Komik Hiroshi Nohara’s Lunch Style Bagi pencinta komik Jepang, “Crayon Shinchan” tentu bukan nama yang asing.
Serial karya mendiang Yoshito Usui ini telah lama dikenal luas, bukan hanya di Jepang, tetapi juga di Indonesia.
Kisahnya berpusat pada kehidupan sehari-hari Nohara Shinnosuke, yang akrab disapa Shinchan, seorang bocah TK yang usil dan polos serta kerap membuat orang-orang di sekitarnya kewalahan.
Tingkah lakunya bersama keluarga dan teman-temannya menghadirkan humor yang dapat dinikmati berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga orang dewasa.
Di Indonesia, “Crayon Shinchan” telah diterjemahkan dan diterbitkan secara resmi.
Adaptasi animenya juga sempat tayang di televisi nasional dengan sulih suara bahasa Indonesia.
Meski serial aslinya terhenti setelah Yoshito Usui wafat pada tahun 2009, dunia Shinchan tidak ikut berhenti.
Beragam judul spin-off terus bermunculan dan mengembangkan kisah para tokoh yang telah lebih dahulu dicintai pembaca.
Salah satu spin-off yang menarik perhatian adalah Hiroshi Nohara’s Lunch Style, yang mulai diterbitkan oleh m&c! pada November 2021.
Karya Yoichi Tsukahara yang menggunakan tokoh orisinal ciptaan Yoshito Usui ini telah terbit hingga volume 12 di Indonesia.
Adaptasi animenya juga telah tayang pada Oktober 2025 dan kini dapat disaksikan melalui layanan streaming Netflix dengan subtitle bahasa Indonesia.
Berbeda dengan seri utama yang menyorot Shinchan, spin-off ini menjadikan Hiroshi Nohara sebagai tokoh utama.
Sebagai pegawai bagian pemasaran yang kerap bekerja di luar kantor, Hiroshi hampir selalu menghabiskan waktu makan siangnya di luar kantor.
Bagi Hiroshi, memilih menu makan siang bukanlah perkara sepele.
Dia harus mempertimbangkan kondisi tubuh, selera, serta isi dompet, sambil berpacu dengan waktu istirahat yang terbatas.
Setiap bab dalam komik ini menghadirkan satu episode makan siang yang berbeda, lengkap dengan kejadian kocak yang menyertainya.
Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium
Lokasinya pun tidak selalu sama.
Karena sering melakukan perjalanan dinas, Hiroshi mencicipi makanan di berbagai tempat yang dia kunjungi, mulai dari restoran kecil, truk makanan, kafe, pusat perbelanjaan, hingga tempat tak terduga seperti karaoke dan sauna.
Variasi tempat ini membuat suasana tiap bab terasa segar dan tidak monoton.
Menu yang dinikmatinya pun sangat beragam.
Dia tidak hanya menyantap hidangan khas Jepang seperti ramen, donburi, atau kari, tetapi juga mencoba berbagai sajian internasional seperti steik, pasta, burger, moussaka, biryani, paela, hingga rendang.
Keberagaman lokasi dan pilihan makanan inilah yang menjadikan setiap bab terasa unik, sekaligus dapat memperluas wawasan kuliner para pembaca.
Setiap bab berdiri sendiri dan tidak saling berkaitan sehingga pembaca dapat menikmatinya secara acak tanpa harus mengikuti urutan tertentu.
Narasi internal Hiroshi saat mencicipi hidangan menjadi daya tarik tersendiri.
Penjelasannya terasa hidup, sederhana, dan mudah dipahami, seolah-olah pembaca ikut duduk di hadapannya dan mencicipi menu yang sama.
Ilustrasi makanannya digambar dengan detail yang menggugah selera, membuat pembaca hampir dapat membayangkan aroma dan teksturnya.
Dari segi visual, gaya gambar komik ini tetap mempertahankan nuansa khas seri orisinalnya.
Karakter Hiroshi tampil dengan desain yang familier sehingga penggemar lama tidak akan merasa asing.
Meski tetap bergenre komedi, humor dalam Hiroshi Nohara’s Lunch Style cenderung lebih ringan dan minim lelucon dewasa dibandingkan “Crayon Shinchan” sehingga aman dinikmati pembaca usia 13 tahun ke atas.
Dengan konsep sederhana namun menghibur, komik ini cocok dibaca saat bersantai.
Perpaduan antara cerita keseharian, humor khas keluarga Nohara, dan eksplorasi kuliner menjadikan Hiroshi Nohara’s Lunch Style sebagai bacaan yang menarik, baik bagi penggemar lama Shinchan maupun pembaca baru yang ingin menikmati komedi ringan bertema kehidupan sehari-hari.
Komik Hiroshi Nohara's Lunch Style bisa kamu temukan di Gramedia.com.