Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bukan Gaji yang Kurang, Bisa Jadi Kamu Salah Urutan Bayar

Kompas.com, 2 September 2026, 15:00 WIB
Buku Bebas Finansial ala Generasi Sandwich Sumber Gambar: Magnific.com Buku Bebas Finansial ala Generasi Sandwich
Rujukan artikel ini:
Bebas Finansial ala Generasi Sandwich:…
Pengarang: Firman Marihot
|
Editor Novia Putri Anindhita

Setiap bulan gaji masuk, kebutuhan dibayar, cicilan berjalan, lalu tanpa terasa saldo kembali menipis.

Ketika kondisi ini terjadi berulang kali, masalahnya sering dianggap sederhana, yaitu penghasilan belum cukup.

Padahal, ada kemungkinan lain, yaitu cara kita mengatur urutan penggunaan uang.

Dalam episode podcast YouTube Monety Official, salah satu konsep yang dibahas adalah pay yourself first.

Prinsipnya sederhana, yakni sebelum uang digunakan untuk berbagai kebutuhan lain, sisihkan terlebih dahulu sebagian penghasilan untuk masa depan.

Masa Depan Juga Perlu Dicicil

Ketika membeli kendaraan atau barang tertentu secara cicilan, kita terbiasa menganggap pembayaran bulanan sebagai kewajiban.

Namun, masa depan sendiri sering kali tidak diperlakukan dengan cara yang sama.

Padahal, kebutuhan seperti dana pensiun, tabungan, dan investasi juga membutuhkan persiapan sejak sekarang.

Pay yourself first mengajak kita membalik kebiasaan tersebut.

Jika selama ini menabung dilakukan dari sisa penghasilan, sekarang uang untuk masa depan justru disisihkan terlebih dahulu.

Besarnya tidak harus sama untuk semua orang.

Dalam podcast, dicontohkan seseorang dengan penghasilan Rp5 juta bisa menyisihkan 10% atau 20%, tergantung kondisi keuangannya.

Yang terpenting adalah membangun kebiasaan tersebut.

Boleh Menikmati Hidup, Asalkan Tidak Mengorbankan Masa Depan

Menabung dan berinvestasi bukan berarti harus berhenti menikmati hidup.

Seseorang tetap boleh pergi ke kafe, mengikuti tren, atau membeli sesuatu yang disukai selama kebutuhan masa depan yang sudah ditetapkan tidak terganggu.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Jadi, masalahnya bukan sekadar “boleh atau tidak boleh belanja”, tetapi apakah pengeluaran tersebut membuat rencana keuangan ikut berantakan.

Tantangannya semakin besar ketika muncul FOMO sehingga mendorong belanja impulsif.

Ketika uang tidak tersedia, sebagian orang kemudian menggunakan utang konsumtif untuk memenuhi keinginan tersebut.

Jika kebiasaan ini terus berlangsung, cicilan bisa mengambil porsi uang yang seharusnya dialokasikan untuk masa depan.

Perubahan Finansial Dimulai dari Mindset

Menariknya, membangun kondisi keuangan yang lebih sehat tidak selalu dimulai dari mencari penghasilan tambahan.

Dalam podcast, perubahan justru ditekankan dari mindset, kemudian menjadi kebiasaan yang akhirnya membentuk kondisi keuangan.

Karena itu, coba ubah satu pertanyaan sederhana ketika gaji masuk.

Bukan lagi, “Berapa yang tersisa setelah semua kebutuhan dibayar?” Melainkan, “Berapa yang akan saya sisihkan untuk masa depan sebelum uang ini digunakan?”

Dengan begitu, menabung dan berinvestasi tidak lagi bergantung pada ada atau tidaknya uang sisa.

Pada akhirnya, persoalan finansial tidak selalu selesai hanya dengan menaikkan penghasilan.

Cara mengatur uang juga menentukan apakah penghasilan tersebut benar-benar membawa kita lebih dekat pada kondisi finansial yang diinginkan.

Pembahasan mengenai pay yourself first, FOMO, utang konsumtif, dan kebiasaan finansial dapat disaksikan secara lengkap melalui episode podcast di YouTube Monety Official.

Untuk kamu yang ingin mempelajari cara menata keuangan di tengah berbagai tanggungan, buku Bebas Finansial ala Generasi Sandwich dapat menjadi referensi.

Buku ini tersedia di Gramedia.com, Gramedia Digital, maupun toko Gramedia terdekat.

Jangan lupa mengikuti Instagram @monety.id, subscribe YouTube Monety Official, dan mengunjungi www.monety.id.

Monety merupakan platform belajar untuk Milenial dan Gen Z yang membahas bisnis, keuangan, teknologi, lifestyle, news update, serta rekomendasi buku untuk meningkatkan wawasan dan skill.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau