Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bebas dari Beban Ganda, Ini Kunci Berhenti Jadi Generasi Sandwich

Kompas.com, 20 Mei 2026, 14:42 WIB
From Zero to Survive Sumber Gambar: Magnific.com From Zero to Survive
Rujukan artikel ini:
From Zero to Survive: Seni…
Pengarang: Theo Derick
|
Editor Novia Putri Anindhita

Kita pasti tidak asing dengan istilah “sandwich generation”.

Mereka yang termasuk sebagai generasi sandwich bukan sekadar membantu keluarganya saat perlu, tapi kebagian tanggung jawab finansial lebih daripada yang seharusnya.

Bahkan, bagi mereka yang baru mulai merintis karier sudah harus memikirkan soal biaya bulanan orang tua, sambil menyiapkan masa depan dan mungkin juga adik-adiknya.

Kondisi ini seperti menjalankan hidup yang bukan buat dirinya sendiri.

Jadi, bagaimana caranya agar tidak terus stuck di sini? Salah satu faktor utama banyak orang terjebak menjadi generasi sandwich adalah rendahnya literasi finansial yang turun-temurun.

Kalau mau memutus rantai ini, maka harus dimulai dari diri kita sendiri.

Sebelum mengatur keuangan untuk orang tua atau orang lain, kita harus mengerti dulu konsep dasar finansial untuk diri sendiri dan mulai berhitung.

Setelah tahu angka kebutuhan sebenarnya, maka kita akan tahu proporsi yang sesuai untuk diberikan ke orang tua dan berapa yang bisa kita tabung untuk keperluan diri kita sendiri.

Jadi generasi sandwich itu mungkin berat, tapi kita juga punya pilihan untuk berhenti dan lepas beban ini.

Kalau mau benar-benar lepas dari beban sebagai generasi sandwich, berikut ini beberapa langkah yang bisa diambil.

Cara agar Terbebas Menjadi Generasi Sandwich

1. Tambah Sumber Penghasilan

Satu sumber income tidak akan cukup untuk kita yang mengurus diri sendiri dan orang tua sekaligus.

Jadi, selain kerjaan utama, kita bisa cari side job, bisa mulai dari yang ringan dan fleksibel seperti reseller, freelancer, atau mengajar les.

2. Dana Darurat

Sebagai generasi sandwich, punya dana darurat tidak lagi menjadi pilihan, tapi wajib.

Idealnya, kalau orang biasa cukup punya dana darurat sekitar 4-6 bulan jumlah pengeluaran.

Bagi generasi sandwich akan butuh sekitar 10-12 bulan karena dana tersebut tidak hanya akan digunakan diri kita sendiri, tetapi juga orang tua atau saudara kita.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

3. Delay Gratification

Hal satu ini memang tidak mudah.

Orang lain mungkin sudah bisa jalan-jalan atau membeli barang-barang yang mereka inginkan, tapi generasi sandwich di sini harus berusaha untuk menahan.

Ini karena mereka punya prioritas yang lebih mendesak, seperti melunasi utang orang tua, membiayai pendidikan adik, dan kebutuhan pokok lainnya.

4. Ngobrol dan Negosiasi dengan Orang Tua

Kalau kita tidak terbuka dengan orang tua, mereka tidak akan tahu beban yang kita hadapi.

Obrolan ini bisa dimulai dengan diskusi soal kebutuhan utama mereka.

Semakin kita jujur dengan kondisi kita, semakin baik juga hubungan kita.

Kalau kita bisa bijak soal finansial dan mulai dari diri sendiri, maka ada harapan untuk generasi selanjutnya agar tidak mengalami hal yang sama.

5. Fokus di Proteksi, Bukan Investasi Berisiko

Satu lagi yang paling penting adalah jangan ikutan FOMO untuk cari untung cepat dengan investasi yang berisiko tinggi.

Prioritas kita adalah menyimpan uang dengan risiko kehilangan yang sekecil mungkin.

Kita mungkin tidak bisa seperti orang lain yang bebas eksplor, tapi kita bisa tetap bangun fondasi finansial yang stabil.

Ibaratnya seperti bangun rumah, kalau bahan bangunannya pas-pasan, satu kesalahan aja bisa bikin bangunannya roboh.

Jadi, kita harus lebih defensif dan konservatif secara finansial pada masa merintis.

Kalau kamu merasa lagi berjuang keluar dari beban generasi sandwich, membangun fondasi finansial, dan mencari cara bertahan di tengah tekanan hidup, kadang yang kita butuhkan bukan cuma teori, tetapi juga perspektif baru dari orang-orang yang pernah melewati prosesnya.

Oleh karena itu, jangan sampai terlewat event Grind Theory: From Zero to Impact yang akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 23 Mei 2026.

Dengan narasumber ternama seperti Theo Derick, Deddy Corbuzier, dan narasumber lainnya yang akan membahas tentang proses, perjuangan, mindset, dan realitas membangun hidup dari titik nol.

Info lengkap dan pendaftarannya bisa cek di grindtheory.id atau ikuti update terbarunya di Instagram @grindtheory.id!

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau