Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Strategi Berani Saat Orang Lain Takut untuk Menangkap Peluang

Kompas.com, 1 April 2026, 17:20 WIB
Gameplan: Strategi Kembangkan Bisnis dari Nol Sampai Triliun Sumber Gambar: Dok. M&C! Gameplan: Strategi Kembangkan Bisnis dari Nol Sampai Triliun
Rujukan artikel ini:
Gameplan: Strategi Kembangkan Bisnis dari…
Pengarang: Andrew Susanto
|
Editor Novia Putri Anindhita

Dalam dunia bisnis dan investasi, ada satu prinsip yang sering terdengar sederhana tapi sulit dilakukan adalah berani saat orang lain takut.

Kenyataannya, ketika situasi sedang tidak pasti, misalnya saat krisis ekonomi atau pandemi, kebanyakan orang justru memilih menahan diri.

Mereka takut mengambil keputusan, takut kehilangan uang, atau takut situasi semakin memburuk.

Padahal, di saat seperti itulah peluang besar sering muncul.

Banyak bisnis besar lahir atau berkembang justru di masa sulit.

Kuncinya bukan sekadar nekat, tetapi berani dengan perhitungan.

Artinya, kamu tetap mengambil langkah meski situasinya penuh ketidakpastian, tetapi keputusan itu didasarkan pada analisis dan strategi yang matang.

Berikut beberapa insight penting yang bisa kamu pelajari agar berani mengambil peluang saat orang lain mundur.

Peluang Besar Sering Muncul Saat Situasi Sedang Sulit

Ketika kondisi ekonomi sedang baik, hampir semua orang berani berinvestasi atau memulai bisnis.

Akibatnya, harga menjadi mahal dan persaingan semakin ketat.

Namun, ketika situasi sedang buruk, banyak orang menahan diri.

Justru di momen seperti inilah peluang sering muncul.

Saat pandemi misalnya, banyak bisnis mengalami penurunan drastis.

Beberapa perusahaan bahkan kesulitan bertahan karena operasional tetap berjalan sementara pemasukan menurun.

Dalam kondisi seperti ini, tidak sedikit investor yang memilih mundur karena takut risiko terlalu besar.

Namun, bagi orang yang berani melihat peluang, situasi tersebut bisa menjadi momen yang tepat untuk masuk.

Ketika orang lain takut, valuasi bisnis biasanya menjadi lebih realistis atau fair price.

Pelajaran pentingnya:

  • Peluang sering muncul ketika pasar sedang pesimis.
  • Saat semua orang menunggu situasi aman, ruang kesempatan justru terbuka.
  • Keputusan berani bisa memberi keuntungan besar di masa depan.

Tentu saja, keberanian ini harus disertai pemahaman terhadap bisnis yang akan dimasuki.

Berani Bukan Berarti Nekat Tanpa Perhitungan

Sering kali orang salah memahami keberanian.

Banyak yang menganggap berani berarti mengambil risiko tanpa berpikir panjang.

Padahal dalam bisnis, keberanian yang benar selalu disertai analisis dan perhitungan matang.

Sebelum mengambil keputusan besar, ada beberapa hal yang perlu dihitung terlebih dahulu:

  • Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk balik modal
  • Bagaimana potensi valuasi bisnis di masa depan
  • Apa saja kemungkinan terburuk yang bisa terjadi
  • Strategi apa yang bisa mengurangi risiko

Bahkan dalam beberapa kasus, keputusan investasi tidak dilakukan secara langsung membeli saham.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Ada strategi seperti convertible loan, yaitu investasi yang awalnya berbentuk pinjaman dan bisa dikonversi menjadi saham jika bisnis berkembang sesuai target.

Dengan pendekatan seperti ini, risiko bisa lebih terkendali.

Intinya, keberanian dalam bisnis adalah kombinasi antara:

  • Intuisi melihat peluang
  • Logika dalam menghitung risiko
  • Strategi untuk melindungi modal

Jadi, bukan sekadar “feeling”.

Percaya pada Orang yang Menjalankan Bisnis

Selain angka dan strategi, ada faktor lain yang sering menentukan keberhasilan sebuah bisnis adalah orang-orang di baliknya.

Banyak investor berpengalaman tidak hanya melihat industri atau produk, tetapi juga melihat siapa yang menjalankan bisnis tersebut.

Apakah timnya punya rekam jejak yang baik? Apakah mereka punya etos kerja tinggi? Apakah mereka benar-benar berkomitmen untuk membangun bisnis tersebut?

Dalam banyak kasus, kepercayaan terhadap tim menjadi alasan utama seseorang berani mengambil keputusan investasi.

Ketika kamu yakin bahwa orang-orang di dalam bisnis tersebut punya kemampuan dan integritas, risiko yang ada terasa lebih masuk akal untuk diambil.

Selain itu, bekerja bersama partner juga membawa perspektif baru.

Dalam sistem partnership, keputusan tidak lagi diambil sendirian.

Ide-ide akan diperdebatkan, diuji, bahkan dikritik.

Proses diskusi ini sering melahirkan keputusan yang lebih matang dibandingkan jika semuanya diputuskan oleh satu orang saja.

Beberapa keuntungan bekerja dalam tim bisnis antara lain:

  • Sudut pandang yang lebih beragam
  • Ide yang terus berkembang
  • Risiko yang dibagi bersama
  • Keputusan yang lebih objektif

Oleh karena itu, memilih partner yang tepat sama pentingnya dengan memilih bisnis yang tepat.

Berani di saat orang lain takut bukan berarti bertindak tanpa logika.

Justru keberanian dalam bisnis adalah kemampuan untuk tetap melangkah ketika banyak orang mundur, tetapi dengan perhitungan yang matang.

Peluang besar sering muncul di masa sulit, dan orang yang berani mengambil langkah biasanya adalah mereka yang mampu melihat potensi di balik ketidakpastian.

Kalau kamu ingin memahami lebih dalam cara berpikir dalam membangun bisnis besar, kamu bisa membaca buku Gameplan: Strategi Kembangkan Bisnis dari Nol Sampai Triliun.

Buku ini membahas bagaimana membangun bisnis dengan strategi jangka panjang, mengelola risiko, serta mengambil keputusan penting dengan nilai dan integritas yang kuat.

Buku ini tersedia di Gramedia.com, dan toko Gramedia terdekat.

Untuk mendapatkan lebih banyak insight tentang bisnis, keuangan, dan teknologi, kamu juga bisa mengikuti Monety.

Follow Instagram @monety.id, subscribe YouTube Monety Official, dan kunjungi www.monety.id.

Monety adalah platform belajar untuk Gen Z dan milenial yang membahas berbagai topik seputar bisnis, finansial, teknologi, lifestyle, serta rekomendasi buku untuk membantu kamu terus upgrade skill di era digital.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Skill yang Dibutuhkan Software Engineer dan Programmer: Lebih dari Sekadar Mengetik Kode!

Skill yang Dibutuhkan Software Engineer dan Programmer: Lebih dari Sekadar Mengetik Kode!

buku
Prosedur Pemeriksaan Fisik Red Line Bea Cukai dan Tahapan SPJM

Prosedur Pemeriksaan Fisik Red Line Bea Cukai dan Tahapan SPJM

buku
Proses Verifikasi Dokumen Bea Cukai: Tahapan, Fungsi, dan Faktor yang Memengaruhi

Proses Verifikasi Dokumen Bea Cukai: Tahapan, Fungsi, dan Faktor yang Memengaruhi

buku
Berapa Lama Barang Tertahan di Bea Cukai Red Line dan Cara Mempercepat Prosesnya

Berapa Lama Barang Tertahan di Bea Cukai Red Line dan Cara Mempercepat Prosesnya

buku
Mengenal Organisasi Semi Militer: Peran dan Fungsinya di Indonesia

Mengenal Organisasi Semi Militer: Peran dan Fungsinya di Indonesia

buku
Arti Yellow Line Bea Cukai dan Prosedur Pemeriksaan Dokumen Impor

Arti Yellow Line Bea Cukai dan Prosedur Pemeriksaan Dokumen Impor

buku
6 Cara Membersihkan Lumpur Vulkanik dari Rumah, Jangan Sampai Salah! 

6 Cara Membersihkan Lumpur Vulkanik dari Rumah, Jangan Sampai Salah! 

buku
Kenapa Paket Kena Red Line Bea Cukai? Berikut Penjelasannya

Kenapa Paket Kena Red Line Bea Cukai? Berikut Penjelasannya

buku
Pusat Keuangan Amerika Serikat di Mana? Ini Penjelasan Lengkapnya

Pusat Keuangan Amerika Serikat di Mana? Ini Penjelasan Lengkapnya

buku
7 Tips Menerapkan Integritas di Dunia Kerja

7 Tips Menerapkan Integritas di Dunia Kerja

buku
Berapa Biaya Kos Mahasiswa di Jepang per Bulan? Ini Rincian Lengkapnya 

Berapa Biaya Kos Mahasiswa di Jepang per Bulan? Ini Rincian Lengkapnya 

buku
Cara Lolos Red Line Bea Cukai dan Prosedur Pemeriksaan Fisik Barang

Cara Lolos Red Line Bea Cukai dan Prosedur Pemeriksaan Fisik Barang

buku
Berapa Biaya Hidup di Jepang Per Bulan untuk Pekerja? Simak di Sini!

Berapa Biaya Hidup di Jepang Per Bulan untuk Pekerja? Simak di Sini!

buku
Cara Menentukan Prioritas agar Karier Melejit Cepat

Cara Menentukan Prioritas agar Karier Melejit Cepat

buku
Berapa Biaya Listrik, Air, dan Gas di Jepang per Bulan? Berikut Rincian dan Tips Hematnya

Berapa Biaya Listrik, Air, dan Gas di Jepang per Bulan? Berikut Rincian dan Tips Hematnya

buku
Biaya Transportasi di Jepang per Bulan: Rincian Lengkap dan Cara Menghemat

Biaya Transportasi di Jepang per Bulan: Rincian Lengkap dan Cara Menghemat

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau