Pesta Buku Hompimpa di Rimba Kata Hadirkan Benny Rhamdani dan Hanny Juwita

Lihat Foto
Sumber Gambar: Dok. Laily Nurfauziyah, Anisa Triana Yustiandani
Festival Literasi Anak Rimba Kata
Rujukan artikel ini:
HOMPIMPA Cekrek! Cekrek!
Pengarang: Benny Ramdani
|
Editor: Novia Putri Anindhita

Pesta Buku Hompimpa digelar sebagai rangkaian puncak Festival Literasi Anak Rimba Kata di Panggung Saga pada Minggu (3/5/26).

Acara ini menghadirkan penulis buku Cekrek! Cekrek!, Benny Rhamdani, dan ilustrator buku Popi dan Popok, Hanny Juwita, dengan Kak Nania sebagai moderator.

Benny Rhamdani menjelaskan proses kreatif di balik buku Cekrek! Cekrek!.

Ide cerita bermula dari keprihatinannya terhadap kebiasaan orang tua yang mengunggah foto anak tanpa menyamarkan wajah mereka.

Buku tersebut menyampaikan pesan bahwa anak berhak menyatakan ketidaknyamanan saat difoto, dan orang tua perlu menghormati hal itu.

Perihal pemilihan tokoh goblin, Benny menyebutkan awalnya ia mempertimbangkan format fabel, tetapi dirasa terlalu umum.

Ia kemudian memilih goblin karena ketertarikan pribadinya.

Warna-warna pada goblin dirancang untuk merepresentasikan ragam emosi anak.

Adegan favorit Benny dalam buku itu adalah adegan tabrakan di labirin.

Hanny Juwita menyampaikan bahwa ia langsung tertarik dengan cerita Popi dan Popok begitu membaca naskah.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Proses pengembangan karakter membutuhkan waktu panjang dan banyak melibatkan diskusi bersama tim.

Tantangan terbesar dalam menggambar tokoh Popi, monster yang imut, terletak pada penentuan sudut pandang di setiap halaman serta kontras ukuran tubuh antara monster dan manusia.

Adegan yang paling berkesan baginya adalah saat Popi berlari di tengah permukiman warga mengejar popoknya yang terbawa angin.

Keduanya juga berbagi latar belakang yang mendorong mereka ke dunia buku anak.

Benny mengisahkan bahwa ia gemar membaca dan menulis sejak kecil, dan pernah mengirimkan tulisannya ke majalah Bobo.

Ia mengakui banyak menggunakan latar luar negeri dalam tulisannya karena terbiasa membaca buku terjemahan.

Meski pernah mencoba genre remaja, ia menyatakan tetap menyukai penulisan cerita anak.

Sementara itu, Hanny menuturkan bahwa ia tumbuh besar bersama buku dan mulai menekuni ilustrasi buku anak karena kegemaran menggambar sejak kecil.

Acara ditutup dengan sesi mendongeng oleh Teh Nurma dari Kurcaci Dongeng yang membawakan kisah dari buku Cekrek! Cekrek! secara nyaring di hadapan para hadirin.

Informasi lengkap tentang Festival Literasi Anak Rimba Kata dapat diakses melalui Instagram @rimbakata.id.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi