Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dijauhi Teman Tanpa Alasan? Lakukan Tips Ini untuk Memperbaikinya

Kompas.com, 19 Januari 2022, 17:00 WIB
Sumber Foto: Freepik.com
Rujukan artikel ini:
Gimana Biar Punya Banyak Teman,…
Pengarang: Irfan Suryana
Penulis Okky Olivia
|
Editor Novia Putri Anindhita

Punya teman dekat yang bisa diajak sharing dan membicarakan banyak hal memang menjadi hal yang menyenangkan dan membahagiakan.

Walaupun tidak ada hubungan pertemanan yang mulus-mulus saja, tapi akan selalu ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat jalinan pertemanan itu bisa kembali rekat dan erat.

Apalagi jika tali pertemanan itu sudah terjalin dalam waktu yang lama, kamu pasti sudah bisa memahami berbagai cara untuk bisa memperbaiki masalah yang ada.

Tapi terkadang, ada banyak masalah juga yang akhirnya membuat sikap temanmu jadi berubah dan terkesan menjauh dari hidup kamu, atau bahkan merasa risih saat kamu ada di dekatnya.

Padahal kehilangan teman ini terkadang terasa lebih menyakitkan daripada harus kehilangan pacar, karena mencari seorang teman yang mau melewati suka dan duka bersama adalah sebuah hal yang sangat sulit untuk dilakukan.

Jadi, daripada kamu bingung atau berbalik marah atas sikapnya, kamu bisa melakukan beberapa tips ini jika kamu dijauhi oleh teman dekatmu sendiri.

Tips Memperbaiki Hubungan dengan Teman

1. Mencari Tahu dan Tetap Berpikir Positif

Sebelum kamu mengambil langkah lebih jauh, kamu harus lebih dulu memerhatikan situasi yang sedang kamu hadapi saat ini.

Apakah teman kamu menjauh karena merasa kesal dengan sikapmu akhir-akhir ini, atau mungkin sebenarnya dia sedang mengalami masalah yang tidak bisa diceritakan langsung kepadamu dan memilih memendamnya sendiri.

Jadi daripada harus negative thinking, kamu bisa mencoba untuk berpikir positif bahwa teman kamu sedang melakukan refleksi diri dan tidak bisa menghubungi kamu dalam waktu dekat.

Jika kamu sudah mencoba menghubunginya tapi tidak ada jawaban, kamu bisa tanyakan langsung pada keluarganya, baru melakukan tindakan yang lain.

2. Bertanya Secara Langsung

Saat sudah mendapat kabar yang pasti dari keluarganya, kamu bisa coba langsung menemuinya dan bertanya apa yang membuatnya menjauh darimu akhir-akhir ini.

Tapi hindarilah untuk menegur dengan cara atau kalimat yang kasar, karena melakukan sesuatu dalam keadaan emosi nantinya tidak akan menghasilkan apapun, dan malah membuat temanmu semakin menjauh.

Jadi coba pikirkan baik-baik sebelum membicarakan hal ini dengan temanmu, dan usahakan untuk bicara empat mata untuk menghindari adanya kesalahpahaman dalam berkomunikasi.

3. Belajar untuk Mengikhlaskan

Dari situasi ini sebenarnya kamu juga harus mulai belajar mempersiapkan kemungkinan terburuk, karena bukan tidak mungkin, teman yang sudah kamu anggap keluargamu sendiri nantinya akan kembali menjadi orang asing dalam hidupmu.

Walaupun kamu perlu memikirkan kemungkinan kesalahan yang kamu perbuat sehingga ia menjauh, tapi di sisi lain kamu juga tidak boleh menyiksa diri sendiri dan menganggap semua yang terjadi adalah karena perbuatanmu.

Jadi sama seperti kehilangan pacar, kamu juga harus bisa belajar move on dan mengikhlaskan temanmu yang memilih untuk tidak lagi berada di dekatmu.

Tidak masalah jika kamu harus melewati fase galau dan sedih karena semua perasaan itu wajar terjadi.

Tapi setelah itu, kamu harus bangkit dan mencoba untuk menyibukkan diri sendiri dengan kegiatan lain yang lebih positif.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

4. Meluangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Melakukan berbagai aktivitas yang kamu sukai bisa membantu kamu memperbaiki suasana hati dan membuat kamu bisa mengenal diri sendiri.

Kamu bisa mencoba untuk menulis, membaca buku, memasak, hiking, atau bahkan menonton konser artis favoritmu.

Walaupun pada awalnya akan sedikit canggung karena pergi ke konser sendirian, tapi lama kelamaan kamu akan terbawa atmosfer keseruannya karena ikut bergabung dengan banyak orang yang selera musiknya sama denganmu.

5. Merencanakan Tujuan Jangka Panjang

Daripada terus menerus merasa kesepian, kamu bisa mencurahkan energi yang kamu punya untuk merencanakan tujuan jangka panjang yang akan kamu lakukan.

Mungkin kamu ingin kuliah di kampus impian, atau bermimpi bisa travelling ke berbagai negara.

Kamu bisa menulis tujuan dan dan menyusun rencana yang harus kamu lakukan untuk bisa mewujudkannya.

Walaupun impian adalah sebuah rahasia yang belum tahu kapan bisa terwujud, tapi kamu tetap bisa berusaha dan tidak pernah menyerah sampai tujuan itu tercapai.

Selain itu, kamu juga bisa mencoba untuk membuka diri dan masuk ke dalam lingkup pertemanan yang baru.

Walaupun di awal kamu akan sulit beradaptasi, tapi nanti kamu pasti akan kembali menemukan teman yang satu frekuensi denganmu.

Kamu bisa mencari berbagai informasi mengenai pertemanan dalam buku Gimana Biar Punya Banyak Teman, Best Besties, dan Diterima Semua Sirkel yang ditulis oleh Irfan Suryana.

Buku ini relate sekali untuk kamu yang sedang merasa sendirian dan kesepian karena tidak punya teman, padahal sebenarnya kamu tidak pernah benar-benar sendirian karena masih ada banyak orang di dunia ini.

Bahkan kamu juga bisa berkenalan dengan banyak orang di media sosial dan menjadikannya sebagai temanmu di dunia maya.

Buku ini berisi langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk bisa memiliki banyak teman dan relasi di dunia nyata, buku ini juga menjelaskan bahwa kamu sebenarnya bukan tidak punya teman, tapi kamu terlalu membatasi dan mengisolasi diri sendiri, jadi buku ini akan memberikan solusinya.

Penulis juga akan menghadirkan berbagai macam solusi yang harus kamu lakukan saat kamu sedang menjalin hubungan pertemanan supaya kamu juga bisa memahami apa arti pertemanan sesungguhnya.

Untuk mendapatkan buku yang menarik ini, kamu bisa membelinya melalui online di website Gramedia.com.

Selain itu ada gratis voucher diskon yang dapat kamu gunakan tanpa ada minimal pembelian. Langsung klik di sini untuk mendapatkan vouchernya.

promo diskon promo diskon

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau