Lomba Menulis Thriller GPU x GWP

Lihat Foto
Sumber Foto: Dok. Gramedia Pustaka Utama
Rujukan artikel ini:
Katarsis
Pengarang: Anastasia Aemilia
Penulis Vania Adinda
|
Editor: Ratih Widiastuty

Lomba Menulis Yang Diadakan oleh GPU X GWP

Pada awal Februari 2022, GPU mengejutkan pembaca dengan kabar akan diadakannya lomba menulis thriller.

Detail-detail lain seperti syarat dan tanggal dimulainya lomba masih belum diumumkan, namun yang pasti lomba ini diadakan dengan berkolaborasi bersama GWP.

GWP (Gramedia Writing Project) merupakan platform menulis untuk para penulis yang ingin membagikan karyanya ke publik.

Pengguna situs dapat membaca karya satu sama lain dan memberikan apresiasi dengan mengeklik like atau menulis komentar.

GWP memiliki tim editor yang rutin membaca karya-karya dalam situs dan menawarkan berbagai naskah terbaik ke penerbit-penerbit Gramedia.

Selain mengumumkan lomba menulis thriller, akun FiksiGPU juga merekomendasikan beberapa novel-novel thriller pilihan yang dirasa cocok untuk dijadikan acuan belajar menulis thriller.

Thriller sendiri merupakan genre cerita yang menerbitkan perasaan tegang pada pembaca.

Genre ini biasanya dipenuhi misteri kelam dan berujung pada plot twist mencengangkan.

Berbeda dengan genre horror, ketegangan pada genre thriller tidak berasal dari dunia supernatural, melainkan dari kejadian-kejadian mengerikan yang mungkin terjadi di dunia nyata, seperti pembunuhan, melarikan diri dari situasi mengerikan, atau kasus-kasus kejahatan lainnya.

Rekomendasi Novel Thriller FiksiGPU

Thriller memiliki beberapa jenis, mulai dari thriller psikologis, thriller misteri, hingga thriller kriminal.

Pada daftar rekomendasi thriller FiksiGPU, dicantumkan Katarsis karya Anastasia Aemilia.

Katarsis merupakan novel thriller psikologis yang berpusat pada tokoh bernama Tara.

Ketika dia masih remaja, seluruh anggota keluarganya dibantai, hanya dia yang selamat karena si pembunuh entah kenapa menjejalkan Tara ke dalam kotak perkakas dan meninggalkannya.

Beruntung polisi berhasil mengevakuasi Tara dan melarikannya ke rumah sakit.

Sewaktu masih dirawat, sebuah paket tiba untuk Tara dalam bentuk kotak perkakas.

Di dalamnya, terbaring anak perempuan yang mirip Tara.

Katarsis merupakan pilihan buku yang tepat untuk mempelajari cara membangun narasi yang mengusik batin.

Psikopat yang berbaur dalam masyarakat biasa merupakan hal yang jarang kita pikirkan.

Melalui Katarsis, pembaca mendapatkan gambaran betapa mengerikannya bila pembunuh berdarah dingin hidup normal tanpa terdeteksi.

Narasi-narasi yang dituliskan dari sudut pandang para psikopat dijamin membuat pembaca menahan napas.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Selain Katarsis, FiksiGPU juga mencantumkan Second Sister (Putri Kedua) yang merupakan thriller kriminal karya Chan Ho-kei.

Penulis kelahiran Hong Kong ini pernah mendapatkan penghargaan Penulis Cerita Misteri di Taiwan dan novel pertamanya yang berjudul The Man Who Sold the World bahkan memenangkan penghargaan tertinggi Soji Shimada untuk cerita misteri berbahasa Cina.

Latar belakang Chan Ho-kei sebagai lulusan jurusan computer science dan pernah bekerja sebagai software engineer terefleksi dalam Second Sister.

Novel Asia ini mengungkap sisi gelap internet dan besarnya kekuatan opini netizen di dunia virtual.

Siu-man bunuh diri tidak lama setelah mengalami cyber bullying.

Sebagai kakaknya, Nga-yee tidak bisa diam saja dan bersumpah akan menemukan orang pertama yang menyebarkan rumor tak benar mengenai adiknya di forum internet.

Orang itu pembunuh yang harus dihukum seberat-beratnya.

Polisi menolak menyelidiki kasus bunuh diri Siu-man lebih lanjut karena hukum formal tidak bisa menangkap seseorang atas tuduhan pembunuhan hanya karena orang tersebut menuliskan komentar jahat mengenai Siu-man di internet.

Itu sebabnya Nga-yee menyewa jasa peretas andal bernama N, pria nyentrik yang ketus namun cukup baik hati.

Nga-yee berkata kepada N bahwa dia ingin si pelaku mengalami penderitaan yang sama dengan Siu-man.

Nga-yee ingin balas dendam!

Berbeda dengan Katarsis yang narasinya berpusat pada cara berpikir para tokohnya, Second Sister berfokus pada pada kronologi kasus dan penyelidikan untuk menemukan pelaku.

Ketegangan dibangun dengan menyediakan bukti-bukti yang semakin mendekatkan pembaca dengan pelaku, namun di antara bukti tersebut ada yang menuntun pembaca ke kesimpulan yang salah.

Seperti cerita thriller pada umumnya, tentu saja bukti-bukti membingungkan itu pada akhirnya berujung pada twist mencengangkan yang tidak diduga.

Selain kedua novel ini, FiksiGPU sudah mencantumkan delapan novel lainnya yang tak kalah seru dalam rekomendasi thriller tersebut.

Kepada para penulis yang ingin ikut serta dalam kompetisi menulis thriller yang diadakan GPU dan GWP, silakan baca-baca dulu novel dalam rekomendasi tersebut sebagai bahan belajar sambil menunggu pengumuman selanjutnya.

Kedua novel di atas dapat dibeli secara online melalui Gramedia.com.

Dapatkan juga gratis voucher diskon yang bisa digunakan tanpa minimal pembelian. Klik di sini untuk dapatkan vouchernya.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi