Mengenal dan Memahami Dunia Perempuan Lewat Buku Lebih Senyap dari Bisikan

Lihat Foto
Sumber Gambar: instagram.com/sastragpu
Rujukan artikel ini:
Lebih Senyap dari Bisikan
Pengarang: Andina Dwifatma
Penulis Okky Olivia
|
Editor: Almira Rahma Natasya

Indonesia menjadi salah satu negara yang masih memegang budaya dan kepercayaan secara turun temurun dari generasi ke generasi.

Salah satu budaya yang masih dipegang erat adalah budaya gotong royong dan saling tolong menolong antar sesama, terutama kepada orang-orang yang tinggal di lingkungannya sendiri.

Tapi sayangnya, ada budaya lain yang sebenarnya sangat tidak baik untuk dilakukan, yaitu budaya ‘basa basi’ di mana orang-orang bersembunyi dibalik kata “peduli”, padahal sebenarnya mereka hanya menjadikan itu sebagai bahan pembicaraan dan gunjingan di tempat lain.

Salah satu bahan pembicaraan yang paling umum di masyarakat adalah mengenai pernikahan.

Banyak orang dengan mudah memberikan berbagai pertanyaan perihal kehamilan dan keturunan, padahal usia pernikahannya pun belum begitu lama.

Tidak ada yang menyadari bahwa pertanyaan yang sering dianggap ‘basa basi’ ini bisa sangat menyakitkan untuk beberapa orang, terutama bagi kaum perempuan.

Melalui buku ini, para pembaca akan dibawa untuk mengenal dan memahami seperti apa kehidupan perempuan di dunia nyata, terutama dalam kehidupan pernikahan.

Sinopsis Singkat Buku Lebih Senyap dari Bisikan

Menceritakan tentang pasang surut kehidupan pernikahan Amara dan Baron yang sering dijejali pertanyaan “kapan punya anak?”, padahal keduanya sudah sering mencoba berbagai cara untuk bisa memiliki keturunan.

Dengan perasaan yang tidak karuan, mereka tetap harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang menyakitkan ini supaya tidak dicap sebagai orang yang sombong.

Sampai akhirnya Amara berhasil mengandung dan melahirkan anak pertamanya, tapi hal ini tetap saja tidak membuat basa basi itu berhenti, ia tetap harus menghadapi ribuan pertanyaan lain yang membuatnya bingung dan tidak tahu bagaimana menjawabnya.

Review Buku Lebih Senyap dari Bisikan

Semakin berkembangnya peradaban dan teknologi ternyata tidak diimbangi dengan kemajuan pemikiran masyarakatnya.

Masyarakat mudah sekali kepo dan mengurusi kehidupan orang lain, tidak jarang juga mereka menuntut orang lain untuk melakukan hal yang sama seperti apa yang ia lakukan sebelumnya.

Kebanyakan masyarakat juga masih berpendapat bahwa manusia harus hidup berpasangan, menikah, dan memiliki banyak anak, padahal tidak ada standar yang menetapkan hal ini.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Memiliki anak memang menjadi dambaan hampir semua pasangan yang sudah menikah, termasuk juga bagi Amara dan Baron, tapi keinginan ini tidak bisa mereka dapatkan dengan mudah.

Dalam buku ini, penulis berusaha untuk mendiskusikan berbagai hal yang belum banyak di bahas di obrolan terbuka, yaitu mengenai obrolan basa-basi yang sangat mengganggu, rumitnya hubungan antara orang tua dan anak, berbagai permasalahan dalam rumah tangga, dan konflik batin yang banyak dialami para perempuan.

Buku ini akan mengajak para pembaca untuk ikut merasakan bagaimana perasaan yang berkecamuk dalam diri Amara sebagai seorang perempuan, istri, ibu, dan anak.

Perjalanan hubungan Baron dan Amara dalam buku ini menunjukkan bahwa pernikahan adalah sesuatu hal yang wajib dijaga dan dirawat oleh kedua belah pihak, dan jika terjadi konflik maka komunikasi dua arah bisa menjadi solusi yang tepat untuk menyelesaikannya.

Memiliki anak ternyata juga ternyata tidak semudah yang dibayangkan, terutama bagi Amara dan Baron yang baru pertama kali menjadi orang tua, mereka harus rela menguras fisik dan emosinya untuk mengurus Yuki, sementara di sisi lain masih banyak sekali omongan masyarakat yang kurang enak untuk didengar.

Penulis dalam buku ini sangat berhasil menjelaskan dan menuliskan alurnya dengan sangat baik, adanya perubahan dan transformasi dari para tokohnya pun terasa alami dan tidak dipaksakan.

Selain itu, penulis yang sengaja menjadikan Amara sebagai tokoh utama dalam buku ini sangat berhasil menjelaskan bagaimana rumitnya dunia perempuan, yang ternyata masih sering mendapat perlakuan tidak adil di masyarakat.

Untuk kamu yang belum menikah, buku ini akan memberikan gambaran bahwa kehidupan pernikahan tidak selamanya berjalan dengan manis, karena masih banyak tanggung jawab dan konsekuensi yang harus dilakukan.

Sementara bagi kamu yang sudah menikah, buku ini akan mengingatkan kamu bagaimana perjuangan yang pernah kamu lalui bersama pasangan, sampai kamu akhirnya berhasil berada di titik ini.

Buku Lebih Senyap dari Bisikan yang ditulis oleh Andina Dwifatma ini berhasil memberikan gambaran bagaimana kehidupan perempuan dalam pernikahan yang jarang dibicarakan di muka publik.

Untuk mendapatkan bukunya, bisa dibeli melalui Gramedia.com atau kamu juga bisa membaca versi e-booknya di Gramedia Digital.

Kamu juga bisa dapatkan gratis voucher diskon, langsung klik di sini untuk dapatkan gratis vouchernya.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi