Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tertarik Membuka Usaha? Berikut 3 Macam Usaha Perkebunan yang Menguntungkan

Kompas.com, 19 April 2022, 11:37 WIB
Macam usaha perkebunan Sumber Gambar: Canva Macam usaha perkebunan
Rujukan artikel ini:
Budidaya Sayuran Organik Di Pekarangan
Pengarang: Nobertus Kaleka
Penulis Renny Novita
|
Editor Ratih Widiastuty

Membuka usaha tidak harus selalu membangun startup, tapi bisa juga dengan memanfaatkan sumber yang sudah ada.

Misalnya saja kita mempunyai lahan yang cukup di pekarangan rumah, hal ini bisa kita manfaatkan untuk berkebun dan pada akhirnya tanah itu mempunyai nilai ekonomis.

3 Macam Usaha Perkebunan yang Menguntungkan

1. Tanaman Hias

Tanaman hias tampaknya menjadi bisnis yang tidak akan pernah mati, karena baik itu rumah maupun kantor butuh dipercantik dengan jenis tanaman ini.

Bahkan ada juga tanaman hias yang dapat membawa hoki, seperti Aglaonema yang disebut sebagai pembawa rezeki, Dracaena atau bambu yang dapat memancing hoki, Paku-pakuan yang mempunyai efek menenangkan hati, Anthurium yang merupakan simbol kejayaan, dan Agave yang menjadi simbol kemuliaan.

Selain itu, kita mempunyai budaya untuk mengirimkan tanaman hias untuk kepentingan dan momen seperti ulang tahun, kelahiran, kenaikan jabatan, pernikahan, dan lain-lain.

Ada kurang lebih 500 jenis tanaman hias bunga yang bisa kamu pertimbangkan untuk penanamannya.

Untuk memulai bisnis tanaman hias, kamu perlu mengetahui jenis tanaman hias apa yang sedang laku di pasaran.

Dari situ, baru kamu mulai mencari tahu bagaimana tips menanam, merawat, hingga memperbanyaknya, bisa melalui pelatihan workshop atau juga belajar otodidak dari buku dan media lainnya.

2. Sayuran Organik

Sayuran organik mempunyai nilai ekonomis yang tinggi dibandingkan jenis sayuran yang ditanam dan dipelihara dengan menggunakan pupuk kimia dan pestisida sintetis.

Alasannya adalah orang zaman sekarang menyadari bahwa penggunaan pupuk dan pestisida sintetis selain mempunyai pengaruh buruk bagi hormon tubuh yang berujung pada kesehatan manusia, juga berdampak buruk pada lingkungan.

Produk pertanian yang dihasilkan oleh petani, selain mempunyai kandungan nutrisi yang tinggi, juga sebaiknya ramah lingkungan dan aman dikonsumsi.

Salah satu upaya untuk membangun perkebunan yang berorientasi organik adalah dengan memanfaatkan sumber daya hayati, yaitu mikroorganisme berguna yang melimpah di alam, berupa pupuk hayati (biofertilizer), agensia pengendali hayati (biopestisida) dan pengolahan limbah organik/hewan menjadi pupuk kompos (bio komposer).

Bahkan di luar negeri telah banyak perusahaan-perusahaan agroindustri yang memproduksi dan memasarkan formula mikroba berguna untuk jangkauan market yang lebih luas, seperti Ciba-Geigy, Du-Pont, dan Sumitomo.

Dengan kamu memilih berkebun sayuran organik, kamu telah ikut serta mendukung kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan, sehingga tidak salah jika dikatakan bahwa perkebunan atau pertanian masa depan adalah yang berorientasi pada pertanian organik (back to nature).

Kamu bisa memulai menanamnya di pekarangan dan dapat memanfaatkan panduan dari buku Budidaya Sayuran Organik di Pekarangan sebagai media belajar.

3. Tanaman Hidroponik

Berkebun dengan sistem hidroponik adalah salah satu cara untuk mengatasi keterbatasan lahan.

Hidroponik adalah bercocok tanam tanpa menggunakan tanah tetapi menggunakan air yang telah dicampur unsur hara atau sering disebut sebagai nutrisi.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Pada budi daya tanaman konvensional, kamu menggunakan tanah sebagai penyedia unsur hara sekaligus sebagai penopang tanaman.

Ini berbeda dengan sistem hidroponik, di mana yang harus kamu persiapkan adalah media tanam.

Unsur hara atau nutrisi yang dilarutkan ke dalam air, kemudian dialirkan mengenai akar tanaman.

Untuk penopang tanaman digunakan media tanam khusus dan juga pot yang khusus pula.

Sebagai media tanam, kamu bisa menggunakan arang sekam, sabut kelapa, serbuk gergaji, batang pakis, vermiculite, dan media tanam anorganik seperti rockwool, perlite, hydroton, pasir dan hidrogel.

Budidaya tanaman hidroponik bisa dilakukan di pekarangan dan dengan memanfaatkan media tanam yang ada.

Setelah disemai di media tanam, kemudian dipindah ke sistem hidroponik.

Di sini tanaman dibesarkan hingga siap dipanen.

Hal lain yang perlu kamu pelajari dalam budi daya tanaman hidroponik adalah bagaimana menyediakan kebutuhan tanaman, seperti unsur hara atau nutrisi, kecukupan sinar matahari, dan jumlah oksigen yang memadai untuk akar.

Keberhasilan panen dengan kualitas tanaman yang bagus juga ditentukan oleh faktor seperti suhu lingkungan terutama pada siang hari, dan suhu larutan nutrisi yang melalui akar.

Tugas lain yang perlu kamu lakukan adalah mencegah tanaman agar tidak terkena hama dan dijangkiti penyakit.

Oleh karena itu, kamu membutuhkan pengetahuan yang luas perihal hidroponik untuk meminimalisir gagal panen dan mendapatkan hasil panen yang optimal.

Ilmu ini bisa kamu dapatkan dari buku-buku berkualitas, di antaranya buku Budidaya Sayuran Organik di Pekarangan.

Menanam hortikultura sampai proses panen memang membutuhkan banyak tahapan, tapi jika kita sudah mempraktekan dan menguasai caranya, hal itu tidak serumit yang dibayangkan.

Buku-buku yang sudah disebutkan di atas dapat kamu pesan di Gramedia.com atau bisa juga kamu temukan di toko buku Gramedia terdekat di kotamu.

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

promo diskon promo diskon

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Cash Stuffing vs Budgeting Digital: Mana yang Lebih Ampuh?

Cash Stuffing vs Budgeting Digital: Mana yang Lebih Ampuh?

buku
Weton Tulang Wangi dalam Hubungan Asmara: Daya Pikat dan Tantangannya

Weton Tulang Wangi dalam Hubungan Asmara: Daya Pikat dan Tantangannya

buku
7 Cara Berhenti Belanja Impulsif: Panduan Psikologi dan Finansial

7 Cara Berhenti Belanja Impulsif: Panduan Psikologi dan Finansial

buku
Apa Itu Cash Stuffing? Berikut Panduan Dasar, Contoh Kategori, dan Trik Suksesnya

Apa Itu Cash Stuffing? Berikut Panduan Dasar, Contoh Kategori, dan Trik Suksesnya

buku
Yuk, Bertualang Bersama Para Pangeran yang Penuh Inspirasi Melalui Seri The Prince!

Yuk, Bertualang Bersama Para Pangeran yang Penuh Inspirasi Melalui Seri The Prince!

buku
Panduan Lengkap Declutter Google Drive untuk Bersihkan Memori 

Panduan Lengkap Declutter Google Drive untuk Bersihkan Memori 

buku
7 Cara Mengurangi Screen Time untuk Meningkatkan Produktivitas

7 Cara Mengurangi Screen Time untuk Meningkatkan Produktivitas

buku
Gacha Artinya Apa? Simak Istilah, Sejarah, dan Sistemnya dalam Game

Gacha Artinya Apa? Simak Istilah, Sejarah, dan Sistemnya dalam Game

buku
PeopleMath Tawarkan Perspektif Baru tentang Produktivitas Kerja

PeopleMath Tawarkan Perspektif Baru tentang Produktivitas Kerja

buku
Apa itu Gharar? Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Transaksi Digital

Apa itu Gharar? Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Transaksi Digital

buku
Kenapa Plushies Populer? Ini Alasannya Digemari Berbagai Kalangan

Kenapa Plushies Populer? Ini Alasannya Digemari Berbagai Kalangan

buku
Plushies Artinya Apa? Kenali Pengertian dan Perbedaannya dengan Boneka

Plushies Artinya Apa? Kenali Pengertian dan Perbedaannya dengan Boneka

buku
Weton Tulang Wangi dalam Kehidupan Sosial

Weton Tulang Wangi dalam Kehidupan Sosial

buku
Karakter Weton Tulang Wangi: Sifat Positif dan Sisi Gelap

Karakter Weton Tulang Wangi: Sifat Positif dan Sisi Gelap

buku
5 Keistimewaan Weton Tulang Wangi: Rahasia Rezeki dan Kejayaan Masa Depan

5 Keistimewaan Weton Tulang Wangi: Rahasia Rezeki dan Kejayaan Masa Depan

buku
7 Ciri Weton Tulang Wangi yang Paling Akurat Menurut Primbon Jawa

7 Ciri Weton Tulang Wangi yang Paling Akurat Menurut Primbon Jawa

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau