Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah Kerajaan Maroko: Perjalanan Dinasti yang Membentuk Negara Modern

Kompas.com, 21 Agustus 2026, 16:00 WIB
Sejarah Kerajaan Maroko Sumber Gambar: Pexels.com Sejarah Kerajaan Maroko
Rujukan artikel ini:
Penaklukan Negeri Maghribi
Pengarang: Dr. Husain Mu’nis
Penulis Nadia
|
Editor Novia Putri Anindhita

Selama lebih dari seribu tahun, Maroko telah dipimpin oleh berbagai dinasti yang meninggalkan jejak besar dalam sejarah, budaya, hingga sistem pemerintahannya.

Tak seperti banyak kerajaan lain yang telah runtuh, Maroko justru berhasil mempertahankan sistem monarki dan terus berkembang menjadi negara modern tanpa meninggalkan akar sejarahnya.

Perjalanan panjang tersebut dipenuhi dengan pergantian dinasti, pengaruh berbagai peradaban, hingga peristiwa penting yang membentuk identitas Maroko seperti sekarang.

Lantas, bagaimana sejarah Kerajaan Maroko bermula, dan dinasti apa saja yang pernah berperan dalam perkembangannya? Simak perjalanan lengkapnya dalam artikel berikut.

Awal Berdirinya Kerajaan Maroko

Sejarah Kerajaan Maroko dimulai pada abad ke-8, ketika wilayah Afrika Utara mulai berkembang sebagai pusat penyebaran Islam sekaligus jalur perdagangan yang menghubungkan Afrika, Timur Tengah, dan Eropa.

Sebelum berdirinya kerajaan, wilayah yang kini menjadi Maroko dihuni oleh suku Amazigh atau Berber, yaitu penduduk asli Afrika Utara yang memiliki budaya dan bahasa sendiri.

Setelah kedatangan Islam pada abad ke-7, kehidupan politik dan sosial di wilayah tersebut mengalami perubahan besar hingga akhirnya lahir kerajaan pertama di Maroko.

Berikut beberapa peristiwa penting yang menandai awal berdirinya Kerajaan Maroko:

1. Dihuni oleh Suku Amazigh (Berber)

Jauh sebelum berdirinya kerajaan, Maroko merupakan tempat tinggal berbagai suku Amazigh.

Mereka memiliki sistem pemerintahan lokal, tradisi, bahasa, dan budaya yang masih bertahan hingga sekarang.

Masyarakat Amazigh juga berperan penting dalam perkembangan sejarah dan identitas Maroko.

2. Masuknya Islam ke Afrika Utara

Pada abad ke-7, Islam mulai menyebar ke wilayah Maroko melalui ekspansi Kekhalifahan Umayyah.

Penyebaran agama Islam tidak hanya membawa perubahan dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga memengaruhi sistem pemerintahan, hukum, serta hubungan perdagangan dengan wilayah lain.

3. Berdirinya Dinasti Idrisiyah

Kerajaan Maroko pertama didirikan oleh Idris I pada tahun 788 M. Idris I merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW yang melarikan diri ke Afrika Utara setelah konflik politik di Timur Tengah.

Ia kemudian mendapat dukungan dari suku-suku Amazigh dan mendirikan Dinasti Idrisiyah, yang dianggap sebagai cikal bakal negara Maroko.

4. Pendirian Kota Fez sebagai Pusat Pemerintahan

Putra Idris I, yaitu Idris II, melanjutkan pembangunan kerajaan dan menjadikan Fez sebagai pusat pemerintahan serta pusat penyebaran ilmu pengetahuan dan perdagangan.

Kota ini kemudian berkembang menjadi salah satu kota terpenting di dunia Islam.

Awal Terbentuknya Identitas Maroko

Pada masa Dinasti Idrisiyah, berbagai kelompok masyarakat, seperti Amazigh dan Arab, mulai hidup berdampingan di bawah satu pemerintahan.

Perpaduan budaya tersebut menjadi fondasi identitas Maroko yang terus berkembang hingga saat ini.

Berdirinya Dinasti Idrisiyah menjadi titik awal lahirnya Kerajaan Maroko sebagai negara yang memiliki pemerintahan sendiri.

Dari sinilah sejarah panjang Maroko dimulai, sebelum kemudian dilanjutkan oleh berbagai dinasti yang memperluas wilayah, memperkuat pemerintahan, dan membentuk Maroko menjadi negara modern yang dikenal saat ini.

Dinasti-Dinasti yang Membentuk Maroko

Setelah berdirinya Dinasti Idrisiyah, Maroko mengalami pergantian kekuasaan oleh sejumlah dinasti yang masing-masing membawa perubahan besar dalam bidang politik, ekonomi, agama, hingga kebudayaan.

Beberapa dinasti berhasil memperluas wilayah kekuasaan hingga mencakup sebagian Afrika Utara dan Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal), sementara yang lain memperkuat posisi Maroko sebagai pusat perdagangan dan peradaban Islam.

Perjalanan inilah yang membentuk identitas Maroko hingga menjadi negara yang dikenal saat ini.

Berikut beberapa dinasti penting dalam sejarah Kerajaan Maroko:

1. Dinasti Idrisiyah (788–974 M)

Sebagai kerajaan Islam pertama di Maroko, Dinasti Idrisiyah meletakkan dasar pemerintahan, menyebarkan Islam, serta mengembangkan Kota Fez sebagai pusat ilmu pengetahuan, perdagangan, dan kebudayaan.

2. Dinasti Almoravid (1040–1147 M)

Dinasti Almoravid berasal dari suku Amazigh di wilayah Sahara.

Mereka berhasil menyatukan sebagian besar Maroko, mendirikan Kota Marrakech sebagai ibu kota, serta memperluas wilayah kekuasaan hingga Al-Andalus (Spanyol Muslim).

Pada masa ini, perdagangan lintas Sahara berkembang pesat.

3. Dinasti Almohad (1121–1269 M)

Setelah menggulingkan Almoravid, Dinasti Almohad membawa pembaruan dalam sistem pemerintahan dan memperluas wilayah kekuasaan.

Mereka membangun berbagai masjid, benteng, dan bangunan megah yang sebagian masih berdiri hingga sekarang, seperti Menara Koutoubia di Marrakech.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

4. Dinasti Marinid (1244–1465 M)

Dinasti Marinid dikenal karena memberikan perhatian besar pada pendidikan dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Mereka mendirikan banyak madrasah (sekolah Islam), mempercantik Kota Fez, serta memperkuat hubungan perdagangan dengan berbagai wilayah di Mediterania.

5. Dinasti Saadi (1549–1659 M)

Pada masa Dinasti Saadi, Maroko berhasil mempertahankan kemerdekaannya dari ancaman kekuatan Eropa dan Kesultanan Utsmaniyah.

Salah satu pencapaian terbesar mereka adalah kemenangan dalam Pertempuran Tiga Raja pada tahun 1578, yang memperkuat posisi Maroko di kawasan Afrika Utara.

6. Dinasti Alaouite (1666–Sekarang)

Dinasti Alaouite merupakan dinasti yang masih memerintah Maroko hingga saat ini.

Di bawah kepemimpinan dinasti ini, Maroko berkembang menjadi negara monarki konstitusional yang memadukan nilai-nilai tradisional dengan sistem pemerintahan modern.

Raja Mohammed VI, yang naik takhta pada tahun 1999, menjadi penguasa dari dinasti ini.

Pergantian dinasti tidak hanya mengubah siapa yang memerintah, tetapi juga membentuk perkembangan Maroko dalam berbagai aspek.

Mulai dari berdirinya kota-kota penting, berkembangnya ilmu pengetahuan, meluasnya perdagangan, hingga bertahannya sistem monarki, setiap dinasti meninggalkan warisan yang masih dapat dilihat dalam budaya, arsitektur, dan kehidupan masyarakat Maroko hingga sekarang.

Kerajaan Maroko di Era Modern

Memasuki abad ke-20, Maroko menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kolonialisme hingga perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan.

Setelah merdeka pada tahun 1956, negara ini mempertahankan sistem kerajaan yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Saat ini Maroko menjadi salah satu dari sedikit negara di Afrika yang masih menganut sistem monarki konstitusional.

Dalam sistem ini raja tetap berperan penting dalam pemerintahan bersama lembaga legislatif dan pemerintah.

Berikut beberapa tonggak penting Kerajaan Maroko di era modern:

1. Masa Protektorat Prancis dan Spanyol

Pada tahun 1912, Maroko berada di bawah Protektorat Prancis berdasarkan Perjanjian Fez, sementara sebagian wilayah utara dan selatan berada di bawah kendali Spanyol.

Meski demikian, institusi kerajaan tetap dipertahankan sebagai simbol persatuan bangsa.

2. Kemerdekaan Maroko pada 1956

Setelah melalui perjuangan nasional yang panjang, Maroko memperoleh kemerdekaan pada 2 Maret 1956.

Sultan Mohammed V menjadi tokoh penting dalam proses kemerdekaan dan kemudian dinobatkan sebagai Raja Maroko, menandai babak baru dalam sejarah negara tersebut.

3. Sistem Monarki Konstitusional

Maroko menerapkan sistem monarki konstitusional.

Raja berperan sebagai kepala negara sekaligus memiliki kewenangan dalam bidang strategis, seperti keamanan, agama, dan kebijakan luar negeri.

Sementara itu, pemerintahan sehari-hari dijalankan oleh perdana menteri dan kabinet yang dipilih melalui pemilu.

4. Pemerintahan Raja Mohammed VI

Sejak naik takhta pada tahun 1999, Raja Mohammed VI mendorong berbagai reformasi di bidang ekonomi, infrastruktur, pendidikan, dan layanan publik.

Di bawah kepemimpinannya, Maroko juga memperluas investasi pada energi terbarukan, termasuk pembangunan kompleks pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia di Ouarzazate.

5. Menjaga Tradisi di Tengah Modernisasi

Meski terus berkembang sebagai negara modern, Maroko tetap mempertahankan identitas budayanya.

Tradisi kerajaan, festival budaya, arsitektur bersejarah, hingga warisan suku Amazigh masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

Sejarah Kerajaan Maroko menunjukkan bagaimana perjalanan panjang berbagai dinasti berhasil membentuk identitas negara yang kaya akan budaya, tradisi, dan sejarah.

Dari berdirinya Dinasti Idrisiyah hingga berlanjutnya pemerintahan Dinasti Alaouite di era modern, Maroko menjadi salah satu contoh kerajaan yang mampu mempertahankan warisan masa lalu sambil terus berkembang mengikuti zaman.

Jika ingin membaca lebih jauh mengenai awal perkembangan sejarah Maroko dan kawasan Afrika Utara, buku Penaklukan Negeri Maghribi karya Dr. Husain Mu’nis dapat menjadi salah satu pilihan yang menarik.

Maroko kerap disebut sebagai bagian dari Maghrib karena berada di wilayah barat dunia Islam di Afrika Utara.

Buku ini membahas proses penaklukan wilayah Maghrib dari awal hingga menjelang penaklukan Andalusia, termasuk hubungan antara bangsa Arab dan bangsa Berber.

Selain itu, buku ini juga membagikan kisah menarik yang terjadi di setiap pergantian pemimpin Muslim, serta bagaimana bangsa Berber menyikapi kedatangan Muslim setelah mereka berada di bawah Byzantium.

Yuk, pesan bukunya sekarang juga di Gramedia.com!

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Ciri Puyuh Mau Bertelur: Tanda Fisik, Perilaku, dan Cara Mengetahuinya dengan Mudah

Ciri Puyuh Mau Bertelur: Tanda Fisik, Perilaku, dan Cara Mengetahuinya dengan Mudah

buku
Masa Produktif Puyuh Bertelur: Umur Ideal, Puncak Produksi, dan Cara Menjaganya Tetap Optimal

Masa Produktif Puyuh Bertelur: Umur Ideal, Puncak Produksi, dan Cara Menjaganya Tetap Optimal

buku
Kapan Puyuh Mulai Bertelur? Kenali Usia dan Tandanya Berikut Ini

Kapan Puyuh Mulai Bertelur? Kenali Usia dan Tandanya Berikut Ini

buku
Kandungan Nutrisi Telur Puyuh dan Manfaatnya bagi Tubuh

Kandungan Nutrisi Telur Puyuh dan Manfaatnya bagi Tubuh

buku
Jalur Migrasi Burung: Pengertian, Rute, dan Peran Indonesia dalam Flyway Asia

Jalur Migrasi Burung: Pengertian, Rute, dan Peran Indonesia dalam Flyway Asia

buku
Apa Alasan Burung Bermigrasi? Cari Tahu di Sini!

Apa Alasan Burung Bermigrasi? Cari Tahu di Sini!

buku
Apa Itu Migrasi Burung? Pengertian, Penyebab, dan Proses Terjadinya

Apa Itu Migrasi Burung? Pengertian, Penyebab, dan Proses Terjadinya

buku
Kekayaan Raja Maroko: Sumber Kekayaan dan Fakta Menariknya

Kekayaan Raja Maroko: Sumber Kekayaan dan Fakta Menariknya

buku
Peran Raja Maroko: Kedudukan, Wewenang, dan Pengaruhnya dalam Pemerintahan Modern

Peran Raja Maroko: Kedudukan, Wewenang, dan Pengaruhnya dalam Pemerintahan Modern

buku
Dokumen SDUWHV Apa Saja? Ini Daftar Dokumen Wajib dan Tips Lolos Verifikasi

Dokumen SDUWHV Apa Saja? Ini Daftar Dokumen Wajib dan Tips Lolos Verifikasi

buku
Cara Daftar e-Visa Imigrasi dengan Mudah

Cara Daftar e-Visa Imigrasi dengan Mudah

buku
Bazi Bukan Sekadar Ramalan, Ini Cara Memahaminya

Bazi Bukan Sekadar Ramalan, Ini Cara Memahaminya

buku
Menjawab Rasa Ingin Tahu Tanpa Batas bersama Ensiklopedia Anak – Kamu Mau Tahu Segalanya?

Menjawab Rasa Ingin Tahu Tanpa Batas bersama Ensiklopedia Anak – Kamu Mau Tahu Segalanya?

buku
Menyingkap Sejarah Manusia dari Berbagai Negara di Dunia

Menyingkap Sejarah Manusia dari Berbagai Negara di Dunia

buku
Memasuki Pintu Gerbang Menuju Ratusan Keajaiban di Dunia bersama Ensiklopedia Lengkap Pertamaku

Memasuki Pintu Gerbang Menuju Ratusan Keajaiban di Dunia bersama Ensiklopedia Lengkap Pertamaku

buku
Bukan Gaji yang Kurang, Bisa Jadi Kamu Salah Urutan Bayar

Bukan Gaji yang Kurang, Bisa Jadi Kamu Salah Urutan Bayar

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau