual di pasaran tanpa harus ada aturan khusus.

2. Perayaan Chuseok

Budaya Korea Selatan Budaya Korea Selatan

Korea Selatan memiliki dua hari liburan terpenting, yakni saat Tahun Baru Imlek (Seollal) dan Festival Panen Bulan atau Thanksgiving (Chuseok).

Chuseok biasanya dirayakan saat bulan purnama untuk merayakan kesuksesan panen para petani.

Hari perayaannya ditandai dengan pertemuan keluarga di kampung halaman.

Tradisi yang khas dalam perayaan Chuseok ini adalah penggunaan hanbok, melakukan salam hormat untuk para tetua, dan makan makanan khusus seperti kue beras isi kacang (Songpyeon), pancake Korea (Jeon), Kimchi, dan masih banyak lagi.

3. Hanok

Budaya Korea Selatan Budaya Korea Selatan

Para pecinta drama Korea pasti sudah tidak asing lagi dengan Hanok, sebutan untuk rumah tradisional Korea Selatan yang khas dengan desain arsitekturnya yang unik.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Desain pembangunan Hanok ini sebenarnya mencerminkan hubungan spiritual antara manusia dengan alam, yang bertujuan untuk mengingatkan manusia agar selalu hidup dengan tenang dan sederhana.

Seiring dengan perkembangan zaman, Hanok saat ini sudah jarang ditemukan di kota-kota besar, tapi untuk melindungi budaya dan tradisi ini dari kepunahan, pemerintah Korea Selatan memutuskan untuk membangun desa Hanok di beberapa tempat dan menjadikannya sebagai destinasi wisata.

4. Boryeong Mud (Festival Lumpur)

Budaya Korea Selatan Budaya Korea Selatan

Festival Boryeong Mud ini sudah ada di Korea Selatan sejak tahun 1998 yang biasanya diadakan setiap bulan Juli selama kurang lebih dua minggu.

Dalam festival ini, masyarakat Korea Selatan akan memainkan beragam permainan seperti gulat lumpur, pijat lumpur, sampai berenang di kolam renang lumpur, alasannya adalah karena mereka percaya kalau lumpur sangat berkhasiat bagi kesehatan kulit.

Keunikan festival ini mampu mengundang banyak wisatawan untuk datang dan membantu meningkatkan perekonomian Korea Selatan.

5. Tarian Rakyat Korea Selatan

Budaya Korea Selatan Budaya Korea Selatan

Tari Topeng (Cheoyongmu) dari Kerajaan Silla, tari Derek (Hakchum) dari Kerajaan Goryeo, dan tari Burung Bulbul musim semi (Chunaengjeon), adalah beberapa tarian tradisional yang berhasil bertahan dan masih menjadi alat promosi budaya Korea Selatan.

Ketiga tarian ini tentunya memiliki ciri khas dan keunikannya masing-masing, mulai dari musik pengiring, pakaian yang digunakan, dan makna tariannya.

Itulah beberapa budaya dan tradisi dari para leluhur yang masih terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat dan pemerintahan Korea Selatan.

Selain dari K-Pop dan drakor, kamu masih memiliki cara lain untuk mengenal kebudayaan Korea, misalnya dengan membaca novel Korea yang saat ini sudah tersedia dalam berbagai genre.

Novel I`ll Go To You When The Weather is Nice karya Lee Do Wo adalah salah satu novel Korea yang menarik untuk kamu baca, karena penulisnya menyelipkan beberapa kebudayaan Korea di dalam ceritanya.

Novel ini menceritakan tentang Haewon, seorang pelukis yang pulang kembali ke kampung halamannya saat musim dingin tiba.

Ia terkejut ketika melihat sebuah rumah tua yang ternyata sekarang sudah berubah menjadi toko buku “Good Night”, yang ternyata dikelola oleh Eunseob, teman masa kecilnya yang pendiam dan baik hati.

Sejak pertemuan tersebut, keduanya kembali menjalin hubungan pertemanan dan mengulang kenangan mereka saat masih kecil.

Tapi sebuah rahasia besar tiba-tiba saja terbongkar dan membuat hubungan keduanya merenggang.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Kalau kamu tertarik untuk membaca lanjutan dari novel ini, kamu bisa mendapatkannya melalui Gramedia.com.

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

promo diskon promo diskon

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

7 Cerita Rakyat Toraja Singkat yang Penuh Pesan Moral dan Nilai Budaya

7 Cerita Rakyat Toraja Singkat yang Penuh Pesan Moral dan Nilai Budaya

buku
Legenda Sabai Nan Aluih: Cerita Rakyat Minangkabau tentang Keberanian dan Bakti kepada Keluarga

Legenda Sabai Nan Aluih: Cerita Rakyat Minangkabau tentang Keberanian dan Bakti kepada Keluarga

buku
Legenda Banyuwangi: Kisah Sri Tanjung dan Asal Usul Nama Banyuwangi

Legenda Banyuwangi: Kisah Sri Tanjung dan Asal Usul Nama Banyuwangi

buku
Cara Mengatasi Kompas HP Tidak Bergerak dan Penyebab Sensor Error

Cara Mengatasi Kompas HP Tidak Bergerak dan Penyebab Sensor Error

buku
Cerita Rakyat Surabaya: Kisah Dongeng Sura Baya dan Sejarah Aslinya

Cerita Rakyat Surabaya: Kisah Dongeng Sura Baya dan Sejarah Aslinya

buku
Cerita Rakyat Dayak yang Populer dan Masih Dikenang Hingga Kini 

Cerita Rakyat Dayak yang Populer dan Masih Dikenang Hingga Kini 

buku
Legenda Hulonthalo: Kisah Asal Usul Nama Gorontalo yang Sarat Makna Budaya

Legenda Hulonthalo: Kisah Asal Usul Nama Gorontalo yang Sarat Makna Budaya

buku
Kisah Sawerigading dan Asal Usul Legenda Terkenal Suku Bugis 

Kisah Sawerigading dan Asal Usul Legenda Terkenal Suku Bugis 

buku
Arti Fundamental secara Harfiah, KBBI, dan Contohnya di Berbagai Bidang

Arti Fundamental secara Harfiah, KBBI, dan Contohnya di Berbagai Bidang

buku
Cara Memakai Kompas Digital di HP dan Panduan Kalibrasinya

Cara Memakai Kompas Digital di HP dan Panduan Kalibrasinya

buku
Cerita Pong Tiku: Kisah Pahlawan Toraja yang Gigih Melawan Penjajahan

Cerita Pong Tiku: Kisah Pahlawan Toraja yang Gigih Melawan Penjajahan

buku
6 Legenda Betawi Terkenal Beserta Sejarah dan Pesan Moralnya

6 Legenda Betawi Terkenal Beserta Sejarah dan Pesan Moralnya

buku
Tren

Tren "Marriage Is Scary": Benarkah Menikah Adalah 'Ijazah Kelulusan' Hidup yang Wajib Dikejar?

buku
Ketika Validasi Menjadi Candu dan Hubungan Kehilangan Empati

Ketika Validasi Menjadi Candu dan Hubungan Kehilangan Empati

buku
Cerita Rakyat Gorontalo Singkat: Mengenal Legenda dan Kisah Tradisional yang Penuh Pesan Moral

Cerita Rakyat Gorontalo Singkat: Mengenal Legenda dan Kisah Tradisional yang Penuh Pesan Moral

buku
Asal Usul Gorontalo: Sejarah, Arti Nama, dan Perjalanan Panjang Daerah Hulonthalo

Asal Usul Gorontalo: Sejarah, Arti Nama, dan Perjalanan Panjang Daerah Hulonthalo

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau